Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamu tau hadiah terindah dari Tuhan itu apa?

adalah  KAMU.

Dalam doa tak pernah kusebut namamu, tak pernah ku meminta kehadiranmu, namun semua terjadi karena ridhoNya. 




Purwodadi, 13 Desember 2014
Enam hari menjelang kau ucap sumpah sehidup semati.

Dibalik Sikap Ibu

Ibuku tidak tamat SD, tetapi beliau adalah sosok yang sangat luar biasa bagi saya. Mungkin untuk menyadari bahwa beliau adalah sosok yang luar biasa sangatlah terlambat, karena memang ada jarak antara saya dengan ibu. Bahkan yang menyadarkan saya bahwa ibu itu segalanya adalah ruang yang menyeramkan yang bernama ICU. Ah ya, aku tak ingin ibu berada di tempat itu lagi.

Dengan kesederhanaan yang dimiliki, beliau mendidik dengan caranya yang keras dan disiplin bersama bapak. Bagiku sosok ibu sangat galak, tidak mau menuruti apa yang saya mau dan kolot. Tetapi didikan ibu memang terasa ketika saya sudah beranjak dewasa dan secara otomatis saya memaklumi mengapa ibu bersikap seperti itu.

Suatu hari sepulang sekolah, ibu mengayuh sepeda dibawah teriknya matahari. Berbagi boncengan dengan saya  yang kala itu masih mengenakan seragam taman kanak-kanak. Sepanjang perjalanan ibu mengajari saya bernyanyi dan berhitung, mungkin agar saya tidak merasakan panasnya matahari dan panasnya pantat karena lama berboncengan. Rutinitas itu dikerjakan ibu setiap hari selama saya sekolah TK, jarak yang cukup jauh tidak menyurutkan semangatnya untuk menyekolahkan dan mengantar jemput saya. Bagi ibu, pendidikan adalah hal yang sangat penting. “Ibu nggak lulus SD, tapi anak-anak ibu harus bisa sekolah setinggi-tingginya” begitulah prinsip yang beliau pegang.  Alhamdulillah dengan segala ikhtiar dan prihatin bersama bapak, jenjang demi jenjang pendidikan bisa saya dan mbak selesaikan. Sering ibu bercerita bahwa jika perempuan itu pintar maka nantinya akan bisa mandiri tanpa harus menggantungkan orang lain termasuk suami, bahkan jika memiliki pendidikan yang tinggi perempuan tidak akan diremehkan laki-laki. “Biar saja ibu yang bodoh nggak sekolah, tapi ibu harap anak-anak ibu bisa jadi orang yang pintar” begitu pesan beliau sampai sekarang. Dari ini aku belajar bahwa beliau ingin anaknya kelak menjadi orang yang sukses dengan bersekolah.

Cerita lain, dikala saya duduk di bangku SMA dan menikmati indahnya masa putih abu-abu. Masa dimana gejolak kawula muda sangat menggebu-gebu. Bagiku masa SMA tak seindah anak-anak yang lain, mereka bisa merasakan pergi bersama teman-temannya sampai malam, merasakan enaknya jatuh cinta dengan teman sekelas atau kakak kelas atau bahkan adik kelas, atau bahkan menikmati malam minggu dengan berkumpul-kumpul. Ibu adalah satpam yang paling menyeramkan, beliau disiplin dalam menerapkan peraturan jam belajar dan jam malam dirumah. Bahkan sampai tamu laki-laki pun dia sangatlah membatasi atau bahkan tidak ada yang berani datang kerumah. Karena bagi ibu, belum saatnya aku menerima tamu laki-laki dan bahkan merasakan yang namanya pacaran. Ketakutan ibu saat itu adalah karena pergaulan waktu itu cukup rentan dengan kenakalan remaja, ibu takut jika sekolah saya tidak lulus karena kenakalan remaja yang disebut hamil diluar nikah. Ah… sering sekali konflik dengan ibu dan merasa “kenapa ibu tidak pernah percaya denganku?”. Sama halnya dengan yang diterapkan dalam mendidik mbak kala itu, saat aku curhat dengan mbak dia hanya bilang “ibu memang begitu, nurut saja sebenarnya ibu sayang dan ingin menjaga anak-anaknya agar tidak salah dalam pergaulan”. Ya, setelah dewasa sayapun sadar bahwa anak perempuan itu memang butuh proteksi yang luar biasa tentu dibarengi dengan kepercayaan.

