27 Januari 2012

APE Limbah Bersama IPDN


Pertama ijinkan saya untuk mengucap syukur kepada Allah SWT. Alhamdulillah yah, lagi dan lagi saya belajar dari orang-orang hebat. Dan harapan saya semoga saya menjadi hebat juga. Amien. Ini bukan sebuah pidato layaknya bapak pengawas ketika ada rapat, tapi ini ungkapan kegirangannya hati saya menerima sebuah pengalaman yang luar dari biasa a.k.a luar biasa.
Banyak orang mengatakan kalau pengalaman adalah guru yang paling berharga. Saya membuktikan bahwa ungkapan itu benar. Dan pengalaman juga yang membuat saya terus berusaha buat belajar. Terinspirasi dari seorang wanita hebat yang biasa saya panggil Bunda Yanti dengan tulus peduli dengan anak-anak Indonesia, saya memutuskan untuk bergabung di Bengkel Kreatif Taman Pintar 199. Dan banyak kegiatan yang sudah saya ikuti dan itupun memiliki nilai lebih bagi saya. Salah satunya yang sudah saya laksanakan dengan tim kreatif taman pintar 199 dan teman-teman Praja dari IPDN. Saya dan team membantu kegiatan KKN Praja IPDN di desa Ngraji dengan berbagi ilmu dan tentunya keceriaan bersama 50 anak SD dan guru pendamping. Kegiatan peduli lingkungan dengan mengembangkan Alat Pembelajaran Limbah (APE) dan Hypnoparrenting bagi guru-guru.
bersama mobil dinas Satpol PP
Cekidot saja deh kegiatan tanggal 26 Januari 2012 itu ngapain aja sih? Saya dan Team memulai perjalanan kala itu dengan jemputan mobil satpol PP. Ini bukan karena garukan wanita-wanita cantik lho yah. Hihihi..Sesampainya di balai desa Ngraji, saya dan team disambut oleh anak-anak yang sudah siap menerima sedikit ilmu dari kami (dibaca saya dan team). Dan sangat luar biasa sekali antusiasme meraka dalam mengikuti setiap kegiatan APE limbah, antara lain membuat wayang VCD, wayang kardus, tirai kertas kado, dan boneka jari. Sebelum pembuatan kami sedikit menginformasikan kepada anak-anak akan perlunya cinta lingkungan dengan memanfaatkan limbah. Kenapa kami memilih kertas? Karena dalam kehidupan kita kertas sering kita jumpai dan sering pula memenuhi tong sampah. Maka dari itu setidaknya kita bisa mengurangi sampah kertas dengan membuat “mainan” edukatif dengan kertas. Eh, tau gak berapa lama kertas bisa terurai dalam tanah? Nggak ada yang tau? Ckckckck… jangan ndeso gitu deh ya, kertas itu bisa terurai dalam tanah selama 2,5 bulan loh. Ada juga bahan-bahan limbah lain yang terurai 1,5 bulan yaitu kain katun, dan yang paling mencengangkan bahan dari stereofoam a.k.a gabus itu tidak bisa terurai sama sekali. Coba bayangakan, bumi kita ini akan menjadi apa kalau banyak sampah yang gak bisa terurai? Nah makanya ayo kita cintai lingkungan dimulai dari sekarang.
mereka lagi bikin wayang vcd sama wayang kardus

kegiatan mereka membuat tirai kertas dan boneka jari
Dengan informasi mengenai bahaya limbah, kami (baca saya dan team) memulai kegiatan membuat “mainan” limbah itu. Wah, mereka pintar-pintar dan hasilnya juga luar biasa lho.Pokoknya hari itu saya banyak belajar dari kepolosan anak-anak, belajar bertukar pengalaman dengan praja IPDN dan yang paling mengena dihati saya adalah saya belajar berbagi dan tulus melayani anak-anak. Ini sebuah pembelajaran yang luar biasa bagi saya. Teman baru, pengalaman baru, dan tentunya hari yang super hebat dengan generasi penerus bangsa kita. Karena aku anak Indonesia maka aku Cinta Indonesia
Thanks for Bunda Yanti dan Pak totok yang sudah memberikan saya kesempatan untuk terus belajar. Thanks buat temen-temen team yang solid. Buat praja IPDN yang sudah bersedia menyelenggarakan acara dan bersedia mengajak Tim Taman Pintar 199. Dan tentunya untuk anak-anak hebat! Tetep semangat mengejar mimpi kalian yah
Sedikit pamer, ternyata saya nggak kalah keren juga sama praja IPDN.Nggak percaya? Nih buktinya :D


2 komentar:

  1. :2jempol:
    taman pintarnya itu tetep jalan apa cuma pas ada praja IPDN kemarin saja chel?

    BalasHapus
  2. ttep jalan kok mas..soalnya itu salah satu bengkel kreatif yang ada di purwodadi :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya ..Ditunggu lho ;)