4 September 2012

Kamus Buku vs Kamus Elektrik

Jaman saya SD dulu sejak kelas 3 sudah dikenalkan dengan bahasa Inggris. Masih inget sih di otak saya dulu seminggu dua kali setiap hari rabu sama jumat jam 15.00 ada jam tambahan bahasa inggris. Masih pengenalan materi sih dulu dan banyak banget gamesnya. Nah dari itu juga saya menyukai pelajaran bahasa Inggris meskipun sekarang kemampuan saya masih belepotan kalau ngobrol sama bule.

 
Ngemengin soal English, kalau dalam tahapan belajar gak bakal jauh sama kamus. Iya kan? pastinya iya lah. Entah itu kamus bergambar yang isinya full colour and picture sampai kamus berkosa kata satu milyar yang di tengah-tengahnya ada sisipan present tense, past tense, past continous tense, and many more tentunya. Atau ndak kamusnya om Purwodarminto yang berwarna hitam yang kosakatanya lumayan eh ndak emang lengkap sih buat saya. Dari kamus itu kan kita bisa tau misalnya What itu artinya apa dalam bahasa indonesia atau sebaliknya. Bisa saya katakan kamus itu dewa penolong kita belajar English.
Saking pesatnya teknologi, banyak dijumpai di toko buku atau toko perlengkapan sekolah terdapat kamus elektrik yang fungsinya sama dengan kamus tapi ini jauh lebih praktis. Namanya manusia pengennya serba praktis kan, gak hanya makanan belajar pun juga pengen yang praktis. He..he..he..kalau kita bandingkan antara kamus biasa dengan kamus elektrik, dari segi pemakaian pun beda. Kalau kita menggunakan kamus buku kita harus jeli membaca setia kosa kata berdasarkan urutan abjad, sedangkan kalau menggunakan kamus elektrik kita tinggal ketik kosa katanya lalu tekan enter muncul deh artinya. Dari bobot kosa katanya menurut saya jauh lebih banyak kosa kata dalam kamus buku daripada kamus elektrik. Kamus buku bisa memuat kosa kata sampai semilyar sesuai dengan sampulnya :D sedangkan dalam kamus elektrik saya rasa tidak sampai semilyar, masalahnya saya pernah memakai kamus buku dan dibantu dengan kamus elektrik. Namanya anak SMA dulu pengen praktis juga jadi nyari dengan kamus elektrik malah ada beberapa kosa kata yang tidak ditemukan, saya beralih ke kamus buku ternyata saya temukan arti kosa kata itu. Ndak ada semilyar donk ya..hehehe

Pernah saya sharing dengan tentor saya di bimbel tentang kualitas dari kamus buku dan kamus elektrik. Miss Linda berpendapat kalau dia paling tidak berkenan ada murid yang menggunakan kamus elektrik. Dia lebih berkenan dengan muridnya yang masih menggunakan kamus buku sekalipun itu sudah terlepas dari lemnya dan lusuh tidak layak baca. “kenapa bisa begitu miss?” pendapat dia adalah, anak kalau sudah memakai kamus elektrik dia akan malas menggunakan kamus buku. Karena mereka akan dimudahkan dengan sekali ketik lalu enter keluar terjemahannya. Beda kalau anak mencari pakai kamus buku, secara tidak langsung mereka akan membaca secara sekilas kosa kata yang lain terlepas dari yang dicari. Misalnya begini anak akan mencari arti kata Where pastinya dia akan mengurutkan dari kumpulan kosa kata berawalan “W” sampai dia menemukan deretan kata “Where” sadar apa enggak anak kan sudah membaca sedikit kosa kata berawalan “W”. Sekalipun sekilas tapi kalau ada anak tipe long term memory pasti kan kalau nyari kosa kata berawalan “W” lagi bakal nemuin dengan mudah. 

Logikanya dengan menggunakan kamus buku kita mengajarkan anak untuk tidak malas terutama malas membaca. Dan kita mengajarkan cara belajar dan berfikir kritis kepada anak atau pada kita sendiri. Berbeda dengan pemakaian kamus elektrik, memang dirancang mudah tetapi kita lihat juga sejauh mana efek lain dari praktisnya itu. Akan memberikan efek malas atau justru memudahkan dan mempersingkat waktu. Bisa jadi kan pemakaian kamus buku membutuhkan waktu beberapa menit untuk mencari kosa kata sedangkan kalau pemakaian kamus elektrik bisa saja kurang dari semenit. Semuanya ada baik buruknya, dan itu tergantng dari sudut pandang kita memilih mana yang sesuai dengan kita.

Intinya, keduanya *baca kamus buku dan kamus elektrik sama-sama bagus dan memiliki fungsi sama. Membantu kita dalam mencari terjemahan kosa kata dalam English atau Indonesia ke English. Untuk pemakaiannya sesuaikan dengan tahapan anak dimana mereka perlu belajar menggunakan kamus buku. Kalau sudah lancar bisa ditunjang dengan kamus elektrik. Mudah bukan? Sedikit dari saya semoga bermanfaat bagi teman-teman:)


Salam saya

9 komentar:

  1. ya keduanya ada plus minusnya. saya suka kamus buku cuma agak kurang suka dengan beratnya. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe..memang berat ya mas karena ketebalannya :)

      Hapus
  2. Untuk yang kamus buku saya punya sejak smp, untuk kamus elektrik seperti itu gak pernah punya tapi pernah memakai 'n minjem punya'e temen :)
    Sekarang sih lebih suka 'sederet.com atau google translate' :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. suka yang praktis ni..tapi itu kan butuh koneksi internet gitu deh

      Hapus
  3. Kamus buku memang lebih komplit ya mbak, ada cara pengucapannya dan penggunaan kata-nya sbg apa..bisa sekalian belajar

    Sedangkan kamus elektrik untuk kepraktisan saja, kalau menurut saya
    sekarang saya lebih suka pake kamus yg lgsg diinstal di komputer, krn sehari-hari di dpn kompi trus

    Salam kenal mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya..semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemakaian masing-masing mbak......


      salam kenal juga :)

      Hapus
  4. jd inget dulu sy sp punya lebih dari 1 kamus ^^

    BalasHapus
  5. Kalo buat anak tipe short term memory keknya gak ngaruh baca deretan kata-kata di kamus, hahahaa. Sayang sekarang lebih akrab sama KBBI dibanding John Echol hehe :D

    BalasHapus
  6. entah kenapa koq aku masih belum terlalu 'sreg' dengan kamus elektronik ya?

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)