10 Juni 2012

Mendikte Anak?


Waktu kecil pernah nggak kita mengikuti sebuah lomba mewarnai?
Atau waktu kita sekolah dulu bapak ibu guru pernah ngajari kita mewarnai?
Kalau masih ingat pasti sering didengar dulu bapak ibu guru atau orang tua bilang “kalau daun itu hijau, tanah itu coklat, awan itu biru, blablabla”. Sebagai pengalaman saya dulu diarahkan seperti itu. Dan sampai saat ini masih melekat diotak saya kata-kata seperti itu.

Bicara soal seni dan salah satunya seni rupa, saya memang tidak jago. Tapi setidaknya saya bisa dan mengerti sedikit mengenai hal itu. Disekitar kita kalau kita perhatikan secara seksama alam itu tak melulu seperti apa yang dikatakan orang tua saya. Saya sering menjumpai awan berwarna hitam, abu-abu, ungu, orange, merah. Daun juga gak melulu hijau dan tanah juga gak melulu coklat. Pesan saya adalah jika kita mengajarkan hal kepada anak, bebaskan mereka berekspresi sesuai dengan perkembangannya.


Sebuah hal yang saya pelajari hari ini saat penyelenggaraan lomba mewarnai tadi, banyak diantara anak-anak yang berbakat mewarnai dan menggambar harus terhalang dengan kata diskualifikasi. Disayangkan memang, karena disitu saya dan teman-teman panitia terutama sie acara menemukan beberapa orang tua khususnya ibu ikut andil dalam kreasi si anak. Si ibu mendikte anak “daunnya ijo dek, langitnya biru, bajunya itu nanti kuning, goresannya kurang tebel” dan seperti itulah. Tentu dalam peraturan lomba orang tua dilarang membantu anak, tapi mungkin ini pemikiran si orang tua bahwa “anakku harus juara” namun yang ada anaknya malah menjadi korban. Dalam lomba tentu sportifitas harus dijaga, dan tata tertib ada bukan untuk dilanggar.


Saya hanya ingin berpesan kepada para Bunda hebat di negeri ini. Terkesan sok tau tapi saya juga harus belajar bahwa anak-anak itu unik. Akan sangat berdosa kalau kita menyamaratakan anak-anak yang kita hadapi. Mereka memiliki keunikan masing-masing. Begitupula dengan bakat anak pasti juga berbeda. Jangan dikte mereka untuk menjadi apa yang kita (orang tua) mau, tapi tuntun mereka menjadi apa yang mereka mau dan cita-citakan. Kata leader saya Hargai anak-anak sekecil apapun dengan begitu dirinya akan merasa orang-orang disekitarnya menyayangi dan memperhatikannya. 


Sedikit dari saya untuk orang tua hebat di negeri ini..Semoga bermanfaat :)

Salam



15 komentar:

  1. Berikanlah senyuman manis pada anak kecil agar dia merasa masih ada orang yang baik padanya, dan berikan juga senyum pada anak besar (dulunya kan kecil), siapa tau cocok di hati... #eh, LOL

    BalasHapus
  2. heran deh ya aku ma si blogger galau yang satu ini :s

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa lho..?? Itu komen pemanasan,, hehe.

      Hapus
    2. top deh buat rekanku yang satu ini..top ngebanyolnya :p

      Hapus
  3. >>>Hargai anak-anak sekecil apapun
    dengan begitu dirinya akan merasa orang-orang disekitarnya menyayangi dan memperhatikannya.<<<

    #saya suka itu :)

    BalasHapus
  4. Ini betul sekali Cheil ...
    Ibu saya adalah guru gambar di SMA
    dan beliau sering sekali menjadi panitia lomba nggambar ... entah untuk anak SD/SMP atau SMA

    Dan satu yang beliau selalu tekankan ...
    Bebaskan anak-anak untuk berimajinasi sendiri ... jangan pernah orang tua campur tangan ...

    Justru yang ditekankan adalah diskusi sebelum atau sesudah selesai menggambar ... mengapa begini ... mengapa begitu ...
    dan seterusnya

    Salam saya Cheil ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya om Nh....kalau dibatasi kasian kreativitas mereka nggak berkembang

      Hapus
  5. Anakku pernah mewarnai daun dengan warna coklat. Waktu aku tanya kenapa daun diwarnai coklat, dia jaw, ini sedang musim kemarau bunda... Daunnya pada kering...
    Memang benar anak-anak itu unik... bebaskan mereka berkreasi... agar tumbuh kreativitasnya...
    Salam ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo bunda niken..sebelumnya salam kenal.....wah anak bunda kreatif juga yah bun,....

      Hapus
  6. *catat

    sebagai laki yang masih lajang yang bermimpi punya keluarga super.. :)

    BalasHapus
  7. harusnya pesan ini nggak cuma kepada para Bunda hebat di negeri ini, tapi juga kepada para dewan juri lomba mewarnai itu Cheil... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dewan juri?????/kok bisaaaaaaa?????justru ini aku dapat dari mereka :D

      Hapus
  8. kan percuma kalo para ortu sudah membebaskan anaknya untuk berkreasi namun pas diikutkan lomba kena diskualifikasi... :D

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)