10 Juli 2012

Si Unyil

tokoh tokoh si unyil
Minggu siang saya tengah menikmati sebuah acara menarik di stasiun televisi swasta. Rival judul acara itu dengan mengangkat tema Upin ipin vs Si unyil. Sebagaimana kita tau keduanya adalah program anak-anak yang sekarang ini tengah ngetop di Indonesia. Namun bedanya si Unyil ini sudah ada sejak tahun 1981 dan Upin Ipin ada sekitar tahun 2007.

Dulu jaman saya kecil setiap pulang sekolah ngaji, saya selalu nongkrong di depan TV. Nunggu acara si unyil yang tayang sekitar pukul 4 sore (kalau gak salah ingat). Si unyil ini menceritakan kehidupan anak di desa. Baik dari segi kulturnya, persahabatannya, kehidupan sosialnya, dan yang paling saya ingat semangat pantang menyerah yang dimiliki oleh si Unyil. Boneka kayu ini terdiri dari beberapa tokoh yaitu si unyil, meilani, pak Raden, pak Ogah, mbok bariah, dan Usrok. Kalau dibandingkan dengan tokoh-tokoh di serial Upin Ipin sepertinya hampir sama. Namun bedanya Si Unyil tampil dengan konsep boneka dan Upin Ipin tampil dengan efek 3D.


Dibalik kesuksesan Si Unyil sekarang ini, saya justru prihatin dengan keadaan anak-anak sekarang ini. Saya melihat sendiri keponakan saya cenderung menyukai serial selain Si Unyil.Padahal kita tau, tanpa jasa dari Drs. Suyadi karakter si Unyil itu tidak akan lahir. Krisis tayangan yang berunsur edukasi saat ini memang cukup memprihatinkan, bagi saya memang ada beberapa tayangan yang berunsur edukasi namun ini masih kalah ratting dengan tayangan yang lain. Nah, PR juga bagi kita bahwa kita harus bisa lebih mengawasi adek-adek kita atau anak-anak saat menonton televisi. Sebagai mana kita tau usia anak-anak adalah usia SPONS dimana mereka pasti akan menyerap apa yang dilihat dan didengar. Sungguh ironis anak sekarang cenderung menyukai film berunsur cinta cintaan dibanding menonton tayangan edukasi.


Disini saya tidak akan membandingkan Si Uyil Dengan Upin Ipin, tetapi dari kedua serial itu kita dapat menyerap sisi positif dari kedua karakter tersebut. Si Unyil yang pantang menyerah dan Upin Ipin yang anti dengan kekerasan. Sebuah penghargaan dan hormat saya bagi pembuat tokoh Si Unyil yaitu Drs. Suyadi. Tanpa beliau anak-anak mungkin tidak mengenal si unyil. Seorang yang berjasa itu sekarang tengah dalam kondisi memprihatinkan dimana beliau tak bisa menikmati kesuksesan si Unyil. Dari tangan beliau sebuah hal kecil membawa perubahan bagi anak Indonesia saat itu. Tapi???? mana sih penghargaan bagi beliau?? Kita tau sendiri kan sekarang anak-anak lebih menyukai hasil impor.he..he..he.. Padahal buatan anak negeri itu nggak kalah bagus.



So, sebuah langkah kecil dapat merubah keadaan menjadi lebih baik. I believe that. Seperti yang dilakukan Drs.Suyadi denganmelahirkan tokoh si Unyil. Dan animator dari Upin Ipin yang melahirkan dua anak botak dengan gaya yang anti kekerasan. Sebagai jiwa muda, maukah kita membawa perubahan bagi negeri ini? Simple sekali yang bisa kita lakukan, AWALI dengan MENGHARGAI karya orang dan BELAJAR menciptakan sebuah INOVASI. Tentu kita harus meniru si Unyil juga yah, Semangat Pantang Menyerah. 


Sedikit dari saya semoga bermanfaat :)
Salam



7 komentar:

  1. alhamdulillah anak2 sy termasuk yg juga suka sm si Unyil walopun suka sm kartun2 lain juga :)

    BalasHapus
  2. Jiiaaaaaaaaaahh,,, Unyil kok posting Unyil?? Hahahaha,,,,
    Kabuuurrr....

    BalasHapus
  3. agak kurang setuju dengan ini nih..
    "Kita tau sendiri kan sekarang anak-anak lebih menyukai hasil impor.he..he..he.. Padahal buatan anak negeri itu nggak kalah bagus."
    menurutku anak-anak itu cuma tinggal terima jadi.. mereka nggak tau yang mana yang impor yang mana aseli buatan bangsa sendiri.. (itupun kalau ada pilihan, karena sepertinya sekarang produk aseli kita jarang diekspose)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yah...setelah aku cerna bener juga anak2 tuh receiver sejati yah mas...so..lagi-lagi peran ortu donk yg paling penting

      Hapus
  4. Waktu saya kecil juga lebih sering nonton Shincan, ketimbang Unyil, bahkan gak pernah deh kayaknya hahaha :D

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)