Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Catatan Perjalanan : Segarnya Air Terjun Semirang

Ini adalah postingan untuk si kakak yang ada di Dompu. Kakak Mae...simak ceritaku yah :)

Cerita ini adalah kenangan saya bersama genges saya dijaman kuliah. Tepatnya sekitar 3 tahun yang lalu. Jaman saya masih ginuk-ginuk dan unyu-unyu pastinya. Rutinitas perkuliahan yang full tugas dan pertemuan kuliah tak bisa dipungkiri dapat menimbulkan kejenuha tiada tara. Mau jalan-jalan sudah bosan dengan lingkup kota Salatiga, ke luar kota juga waktu tidak memungkinkan. Nah, akhirnya dengan tidak sengaja dan tanpa direncanakan secara matang siang itu kami berdelapan ada saya, Ayu, Lia, Noni, Reny, Ahmad, Angga, dan Iwan tancap gas ke kota sebelah yaitu Ungaran. Padatnya jalan raya Salatiga-Bawen-Ungaran membuat perjalanan cukup lama. Sekitar 45 menit belum lagi harus mengingat-ingat lagi tempat yang mau kita datangi. 


Perjalanan menyusuri jalanan raya itupun masih harus berbelok melewati gang kecil yang mana saya masih hafal betul itu adalah gang menuju kampus mbak jaman dia sekolah S1 di Stikes Ngudi Waluya Ungaran. Melintasi kampus itu kami menyusuri hamparan sawah yang kala itu mata termanjakan dengan pemandangan padi yang menguning siap panen. Belum lagi matahari cukup terik sekalipun mendung bergandulan di puncak gunung Ungaran.  Butuh sekitar 30 menit sebelum kita sampai ke lokasi yang saat itu masih menjadi misteri yang diberikan oleh si Ayu dan Angga. Memasuki sebuah perkampungan warga kami menitipkan sepeda motor kami yang menjadi teman setia dari Salatiga. Dan dari situ saya tahu bahwa kami akan menyambangi sebuah air terjun yang diberi nama Air Terjun Semirang yang terdapat di lereng Gunung Ungaran.

Begitu sampai di gerbang masuk kami berdelapan cukup membayar Rp 20.000,00 saja *mumer bukan. Senang hati saya karena sudah sampai di lokasi dan siap untuk berbasah-basahan. Begitu saya tanya petugas loket "pak, lokasinya deket pak?" dengan santainya bapak separuh baya itu menjawab "paling cuma setengah kilo saja mbak". Nyeploslah saya kalau cuma setengah kilo saja sih enteng dijabanin dengan jalan kaki. Karena saat itu camdig tak terbawa dalam ransel, dokumentasi sepanjang perjalanan dari loket menuju air terjun hanya dimiliki si Ayu yang waktu itu membawa handycam. Sepanjang jalan suasana memang benar-benar alami. Hanya ada jalan setapak yang lumayan becek tak ada ojek inilah yang menjadi jalan utama. Sesekali saya dan rombongan bersimpangan dengan warga sekitar air terjun yang menuruni gunung dengan membawa bongkahan kayu bakar di punggungnya. 

Selama perjalanan saya dan teman-teman merasa sedang dalam film petualangan Sherina pada scene Sadam hilang di hutan. Menikmati aroma alam yang masih benar-benar asri, banyak sekali pohon pinus dan cemara di sisi kiri dan kanan. Setelah lama berjalan kaki sudah mulai merasakan pegal dan capek. Berkali-kali harus rela berhenti karena saya terutama merasa kelelahan. Katanya setengah kilo nggak taunya masih harus berjalan setengah kilo lagi. Dan tiba-tiba gerimis tapi kami tetap nekat menuju ke air terjun. Akibat dari gerimis itu adalah jalanan menjadi sangat licin. Belum lagi rintangan pendakian yang cukup curam. Ada yang mencapai kemiringan 90 derajad menyerupai sudut siku-siku yang mengharuskan saya dan rombongan rela merangkak untuk melewatinya. Sudah capek, licin, banyak bebatuan yang lumutan akhirnya tanpa sengaja kaki kiri saya terkilir. Benar-benar perjalanan yang sangat melelahkan.

Namun, kelelahan saat mendaki menuju air terjun terbayar sudah. Saya dan rombongan disuguhi sebuah air terjun yang sangat indah. Air yang dingin dan segar membuat saya langsung nyemplung dan bermain dibawah jatuhan air tersebut. Rasanya perjalanan yang kurang lebih 1kilometer itu tadi terbayar sudah. 