Kisah lain adalah ketika ibu sedang bertengkar dengan bapak. Jika dipikir-pikir biang keroknya saya. Pagi itu, masih terlalu pagi menurut saya. Ibu menggedor-gedor pintu kamarku, karena masih ngantuk sayapun malas-malasan untuk membuka. Begitu pintu kamar terbuka sebuah tamparan mendapat dipipi saya. Nangis seketika itu! Dan ibu memperlihatkan sebuah kertas yang malam itu seingat saya tertulis ungkapan kekesalan saya dengan ibu dan bapak. Mungkin karena saya merasa kurang diperhatikan, kurang disayang, dan saat itu meminta sesuatu namun cara saya salah. Merasa tidak terima saya ditampar bapak langsung memarahi ibu dan akhirnya adu mulut terjadi, saya hanya diam sambil menangis. Perkataan ibu yang saya ingat adalah “aku nggak mau punya anak manja yang apa-apa harus selalu dituruti! Kelak dia jadi orang tua dan hidup mandiri, jadi dia harus belajar menghargai orang tuanya”. Pertengkaran pagi itu, sampai sekarang masih sering terlintas diingatan dan jujur saya menyesal karena keegoisan saya telah melukai ibu kala itu. Jujur tamparan itu bikin kapok!

Ibu mengajari saya dengan jutaan teladan yang tidak bisa saya ceritakan semuanya. Ya, dibalik kerasnya ibu beliau selalu ingin mengajarkan dan memberikan yang terbaik sebagai bekal dikehidupan nanti. Ada satu pesan yang sering beliau katakan kepada saya “jika ibu nggak ada nanti, ibu minta sama mbak yang akur karena bagaimanapun juga mbak nantinya yang akan menjadi seperti ibu untuk kamu”. Dan saya nangis bombai mengetik ini semua, betapa nakalnya saya merasa tidak terima dengan cara mendidik ibu.


Hatinya selembut kapas namun ditutupi dengan sikap keras dan displin, hatinya penuh dengan lautan maaf terhadap semua kenakalanku, sempat hatinya penuh curiga dengan teman lelakiku yang membuatku enggan belajar, bahkan hatinya penuh dengan keikhlasan hidup sederhana demi kesuksesan pendidikan anak. Seperti yang saya katakan diawal, saya terlambat menyadari bahwa ibu adalah segala-galanya. Mungkin jika ibu tidak berada diruang ICU itu aku masih mengedepankan egoku demi kesenangan saya. Pelukannya sepulang dari tanah suci, dan bau tubuhnya yang penuh balsem kala itu menyadarkan saya bahwa tanpa ibu dan bahkan bapak saya tidak akan menjadi seperti saat ini. Bekal ibu untuk saya nanti sudah terlalu banyak atau bahkan kurang, namun saya yakin ibu sudah memberi yang ter ter terbaik. Ya, seluas samudra pun mungkin tidak akan bisa mewakili hati ibuku, karena ibuku luar biasa! Terima kasih bu untuk semua kasih sayangmu selama ini, terimakasih juga kau pilihkan calon suami untukku. 


Bapakku Terhebat

Dia sebagai partner kerjaku ^_^

Tak ada yang bisa aku ungkapkan untuk sosok lelaki ini. Sikap disiplin dan keras kepalanya terkalahkan dengan kelembutan hatinya. Tak pernah banyak kata yang beliau ucapkan, dengan segenap kemampuannya beliau memerankan sosok Bapak dengan sangat baik. Menjadikan sosoknya patut untuk dicontoh dan tidak dipungkiri selama ini beliaulah role model ku. 

