Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Anak dan Karakter belajarnya

Anak-anak itu lucu. Mereka unik dengan karakter yang berbeda-beda. So, terlalu jahat kalau kita sebagai pengajar “memaksa” mereka untuk duduk bersedakep dan biasa dikenal dengan istilah anteng itu. Sejujurnya kelas saya itu bisa dibilang kelas yang selalu ramai. Ramainya bukan dalam arti anak-anak berguling-guling kesana kemari, tetapi ramai dalam arti mereka menyelami karakter masing-masing. Oke kita bahas soal karakter belajar anak. Sebenarnya ini masih dalam tahapan belajar saya, tetapi tidak ada salahnya kalau saya share dengan rekan blogger, kan?
  • Saya menemukan seorang anak bernama Farida, dia cantik dan cenderung centil dengan temannya. Senang bergaul dan banyak teman juga. Saat belajar dia sedikit pemalu dan sulit berkonsentrasi jika anak-anak lainnya berisik. Atau ada sesuatu yang baru dilihat, maka ia akan terus memperhatikan sesuatu itu. Kalau saya menerangkan materi dengan gambar dia selalu memperhatikan, tetapi jika hanya dengan ceramah dia pasti enggan untuk memperhatikan. Kalau menurut pendapat saya, Farida ini tergolong sebagai anak yang memiliki karakter belajar Visual (melihat).
  • Kemudian saya memiliki seorang murid yang bernama Dani, Tama, dan Bagus. Dia anaknya periang, suka ngoceh dan bercerita, pandai dalam bergaul dan diap pemberani. Dani ini anak yang tergolong suka sekali dengan metode bercerita. Mereka lebih antusias jika saya memberikan sedikit dongeng saat pelajaran. Dan yang saya temukan terhadap si Dani, dia tetep cool mengerjakan tugas sekalipun anak disampingnya sedikit berisik (dalam artian berisik membaca soal dengan suara keras). Dan akalu disuruh membaca nyaring pasti ada 1 atau 2 suku kata yang kelewatan. Sedikit saya bisa menyimpulkan Dani, Tama, dan Bagus tergolong anak tipe Auditory (mendengar).
  • Si usil Dimas, anak ini selalu menghampiri meja guru setiap saya membawa sebuah alat peraga yang belum pernah dilihatnya. Pasti diraba dan diperhatikan dengan seksama benda “baru” itu. Ketika ada demonstrasi di depan kelas, Dimas yang selalu ingin mempraktekannya. Cenderung usil dan tidak bisa diam, selalu ingin mencontohkan apa yang dia lihat, dan akang mengantuk saat saya mendongeng,  dapat disimpulkan jika Dimas memiliki karakter belajar Kinestetik.
Ini sedikit pengalaman saya, jika tebakan saya ini salah saya mohon maaf karena [lagi] saya katakan masih dalam tahapan belajar memahami karakter belajar anak dan PR saya adalah bagaimana menangani karakter yang berbeda itu. Ada yang mau share? Ditunggu komennya yah.. salam guru kecil ^__^

3 komentar

  1. kecenderungan pada salah satu karakter pasti ada pada tiap orang... tapi bukan berarti tidak bisa belajar dengan cara belajar yang tidak sama dengan kecenderungan yan dimiliki kan?

    *sok pinter mode=ON
    :D

    BalasHapus
  2. wah keren bisa memperhatikan murid dengan segitunya

    BalasHapus
  3. @mas kriting: yup betul..mereka bisa belajar meski penangkapan mereka berbeda...angel lho
    @ardiansyah: ini juga masih belajar kok

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)