2 Juni 2012

Benar Benar Mahal

Menjelang ujian kenaikan kelas tingkat SD saya gencar mengadakan latihan ulangan harian. Gunanya apa, saya ingin membekali mereka dan kembali mengulas pelajaran yang sudah lalu. Pas giliran pelajaran IPA saya memberikan 10 soal di papan tulis. Dan mereka harus mengerjakan di buku tumpukan bersampul coklat itu. Sengaja memang saya beri materi yang bersifat umum agar pengetahuan mereka bertambah juga.

Di papan tulis terdapat soal seperti ini “Pemerintah saat ini sedang mengadakan sosialisasi penghematan BBM. Apakah kepanjangan dari BBM?”  dan ternyata gegerlah seisi kelas itu “aduh, opo yo BBM kui?” selang berapa saat ada yang nyeletuk “kui lho belekberimesengger” dan yang lain menjawab “kui kan hp to, ora kui” dan akhirnya ada yang bertanya kepada saya yang masih menuliskan soal di papan tulis “maaf bu guru BBM itu apa re, bu?” sambil menahan tawa sayapun menjawab “maaf ya anak-anak, kalau ibu jawab sekarang namanya bukan latihan ulangan. Coba ya dikerjakan sebisa anak-anak dulu baru nanti kita bahas, OK!” serentak mereka menjawab OK dan suasana kelas menjadi sedikit hening.

Sekitar 35 menit saya memberi waktu mereka untuk mengerjakan 10 soal IPA itu. Dan tibalah saatnya untuk mencocokkan dan saya melatih kejujuran mereka dengan mencocokan pekerjaan sendiri. Satu per satu pertanyaan dijawab dengan mulus oleh anak-anak. Nah, tiba di soal “Pemerintah saat ini sedang mengadakan sosialisasi penghematan BBM. Apakah kepanjangan dari BBM?”  saya tak kuasa untuk tertawa lepas dihadapan anak-anak. “hayo anak-anak kepanjangan dari BBM adalah…” seorang anak cerdas bernama Arinta menjawab dengan lantang “Benar Benar Mahal, bu guru” langsung saya kroscek “nak, kamu mendapat jawaban itu dari mana?” alhasil sebuah rasa bangga menyeruak di dada saya. Anak itu menjawab “saya nyari sendiri bu, ya gabung-gabungin kata begitu terus dapetnya ya Benar Benar Mahal, kan pas di TV ada demo tulisannya juga kayak gitu”.

Geli rasanya mendengar penjelasan Arinta, tapi bagaimana lagi itu jawaban super seorang anak kelas 2 SD loh. Dengan sedikit menahan tawa saya menjelaskan dengan pancingan-pancingan contoh dari BBM itu. Dan akhirnya ada anak yang menjawab “BBM itu Bahan Bakar Minyak bukan sih buk? Kok itu contohnya ada bensin, solar.” Akhirnya penjelasan dari saya berbuah manis. Saya pun menjelaskan “jadi anak-anak BBM itu singkatan dari Bahan Bakar Minyak yang sekarang ini memang harganya Benar Benar Mahal. Diingat-ingat ya BBM itu adalah…” serempak mereka menjawab Bahan Bakar Minyak. Sambil berlalu saya pun menjawab Bahan bakar minyak yang benar benar mahal. Dan riuh tawa mereka menghiasi kelas yang hari itu disibukan dengan latihan ulangan harian.
 ****
Lalu, apa kepanjangan BBM menurut teman-teman?

4 komentar:

  1. BBM = Bola Bali Mundhak
    :D

    BalasHapus
  2. wahahaha...bisa juga loh :D Bola Bali menyusahkan :p

    BalasHapus
  3. BBM = Benar Benar (Mimpi, Mabuk, Modar), hahaha...

    Guru ya..?? *Baru nyadar, hehe

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)