Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

SEDERHANA

S.E.D.E.R.H.A.N.A bukan berarti kita nggak punya kan? Lalu, apa yang ada di pikiran teman-teman mengenai kata Sederhana? Simpel, cuma 1 kalimat tetapi menyimpan sejuta arti #ciyee

Sejauh ini selama saya hidup dari kecil sampai umur 21th ini saya merasa sangat bangga dengan orang tua saya. Karena apa? Karena mereka membesarkan saya, mengajarkan saya, mendidik saya dengan cara yang sederhana. Memang terkadang sesuatu yang lebih mereka beri untuk saya dam mbak saya, tetapi semua masih dalam porsi yang sederhana.

Di kampus, saya temui dosen saya yang sudah cukup sepuh. Sering mengajar di kelas saya dan terkadang mahasiswa "menyepelekan" beliau karena beliau terkesan sangat sederhana. Padahal kalau dari sudut pandang saya beliau itu jenius, memiliki sesuatu yang sebenarnya beliau bisa pamerkan ke khalayak. Tetapi kembali lagi bahwa saya mengidolakan beliau karena kesederhanaan yang beliau miliki.

Teman dekat saya, dari kecil sampai sekarang tumbuh dan besar bersama. Background keluarga yang sangan berbeda. Sekolah yang berbeda, namun persahabatan kami masih terjalin sampai saat ini dengan berbagai kesederhanaan yang ia miliki dan saya belajar banyak hal dari dia.

Mengenal begitu banyak teman, di kampus maupun di kos. Bersosialisasi dengan orang banyak terkadang susah, namun saya tetap mencari kesederhanaan yang mereka miliki sekalipun mereka anak orang tajir, konglomerat, anak jendral. Tapi kenapa justru mereka memilih orang yang biasanya setaraf dengan mereka. Maaf bukan berarti mengejudge tetapi fenomena yang saya temui memang seperti itu.

Lalu, apakah sederhana itu dilarang? apakah dengan kesederhanaan yang dimiliki seseorang menandakan bahwa orang itu tidak mampu/ tidak punya?? Silahkan teman-teman nilai sendiri. Yang jelas belajar untuk sederhana itu tidaklah mudah, tetapi sangat mengasyikkan.



3 komentar

  1. saya suka bagian ini, dan sangat mengganggu pikiran >>Tapi kenapa justru mereka memilih orang yang biasanya setaraf dengan mereka. <<
    apakah kita juga menempatkan diri setaraf dengan mereka?

    trus untuk >>apakah sederhana itu dilarang?<<
    sejauh ini saya belum pernah nemu aturan yang melarangnya ;))

    BalasHapus
  2. @mas qtrynx: relaita loh mas dan aku mengalaminya sendiri....tapi tetap kita jangan jadi orang lain..tetep jadi diri sendiri ajah....lebih enak jadi diri sendiri daripada harus dipaksakan

    BalasHapus
  3. Saya punya kalimat yang sering saya ulang2. begini kalimatnya. "Sesuatu akan semakin terlihat indah manakala dia mampu menampilkan kesederhanaannya.."
    Sederhana itu dilarang? Hehe.. Tapi bagaimana ya kalo benar2 begitu....

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)