Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Buka Bersama "PASTI"

Temu Kangen tahun ini sungguh beda. Masih dalam rangka moment puasa, saya dan teman-teman yang tergabung dalam PASTI kali ini mengadakan temu kangen plus buka bersama di RM Noroyono Pak Djamin. Meskipun dengan keadaan tempat yang kurang memuaskan, itupun tidak menyurutkan rasa kebersamaan dengan teman-teman lama.

Start dari jam 5 sore, sembari menunggu beduk berbuka seperti kebiasaan lama. Guyon dan saling ejek khas anak-anak SMA (4 tahun lalu). Semuanya terasa indah. Banyak teman-teman saya yang sudah berubah. Semakin cantik, ganteng, sukses, masih ada yang kuliah juga. Semua berkumpul dan melepas rasa rindu. Moment lebaran sudah 2 tahun ini saya dan teman-teman menyempatkan waktu 1 hari untuk menghabiskan waktu bersama teman SMA.

Disini saya mengucapkan terimaksih banyak kepada panitia dadakan yang sudah bersedia mengkoordinir teman-teman. Meskipun sebentar, yang penting silaturahmi tetap terjaga :D. Right??

*sedikit pamer sih.. ini foto saya dengan teman-teman seperjuangan dulu :D


maaf agak blur..yang jepret belum profesional :D

*******
Ini ceritaku bersama teman-teman SMA ku :)

Selamat Idul Fitri bagi teman-teman yang sudah merayakan.
Bagi yang belum sabar ya..tinggal beberapa jam lagi kita menjemput kemenangan. :)

HAPPY IDUL FITRI 1432 H
:d


Pesantren [yang] Kilat

Serba-serbi ramadhan itu adaaaaaaaaaa ajah. Kalau jaman saya sekolah dulu pasti deh disuruh ngisi buku Kegiatan bulan ramadhan. Beberapa diantara teman-teman blogger pasti pernah mengisinya juga kan. Kalau puasa di beri tanda centang (v) kalo gak puasa di beri tanda silang (x) plus alasannya. Hihihihi... kalau inget dulu puasa saya masih banyak yang bolong :D.

Lalu kalau di sekolah pasti ada kegiatan yang tenar dengan sebutan Pesantren Kilat. Biasanya kegiatan peskil a.k.a Pesantren kilat itu yag semacam pengajian gitu tetapi lebih ringan dimana materi-materi seperti kisah nabi, tajwid, fiqh, aqidah anak sholeh sering dibawakan oleh bapak ibu guru pengisi kegiatan peskil.

*Kondisi ruang yang seadanya tidak menyurutkan semangat mereka ikut pesantren kilat

Ini adalah anak-anak kelas 4-6 yang mengikuti kegiatan peskil kemarin. Hanya 2 hari yaitu senin dan selasa. Kebetulan saya mendapat jatah mengisi di hari selasa dengan materi kiah nabi.
aw man! that my first time !! Mengisi kegiatan peskil menurut saya lebih berat daripada mengajar di kelas. Karena apa? yah, pengetahuan saya tentang ilmu agama masih kurang memadai. Eh tapi tetep.....saya cinta Islam. hahahahaha

Eniwei, entah darimana dulu namanya kegiatan ini bisa dinamakan Pesantren [yang]Kilat. Tapi setidaknya, tambahan ilmu akhlak dan keagamaan bisa didapat siswa saat mengikuti kegiatan ini. Dan tentunya sembari mengisi buku kegiatan bulan ramadhan ya =D.

Oukeyh.. Tinggal sebentar lagi Idul Fitri di depan mata. Semoga puasa tidak semakin berat. Dan Pesantren Kilat bisa bermanfaat. Amien.. Alhamdulillah yah *syahrini style..hahahahaha

Mana Jamaahnya?


