Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Cerita si anak lumpuh

Cerita ini saya dapet waktu mengikuti seminar Nasional yang diadain di kampus UKSW. Saat mendengar si pembicara menceritakan kisah ini, jujur saya merinding.Cerita ini bener-bener nyata.
Ceritanya begini....
____________________________


Seorang anak yang lumpuh, ia bertekad ingin sekolah. Setelah mendaftar di semua sekolah yang ada di kota XXXXX ternyata tidak diterima dengan alasan ini dan itu. Sampai akhirnya si anak itu mendaftar di sebuah yayasan. Ibu dari si anak it bercerita kepada pimpinan yayasan itu, dengan berlinangan air mata si ibu menceritakan bahwa si anak tidak diterima di sekolah-sekolah yang ada di kota tersebut. Dan akhirnya dengan tangan terbuka pimpinan yayasan itu memperbolehkan si anak untuk bersekolah. Dan tanpa dikenakan biaya apapun alias gratis.
Hari-hari si anak dilalui dengan perasaan senag. Teman-temanya selalu menemani kemanapun si anak inginkan. Entah ke asrama, kelas,bahkan ke kamar mandi.
sampai pada suatu hari ketika pelajaran fisika sedang berlangsung, semua siswa dikelas itu termasuk si anak mengerjakan tugas dari guru. terlihat semua siswa merasa bosan dan menyerah dengan itung-itungan fisika kecuali si anak itu yang masih tetap bersemangat. Dengan segenap usaha dan tenaga, si anak mendorong kursi rodanya menuju ke depan kelas. Dia melihat wajah temen-temen dia, dan iapun berkata " Kalian tahu teman-teman, saya tidak sesempurna kalian. saya tidak bisa punya kaki yang sehat yang bisa dipakai untuk berjalan, untuk main basket, untuk berlari. Saya juga tidak bisa ke kamar mandi sendirian, dan saya juga tidak pernah menyerah dengan keadaan saya yang seperti ini. Tapi kalian, mengerjakan soal fisika saja kalian sudah menyerah. Bagaimana kalau kalian seperti saya yang gag bisa jalan? Ayolah teman-teman jangan menyerah. Bagaimanapun keadaan kita, percayalah kita itu bisa dan kia itu mampu."
_________________________________


So teman-teman...apa yang bisa kita ambil dari cerita itu????

1 komentar

  1. itulah kadang kita tidak menyadari bahwa kita jauh lebih beruntung dibanding yang lain, maka manfaatkanlah kelebihan kita untuk berbuat sesuatu yang mendukung peningkatan kualitas diri, kita diberi potensi dan modal yang sama oleh Allah, yang membedakan adalah bagaimana kita bisa memanfaatkannya :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)