Ah bapak, seberapa keras kepala dan galaknya bapak aku tetap menyayangimu. Matursuwun bapak, atur bekti kula marang Bapak

Pemanfaatan Teknologi Untuk Pembelajaran

laptopnya beramai-ramai 
Menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan serta memanfaatkan teknologi informasi rasa-rasanya sudah dicanangkan sejak pemerintah menetapkan kurikulum berbasis kompetensi. Dunia semakin maju diiringi dengan adanya globalisasi yang mana menuntut guru untuk mencetak generasi bangsa yang tak hanya pintar namun juga terampil. Fenomena yang ada disekitar ini adalah segala macam informasi dapat diakses dengan mudah semenjak internet snagat familiar dengan kita. Begitu juga dengan guru, mengembangkan pembelajaran yang inovatif sangatlah perlu untuk bekal mereka dan penunjang dalam kegiatan pembelajaran terutama bagi yang berada di sekolah dasar.

Pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde 50

Haluu…Pastinya udah nunggu –nunggu kan siapa pemenang TFP ronde 50 ini. Sebelumnya saya terimakasih banget atas partisipasi teman-teman dalam meramaikan TFP dengan tema kemarau. Sumpah lihat postingan foto teman-teman rasanya bingung juga milih siapa yang akan melanjutkan ke ronde berikutnya. Semua foto bagus dan memiliki keindahan masing-masing. Tapi yang namanya hidup banyak pilihan, jadi ya memang harus memilih.hahaha. dan pilihannya harus satu.

Galeri Peserta Turnamen Foto Perjalanan Ronde 50

Yuhu...
Kali ini postingan masih seputar TFP ronde 50 ya.. masih dalam suasana kemarau. Pastinya teman-teman punya cara sendiri bagaimana menikmati kemarau kali ini. Mau mengeluh panas-panasan, ngendon dikamar dan menikmati sejuknya AC, atau bercengkrama dengan yang terkasih di bawah pohon sambil nyrutup es degan. Duh...ada cara menikmati kebahagiaan sekalipun kemarau mendera. Ceileee......

Nah, saya bahagia banget nih beberapa teman blogger syudah menyetorkan jepretannya ke saya. Kalian yang belom saya masih setia menunggu kok sampai tanggal 16 ktober 2014. Buruan atuh,,,,, jangan sampe kelewatan TFP ronde 50. Hahaha...
Sebelum ngedisplay karya teman-teman, tengok dulu jepretan yang membuat saya jatuh cinta di kemarau ini...

Dandelion...


Turnamen Foto Perjalanan Ronde 50 : Kemarau

Aloha!!!!

Terkejut tiada kira mana kala "ketiban sampur" buat nerusin Turnamen Foto Perjalanan. Berkat tusuk konde warisan mbah putri dan jepretan ala kadarnya, ternyata berhasil memikat hati si gadis cantik yang lagi jatuh cinta ini Silviana Apple. Itu artinya, TFP nggak boleh berhenti kan yah, maafkeun jikalau agak lama, maklum mencari tema yang agak-agak gimana gitu cukup susah juga jeh. Atau cuma alasan aja karena saya malas *kemudian dikeplak* hahahaha.

Rukun Agawe Santosa Crah Agawe Bubrah

Aku teringat tentang cerita guru SDku sewaktu duduk di kelas dua dulu. Bahwa jaman dulu sering ada kegiatan bersama-sama di desanya untuk membersihkan lingkungan yang biasa disebut gugur gunung. Selain itu ada juga acara “sambatan” dimana para bapak bahu -membahu mendirikan rumah warga. Bisa dikatakan itu adalah tradisi yang sampai saat ini mungkin masih berlaku. Kalau di desaku masih ada tapi entah kalau di desa lain.

