17 Januari 2013

Pandangan Pertama Kehidupan di Dalam Rahim

Sabtu, 26 Oktober 2012  

Pukul 17.00 waktu kota Semarang, saya bersama mbak dan suami beserta kedua anaknya memasuki sebuah rumah sakit ibu dan anak di sekitar Pandanaran. Memang saat itu jadwal mbak untuk periksa. Berawal dari sebuah kehamilan yang tidak ia duga, Allah mempercayakan mbak untuk mengandung anak ke tiga. Senang tiada tara mendengar mbak saya hamil, itu berarti saya akan punya keponakan lagi. Dan sore itu saya menyempatkan diri untuk mengantar mbak bertemu pak dokter ganteng spesialis kandungan. *tetep ya genit*

Memasuki ruangan periksa, setelah berkonsultasi sebentar saya bersama mas ipar dan kedua keponakan saya dipersilahkan melihat sebuah monitor komputer. Sementara mbak menuju salah satu sudut ruangan yang disana sudah terdapat seperangkat alat USG. Begitu layar monitor tampil, saya takjub dan benar-benar takjub melihat sebuah kehidupan dalam rahim mbak. Saat itu janin berusia tepat 7 bulan dan saya melihat beberapa sisi dari si dedek yang sedang asik dengan gayanya di dalam rahim sang mama. Subhanallah, allahuakbar. Nafas kehidupan allah berikan dalam rahim mbak yang selama ini memang benar-benar mbak jaga dengan susah payah. Dari situ saya belajar bahwa menjadi seorang ibu memang membutuhkan pengorbanan yang sangat luar biasa. Dan Allah maha besar.


Selasa, 16Januari 2013

Siang yang cukup mendung. Jam 14.00 waktu kota Semarang, saya bersama adek menungu di depan ruang   operasi. Di dalam ruangan tersebut mbak sedang bertaruh nyawa untuk operasi caesar. Sebelumnya saya menjumpai mbak dalam kondisi stress pra kelahiran, dalam hati saya ikut bergejolak. Ya, hanya bisa berdoa dan bersolawat dalam hati sesekali saya berucap "lindungi mbak saya satu-satunya dan dedeknya ya allah". Setelah menunggu beberapa waktu, blackberry saya berdering dan saya melihat mas ipar yang sebelumnya dipanggil untuk memasuki ruangan operasi mengirimkan sebuah foto ke kontak bbm saya. Tampak sebuah foto bayi cantik dan mungil. Dialah yang 2 bulan lalu saya  lihat dalam sebuah layar monitor, kini dia sudah melihat indahnya dunia. Berada sangat dekat dengan pelukan sang mama dan belaian lembut papa. masih asik menikmati kiriman foto dari mas, tiba-tiba saya dipanggil untuk memasuki ruang isolasi pasca melahirkan. Disitu mbak sedang berbaring masih dengan lemasnya, dari sebuah kaca saya melihat senyuman bahagia mbak dengan dedek yang berada diatas dada mbak (waktu itu dedek lagi nenen.hahaha). Saya hampiri mbak saya dan betapa bahagianya saya melihat secara langsung dan pertama kali bagi saya kehidupan dalam rahim mbak kini sudah lahir ke dunia. Si mungil yang cantik membawa kebahagiaan keluarga besar bapak. Anak ketiga yang diharapkan menjadi anak solehah, berbakti kepada orang tua, taat beribadah dan bisa berguna bagi semua orang. 
rabu kliwon, 16 Januari 2013
Lahirnya si cantik

****
Allah, karuniaMu sungguh luar biasa. Dari berupa gumpalan darah dan selama 9 bulan 10 hari berkembang dan tumbuh kini saya melihat bayi yang lucu, mungil, dan cantik. Engkau memang benar-benar luar biasa. Indahnya pandangan pertama saat masih dalam rahim. Namun, pandangan pertama saat sudah lahir jauh lebih indah. Pengen? iya lah saya tetap menginginkan seperti mbak. Tapi semua pasti akan indah pada waktunya. Ini kisahku sekalipun yang mengalami proses operasi caesar adalah mbak, namun tak menyurutkan perasaan saya bahagia saya mendapat keponakan lagi. 


7 komentar:

  1. Selamat ya Tante Cheila
    Yang dulu diantar ke hermina ya?

    BalasHapus
  2. ALhamdulillah punya ponakan baru. Semoga segera bisa ngasih ponakan juga buatnya mbaknya ya hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haturunuhun akang..hayuk teh kita bikin ponakan #eeehhh

      Hapus
  3. Alhamudlillaah, senangnya bu Guru Cantik punya ponakan lagi. . ;)
    Hihihih, mungil dan cantik. Semoga menjadi anak yang sholehah dan sayang keluarga. . . ;)

    Akujuga pernah menemani tanteku lahiran, di caesar juga, Mba. Rasanya tuh ikut lemes dan was-was. ;)

    Terimakasih sudah ikut meramaikan sykuran di langakah Catatanku, Mba.
    Salam Senyum. . . ^_*

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)