Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Bapak dan Pensiun

Sebuah postingan tentang kekagumanku terhadap sosok bapak.

 *****

masa mudanya ganteng kayak anjasmara ^_^
Akhir-akhir ini saya sedang galau. Dan entah kenapa ingatan saya seolah ingin bernostalgia di jaman kecil. Kembali ke masa kecil, tepatnya begitu. Masa dimana saya masih banyak waktu untuk bermain dan belajar bersama bapak. Memang saya anak bontot yang lekat dengan sosok bapak. Dikit-dikit bapak, kalau dinakali sama temen mengadu ke bapak, pokoknya sampai dibilang anak bapak. Sedangkan mbak jauh lebih dekat dengan ibu. Memang dua anak perempuan ibu sama bapak ini memiliki sosok favorit sendiri-sendiri. Bukan berarti saya dan mbak hanya sayang sama salah satu orang tua kita lho ya.

Merdeka itu?

Merdeka itu adalah bebas.

Merdeka itu tidak lagi dijajah negara lain.

Merdeka itu bisa berekspresi sesuai yang kita mau.

Merdeka itu ketika tak ada lagi pertikaian lintas agama.

Merdeka itu ketika bebas nonton siaran tv dunia dan bisa internetan gratis.

Merdeka itu ketika anak-anak bisa mengenyam pendidikan tanpa dihantui SPP yang mahal.

Merdeka itu ketika kita mau memakai produksi dalam negeri.

Merdeka itu kalau negara kita bebas korupsi dan jadi negara mandiri.

Merdeka itu kalau mau mengabdi bersama anak-anak untuk belajar giat dalam mengisi kemerdekaan (red: bapak)

****


DIRGAHAYU RI KE 68 TAHUN

SANG MERAH PUTIH YANG PERWIRA, BERKIBARLAH SELAMA LAMANYA

Lebaran Ketupat

Masih dalam suasana lebaran ya temans. Saya ucapkan happy Eid Mubarak, minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin. Dapat angpao berapa nih dari sanak sodara? kalau saya sih udah nggak dapat, hahaha. Sudah tercoret dari daftar penerima angpao. Kasian yah? biasa aja deh. hahahaha.

Eid Mubarak

Bu Guru kecil dan seluruh kru yang bertugas mengucapkan


Jika ada salah dalam menulis postingan, candaan dalam membalas komentar baik di blog, facebook, twitter dengan kerendahan hati saya memohon maaf kepada semua teman blogger. Semoga dihari yang fitri ini kita bisa menjadi insan yang lebih bertaqwa kepada Allah. Amin.

Dariku Untuk Bapak

Menu sahur pagi ini, masih dengan menu sederhana. Tak ada rangkaian lilin sebagai penghias meja makan. Sesekali dia mengatakan "dek, nambah  lagi maemnya biar kuat". Perlakuan seperti anak kecil #i think, tapi itu yang selalu aku rindukan ketika jauh dari rumah.

Dia orang yang selalu mengabsen namaku ketika pagi mulai menyapa. Dia yang selalu menunggu di teras ketika aku pergi dan nggak pulang-pulang. Dia yang selalu mendengarkan keluh kesahku, dan dia juga yang menaruh harapan besar sebagai penerusnya di dunia kerja.

Ya, dia itu rajaku. Lelaki tampan itu hari ini tepat berusia 60 tahun (sesuai KTP) hehe.. Usia dimana dia sudah tidak muda lagi tetapi jiwa muda masih selalu berkobar, usia dimana rambutnya sudah memutih, usia dimana dia harus mau tidak mau purna dalam mengemban amanah dan pengabdiannya terhadap negara, usia dimana harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan.

Tak ada kado spesial, hanya sebuah sabuk kulit yang mewakili iringan ucapanku padamu pagi ini. Hanya sebuah doa yang selalu kuucap dalam setiap solatku "Tuhan, lindungi orang tuaku, berikan umur panjang, kesehatan, berkah dalam menjalani setiap rancanganMu karena belum mampu ku balas semua kasih sayang mereka". 

Selamat ulang tahun bapak, tetap menjadi lelaki kebanggaan keluarga kami. Jadi kakek terhebat dari dafa, fida, keisha. Semoga allah selalu melimpahkan rahmatNya kepada bapak. Aameen.
Like father like daughter 

Sang Praja dengan IRUPUSMEONG

Bertemu praja apalagi praja IPDN itu identik dengan penampilan nyentrik, bersahaja, gagah, tampak tomboy, dan tegas. Tetapi kali ini, dari beberapa praja IPDN yang saya temui ada seseorang yang berbeda. Mengenalnya lewat dunia blogging, menjadi silent readers blognya, dan melihat bagaimana cara dia menorehkan tiap kalimat dalam postingannya, tidak tampak image seorang praja. Jika saya menilai gadis praja ini narsis, rame, seru, seperti mas-mas dan terlihat supel.