Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Omah Kopi Purwodadi

Kali ini saya sedang asik menikmati siang yang cukup panas di kotaku. Setelah tadi pagi saya upacara bersama pak bupati dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di halaman kantor Setda Kabupaten Grobogan. Seperti biasa hengpon berbunyi dan sebuah pesan singkat melalui Whatsapp saya terima. Oh dari mas Riza rupanya *pipi memerah.

Selamat Hari Guru Nasional

"Engkau sebagai pelita dalam kegelapan..
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan..
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa"

Begitulah kiranya syair yang pernah diajarkan oleh guru saya dimasa saya mengenyam bangku SD. Bapak saya seorang guru dari kecil saya sudah diajari menyanyi, menulis, dan berhitung. Dan dari bapaklah diwariskan keinginan menjadi seorang guru.

Guru itu seperti malaikat. Seperti lentera yang menerangi kita dengan ilmu. Gurulah orang tua kita disekolah. Dan muridlah yang menjadi jembatan seorang guru kelak di surga nanti :).

Selamat Hari Guru Nasional. Setidaknya mari kita berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa. Jangan hanya semata untuk pemerintah, tetapi untuk bangsaku, bangsa kita Indonesia.

Terimakasih :)

Salam saya

-si guru kecil-

Mereka dan Kesibukannya


Kali ini saya tidak akan berpanjang lebar dengan barisan kalimat. Beberapa moment yang saya rasa ini sudah mulai "biasa" mereka lakukan di kelas maupun di luar kelas. Dan entah mengapa, saya sangat menyukai manakala mereka asik dengan dunia anaknya sambil sesekali saling beradu argumen dan memerintah satu sama lain.

Menulis Tegak Bersambung

Lagi dan lagi kali ini adalah postingan hasil diskusi dan eyel-eyelan sama mas Riza. Kegiatan dia tiap malam setelah magrib adalah menjadi mas guru untuk adeknya yang juga bernama Riza yang masih duduk di kelas 4 SD. Dia mengirim sebuah pesan singkat melalui whatsapp, memang kami sering ber WA ria sih..he..he..he..

Percakapan di monitor droidpun mulai berjalan...

Musisi Keroncong Purwodadi

Ini ceritaku di malam minggu tepatnya akhir bulan September kemarin. Kali itu memang malam minggu yang spesial buat saya, bertepatan dengan hari lahir saya, iseng-iseng saja ngajakin temen-temen buat dinner gitu deh. Setelah sebelumnya janjian buat bertemu akhirnya kita sepakat untuk memilih rumah makan yang asik buat ngobrol sambil makan gitu. Sengaja memang memilih agak minggir dari pusat kota, soalnya di Alun-alun purwodadi sedang ada konser esteh dua gelas eh salah band yang dipentoli si houpen itu dink. Tau kan siapa...