5 Oktober 2012

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Masih segar sekali dalam ingatan, minggu lalu baik di koran maupun televisi selalu memberitakan tentang tawuran antar pelajar. Miris sekali bagi saya, masa muda yang seharusnya mereka isi dengan mengukir prestasi justru diwarnai dengan saling adu kekuatan bahkan sok jagoan untuk menunjukkan "ini lho aku". Taruhan terburuk adalah nyawa melayang. Generasi muda yang harusnya menjadi penentu perubahan bangsa, mengapa mereka justru anarkis seperti itu?


Sekolah menjadi sorotan utama dalam kasus tawuran antar pelajar itu. Karena apa? seperti yang saya lihat perilaku anarkis mereka masih berbalut dengan seragam sekolah lengkap dengan atributnya. Tas sekolah yang biasanya dipenuhi dengan buku pelajaran, justru diisi dengan peralatan tawuran seperti benda tajam. Jam sekolah yang seharusnya mereka menimba ilmu, malah mereka gunakan untuk saling serang dan adu kekuatan. 

Miris kan melihat tawuran yang sekarang ini sedang tenar?
Apakah cukup dengan hanya saling menyalahkan pihak satu dengan yang lainnya?

Saya sedikit akan memberikan tips yang mungkin bisa kita terapkan, yuk mari disimak:

  • Terapkan Budi Pekerti
Budi pekerti merupakan ajaran dari jaman nenek moyang *kata bapak saya. Dan memang budaya jaman dulu selalu mengedepankan unggah-ungguh terhadap siapa saja. Mengajarkan bagaimana kita berperilaku terhadap orang tua sampai teman sebaya. Mengajarkan untuk saling menghargai tanpa mengedepankan rasa emosional dalam menghadapi suatu masalah.
Memang budi pekerti ini tak terlihat sebagai teori, tetapi dengan menerapkan dalam perilaku pasti akan dicontoh oleh orang yang melihatnya. Kuncinya disini adalah keluarga yang memegang peranan penting dalam pendidikan budi pekerti, dengan tambahan dari pihak sekolah. Satu perilaku akan jauh lebih bermanfaat dan nyata dibanding dengan seribu nasehat.

  • Tingkatkan keimanan
Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Dan disini saya melihat peranan penting dari keimanan seseorang dalam menghadapi setiap permasalahan yang menimpanya. Jika kita marasa takut dengan Tuhan tentu kita akan senantiasa ingat bahwa apa yang kita lakukan tentu Tuhanj uga mengetahuinya. Iman yang kuat akan menjadi benteng utama dalam diri untuk melakukan tindakan yang diluar batas norma. Caranya dengan khusyuk beribadah, mengaji, mengikuti kegiatan rohis, pengajian di lingkungan rumah, aktif dalam perkumpulan pemuda gereja dan masih banyak kegiatan keagamaan yang bisa diikiuti.

  • Aktif dalam kegiatan sekolah
Sekolah adalah rumah kedua dimana seseorang belajar *menurut saya. Maka dari itu sekolah perlu mengadakan dan kalau bisa mewajibkan murid untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Banyak sekali ekstrakurikuler yang bisa dipilih untuk mengisi waktu luang. Disamping mendapat ilmu, dengan kesibukan mengikuti ekstrakurikuler akan membuat anak mendapatkan tempat bersosialisasi dan bahkan akan memunculkan ide kreatif mereka. Atau mungkin sekolah bisa bekerja sama membuat event persaudaraan  dengan sekolah lain seperti "ekspo budaya dan kreatifitas SMA Huru Hara feat SMA Cinta Damai"

  • Celotehan anti anarkis dan tawuran
Seperti pada umumnya, koar-koar anti kekerasan dan anarkis juga perlu. Bisa kita membuat celotehan ala anak muda yang sedikit nyleneh "ojo tawuran to sayang, aku wedi yen kelangan sliramu" (jangan tawuran donk sayang, aku takut kehilangan dirimu) atau bisa juga dengan bahasa alay yang ikut booming juga saat ini "Tawuran itu nggak WOW banget loh, ciyus? iyah... miapah? mi amuh deh" ha..ha..ha.. (tawuran itu nggak WOW banget loh, serius? iyah... demi apa? demi kamu deh). 
Menurut saya, kalau  ada celotehan seperti itu bahkan sampai ada spanduknya  yang dipasang dipinggir jalan mungkin akan mengurungkan niat untuk tawuran setelah membacanya.


Dan tentunya, persahabatan itu seperti rel kereta api yang kadang dekat kadang renggang, kadang lurus kadang berbelok. Saling menghargai, menyayangi tentu akan membuat keadaan menjadi cinta damai. Gali kreatifitas, lakukan kebiasaan baik dan keimanan yang tinggi. Ingat ya, tawuran itu nggak WOW banget lho sobat. 
Sedikit tips dari saya. Semoga bermanfaat :)

Salam :)







29 komentar:

  1. Semangattt..... untuk kontesnya.... :D

    BalasHapus
  2. sukses, mbakk... aku mau ikutan juga ahh, moga aja ide cepat berhamburan datang :D

    BalasHapus
  3. Semoga sukses di perhelatan Pak De

    Salam saya Cheil ...

    BalasHapus
  4. hahaha ciyus bu guru gag mau tawuran :p

    miamu aku kacih nilai ceyatus deh (demikamu aku kasih nilai seratus deh) :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. ciyus deh niar...

      aduh ciyatus?maacih benjet yak niar :D

      Hapus
  5. Terima kasih atas partisipasi
    sahabat. Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  6. wah... saya belum pernah tawuran lohh.. boleh bangga gak? :D

    BalasHapus
  7. Empat hal yang penting untuk dicermati ya, Mbak. Semoga tawuran dapat dicegah. Semoga ngontesnya sukses ya...

    BalasHapus
  8. completely setuju..tawuran itu gak keren banget pokoknya, gak seruu, gak gaul...

    gud luck yaa

    BalasHapus
  9. Ditambah harus bisa jaga lingkungan pergaulan kita :). Kebanyakan warna yang ada di diri kita tercipta oleh lingkungan yang mempengaruhi dan membentuk kita...
    salam sukses buat kontesnya buk,

    BalasHapus
  10. Kayaknya kunjungan pertamaku disini yah, salam kenal aja dulu yah.
    Bu guru kecil memang harus ajarkan ini pada muridnya biar tidak tawuran ^._.^

    BalasHapus
  11. yup.. anak2 muda rasa ke-AKU-annya masih gede bgt.. Sebetulnya bagus sih.. Sekarang tinggal gimana mengarahkannya, jdnya kl rasa ke-Aku-annya tersenggol gak terpikir utk yg negatif

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah mbak..semoga nanti anak2 generasi penerus bangsa lebih memikirkan lagi masa depannya drpd hanya tawuran

      Hapus
  12. Semoga sukses kontesnya
    Tawuran bukan budaya bangsa kita, tak untungnya tawuran. Lebih baik berkompetisi secara sehat.

    BalasHapus
  13. #Info : Tulisan ini ke 12, searching pada Google :D

    BalasHapus
  14. Memperbanyak slogan dengan bahasa khas remaja adalah salah satu ide menarik menurut saya dan mudah untuk dilakukan.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan dengan slogan ala anak muda mereka jadi lebih mudah memahami

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)