Tusuk Konde



Yang tersisa dari mbah putri, sebuah tusuk konde untuk mempercantik tatanan gelungan rambut putihnya. Kepada ibu, beliau wariskan  yang sampai saat ini tersimpan rapi di laci meja rias ibu. Kebayang betapa cantiknya simbah ketika rambutnya berhias tusuk konde "Doea Negara".



Booking Tiket Untuk Sepupu


Belom pernah naik pesawat itu rasanya… kayak orang paling ndeso sedunia. Ah biarin ajah, memang aku itu takut ketinggian apalagi kalau naik burung besi. Duh.. gak bisa kebayang kan  gimana rasanya. Tapi penasaran juga sih. Apalagi kalau naik pesawat rasanya Semarang-Jakarta cuma berasa sekedipan mata. Apalagi sekarang banyak juga kantiket promo pesawat. Aih…bu guru katrok. hahaha..

69 Tahun Indonesia Merdeka

mereka
Nak,
Malam 17an lalu mungkin di tempat kalian digelar acara tirakatan. Ya, tirakatan menyambut HUT RI yang ke 69. Dari rumah, ibu cukup mendengarkan lantunan sambutan dan doa setelah itu berlanjut dengan dendangan lagu-lagu dangdut. Ramai, ramai sekali. Kembang api mengudara dari sisi timur rumah ibu. Ah.. mereka gegap gempita menyambut esok hari dimana Indonesia akan berumur 69 tahun kemerdekaannya.

Gentong

Kalau di dapur ada benda yang cukup besar dan teronggok di sudut ruangan. Dari kecil sampe gedhe ini benda itu masih ada. Kalau aku nanya ke ibu, beliau jawab “itu warisan dari mbahmu..ibune ibu”. Muncul deh tanda tanya besar, kenapa benda itu yang dipilih ibu sebagai warisan dari mbah. Kalaupun dijual mungkin nggak laku. Tapi aku yakin benda itu memiliki kisah tersendiri buat ibu dan masa kecil ibu. Benda itu aku sebut Gentong.

Bersama Prabowo, Indonesia Bangkit!

Saya sudah capek dan lelah ketika banyak rakyat Indonesia seolah-olah membenci negaranya sendiri. Banyak yang mengatakan negeri ini sudah hancur, kasus korupsi dimana-mana, rakyat tidak makmur, bahkan pendidikan sangat mahal. Sering juga lihat di berita pertikaian antar suku, etnis agama, teror bom dimana-mana. Hatiku miris, inikah Indonesiaku?

Live Tiles di Nokia Lumiaku

Selama ini aku memang pemakai android. Gegara ada muridku yang sekarang udah SMP dia itu update banget soal IT (gurunya sampai kalah) dan sering bahas soal windows phone, akupun jadi penasaran. Kutanya deh dia pakai hp apa, dan begitu ditunjukin hp nya ternyata muridku yang bernama Beno itu dia pakai Nokia Lumia 1520. 

Saya Bangga Jadi Guru Untuk Indonesia

bersama mereka, kami untuk Indonesia
Seneng deh setiap hari senin sampai sabtu saya melihat mereka. Semangat mereka untuk belajar meskipun kami berada dalam lingkup serba sederhana. Sarana prasarana belajar yang sederhana, tapi saya berhasil membawa mereka memiliki mimpi yang lebih dari sederhana. Belum lagi ketika saya bertanya tentang negeri yang mereka cintai serempak anak-anakku bilang Indonesia. Rasanya, memang saya bangga menjadi anak negeri yang katanya negeri paling kaya, baik itu kekayaan alamnya, budaya, agama, sampai suku dan ras.

Jati Songo, Sisi Lain Waduk Kedung Ombo

Kedung Ombo di sisi Jati Songo
Menikmati eksotisme Kedung Ombo dari sisi kabupaten Grobogan rasanya sudah biasa. Pengen coba sesuatu yang baru? Mungkin jarang keekspose juga sih. Masih dalam lingkup Waduk Kedung Ombo juga kok. Seperti yang kita ketahui, waduk ini meliputi 3 kabupaten yakni Kab. Grobogan, Kab. Boyolali, dan Kab. Sragen.