Gambar diatas tentu tak asing lagi dimata kita. Yup solat.. tentunya itu saya candid saat solat tarawih di mushola dekat rumah. *kurang sopan tapi menggelitik nurani saya

Semakin hari kok jamaah tarawihnya semakin berkurang saja yah? Hal ini tentu beda dengan pembukaan puasa. Mushola dibanjiri oleh jamaah. Dan selama itu pula sedikit demi sediki jamaah mulai berkurang. Dengan bermacam-macam alasan, dan yang paling sering saya dengar dari beberapa teman saya alasan mereka adalah "pembukaan dan penutupan itu wajib, kalao sudah tengah-tengah yah males"

Astaqfirullahal'adzim....... Jangan sampai kita seperti itu yah.

Mari kita mencari berkah yang melimpah di bulan suci ini.
Selamat berpuasa :)

Foto Nyolong

Senin yang lenggang dan lemas. Begitu komentar teman-teman di kantor saya. Apa ini efek dari yang namanya puasa? Entahlah yang jelas hari ini saya bebas jam ngajar jadi saya hanya duduk dikantor. Sesekali saya mencoretkan ujung pensil di selembar kertas dan jadilah beberapa gambar yang bisa saya gunakan untuk mengajar SBK.

Coba deh lihat foto diatas, itulah kedekatan seorang ibu dan anak yang sengaja saya candid dari ponsel saya. Entah apa yang mereka bicarakan, sesekali tawa canda terdengar dari mereka. So sweet saya bilang. Dek Nabilla dan Ibu Martini. Keluarga di SD Ngembak 3 tempat saya wiyaa bakti. Lucu juga melihat mereka. Mungkin saya terkesan iseng tapi momment seperti itu jarang terjadi di kantor.

Dan untuk yang ini, gak sengaja saya capture waktu dek Nabilla ngambek sama ibunya. Hasilnya seperti itu deh. hihihihihi..

Yang saya dapat adalah :
Mereka lucu dengan cara komunikasi yang unik dan hanya mereka yang tau :) begitu juga saya dengan ibu yang memiliki cara tersendiri ketika ingin menyatakan sesuatu. Dan saat ini saya sedang menikmati kedekatan saya dengan ibu. Ibu dan anak memang memiliki Chemistry yang kuat yah :)

Ini ceritaku...apa ceritamu????


*guru kecil sekarang nyambi jadi tukang foto hihihihihihi

Penyebrangan Tradisional


Apa yang ada dibenak sodara-sodara kalaula melihat foto diatas? Orang naik perahu kah? di sungai? ada tali? wateva lah apa yang ada dibenak sodara-sodara, yang jelas foto itu Tjap Aseli. Ngemeng-ngemeng soal menyeberang, biasanya kan ada sebuah Jembatan yang menghubungkan satu daerah ke daerah lain. Dari sebrang sungai yang satu ke sebrang lainnya. Bahkan ada kapal feri. Sampai yang lebih tersohor adalah adanya jembatan yang menghubungkan antar pulau dengan membelah selat. Siapa yang tahu? Jembatan Suramadu pastinya. Membalah selat Madura dengan menghubungkan provinsi Jatim dengan Madura.

Tapi, yang ada difoto diatas sangatlah berbeda. Itu foto saya ambil 2 hari yang lalu saat saya bersama ibu menuju ke desa Sambukan Klambu daerah Brati. Menyebrang kali Lusi yang cukup lebar dan untuk kedua kalinya saya menggunakan jasa penyebrangan tadisional ini. Cukup murah dengan membayar Rp. 2000, 00 dan dengan keikhlasan hati bapak yang sangat berjasa itu mengerahkan tenaga tanpa peduli [mungkin] tangan penuh dengan kapal a.k.a kapalen.



Dan gambar diatas terlihat sebuah motor nangkring diatas perahu kayu yang ditarik dengan tangan yang mengandalkan seutas tali. Penasaran ingin mencoba transportasi penyebrangan yang tradisional? datang saja ke Purwodadi. Ini ceritaku...apa ceritamu :D