*Pamer foto dulu biar nggak dikata Hoax :D
hust!! sedang bersemedi

bukan porno lho ini kak >_<

adhem brrrr!!!
BONCEL nih :)
Kurang lebih 2 jam asik berbasah-basahan, tepat jam 5 sore kami memutuskan untuk turun. Butuh sekitar 1 jam perjalanan untuk sampai ke parkiran motor. Perjalanan tak hanya sampai situ saja. Kami masih membutuhkan 45menit bahkan 1 jam untuk kembali ke Salatiga. Bersama rombongan dan motor buntut masing-masing kami kembali menyusuri jalanan Ungaran-Bawen-Salatiga. Begitu sampai kos saya langsung terkapar dan harus merasakan kaki cenat-cenut karena terkilir waktu pendakian. Namun itu semua terbayar dengan segarnya di air terjun Semirang. Wisata yang masih alami dan murah meriah lho kak Mae.

Ini ceritaku lho Kak. Biar ikutan nimbrung di "Catatan Perjalanan: Popcorn’s 2nd Anniversary”. Semoga menang!!! *amin..hahahahaha
 

27 komentar

  1. foto pertamanya lucu. hehehe

    BalasHapus
  2. dapat apa dr persemedianmu, nduk?

    BalasHapus
  3. dpt wangsit badanq yg kurus skrg ini :p

    BalasHapus
  4. Semoaga menang dalam kontesnya ya !

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    BalasHapus
  5. Tempat-tempat wisata memang harus disebarluaskan agar dikenal banyak orang termasuk wisatawan mancanagara.
    Apik lokasi dan modelnya
    Semoga berjaya
    Salam sayang selalu

    BalasHapus
  6. di lombok ada air terjun yang lebih besar lho.. :)

    BalasHapus
  7. Hihihihih. . .
    Bener2 masih unyu2, kakaaaaak. :P

    20ribu dapat snack, gak? :)
    2 jam berende apa gak dingin, mbaaaaaaa? :)
    Selamat ngontessssst. . . :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. snack bawa sendiri donk dek :D

      ya dingin sampe njedhindil lho

      Hapus
  8. wah... asyiknya.... jaman kulian dulu aku juga sering jalan2 dengan teman ke beberapa tempat. saat itu rasanya seperti burung, yah. hihi..
    sukses ngontesnya bu guru imut.

    BalasHapus
  9. Foto semedi itu ???

    enggak banget ...

    qiqiqi

    Salam saya

    BalasHapus
  10. Wah, menyenangkan ya perjalanannya. Berbasah-basahan di air terjun rasanya tak ingin pulang, meski badan sudah terasa kedinginan.

    BalasHapus
  11. Hahaha,,, asik, jadi Nyi Ronggeng ya?? Wkwkwk

    BalasHapus
  12. Saleum,
    Wuihh... enaknya mandi dibawah air terjun....

    BalasHapus
  13. capek langsung hilang begitu main air terjun yang segar dan indah...

    BalasHapus
  14. wah baru tahu kalau di Ungaran ada air terjun yg bisa buat cari pangsit ... :D
    semoga sukses ngontesnya ...
    Salam

    BalasHapus
  15. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam Giveaway Popcorn's 2nd Anniversary Ceicei,.. Sudah saya catat :)

    BalasHapus
  16. dimana2 kl jalan ke air terjun selalu bikin cape ya, tp terbayar stlh sp ke air terjun.. walopun utk baliknya suka males krn pasti cape lagi.. hehehe...

    BalasHapus

  17. informasi yang sangat menarik dan mengagumkan semoga anda menang dalam kontes ini dan jangan lupa kunjungan baliknya gan
    salam blogger jogja

    BalasHapus
  18. maksih ya mbak, tidak secara langsung anda mempublikasikan wisata yang ada di desa kami..meskipun jalan menuju kepuncaknya agak curam, tapi semua itu terbayar dengan keindahan AIR TERJUN SEMIRANG INDAH..semoga jg pemerintah, khususnya kmentrian pariwisata bisa memberikan atau membantu memperbaiki jalan menuju ke air terjun, biar tidak ada korban.
    sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya..semoga ini bisa menjadi daya tarik wisatawan lain.

    sukses selalu buat mbaknya....:)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)