Saya Ingin Berbicara Politik

Bukan pemandangan baru lagi ketika social media begitu hingar bingar soal pilpres. Seperti yang kita tahu, 9 Juli mendatang Indonesia akan menyelenggarakan yang katanya sih pesta demokrasi. Dengan kata lain bakal ada pemilihan presiden baru yang akan memimpin Indonesia selama 5 tahun kedepan. Sebagai warga negara yang baik tentu kita punya pilihan tersendiri mengenai capres, kebetulan ada 2 kandidat yang akan dipilih. Prabowo-Hatta Rajasa dan Joko Widodo- Jusuf Kalla.

Universitas Unik di Dunia


Melanjutkan sekolah di jenjang lebih tinggi rasanya sih impian bagi semua orang. Apalagi memilih jurusan yang memiliki prospek bagus di kemudian hari, bahkan lebih bangga lagi kalau bisa diterima di universitas terkenal. Namun ada yang berbeda dari beberapa universitas berikut, disaat universitas lain menawarkan arsitektur bangunan normal dan jurusan-jurusan yang nantinya mencetak sarjana-sarjana handal, justru universitas ini menawarkan hal yang unik bahkan aneh. Simak nih, beberapa universitas yang cukup nyentrik!

Warung Kopi Nawangsari

Semuanya pasti sependapat sama aku kalau kopi itu jenis minuman yang sangat merakyat. Entah dari kalangan menengah ke atas samapai kalangan biasa, entah itu cowok atau cewek, entah itu rocker sampai melankolis bisa nyatu melalui kopi. Bahkan kita perlu bangga donk sebagai orang Indonesia kalau ternyata negeri kita ini banyak sekali daerah-daerah penghasil kopi. Sudah tentu kan banyak banget berjejer warung kopi mulai dari café kelas elite sampai warung kopi biasa.

Kuliner Itu Bernama Swike Purwodadi

Ini tentang kuliner daerahku. Setelah kemarin aku bahas soal kesenian Langen Tayub, kali ini aku pengen bahas kuliner aja. Sebagian orang pasti sudah tau bahkan kenal. Apalagi khusus orang purwodadi, kebangetan pakai banget kalau nggak  tau atau bahkan belum pernah mencoba makanan ekstrim yang satu ini. Dibilang ekstrim bukan berarti maemya di pinggir jurang atau sambil salto yah, tapi dari bahan utama dari kuliner ini.

Hi England, Here I Come!!!!


Dulu jaman masih SD suka nanya ke bapak soal tentara berbaju merah dan berkepala lumayan gedhe. Kata bapak itu ada di negara yang jauh sekali. Di belahan bumi Eropa dan memiliki musim yang berbeda dengan Indonesia. Selain itu kerennya negara ini, bahasanya pun bisa jadi bahasa yang paling penting juga di Indonesia. Kata orang gak keren kalo gak bisa pakai bahasa ini, Bahasa Inggris. Aku sih PD ajah sekalipun pasif dan bisa yes or no. Ada juga Ratunya yang sangat terkenal banget. Tenar juga kan jaman dulu lagu anak-anak yang sengaja diciptakan buat mengenang beliau. Syairnya gini “Putri Diana yang baik hati…” lanjutannya aku lupa. Hahaha. Bahkan diotakku di negara ini banyak banget bangunan-bangunan dengan arsitektur keren deh, apalagi stadionnya. Begh..Ngiler buat kesana. Manalagi sih kalau bukan Inggris.

Pesan Sederhana

Cintanya sangat sederhana, sesederhana pribadinya. Tak pernah menuntut apa-apa dari bapak, bahkan di kehidupannya saat ini beliau cuma ingin membahagiakan keluarganya. Menikmati masa tuanya dengan bapak. Ibuku tak pandai soal gadget, SD saja tak lulus. Tapi Beliau memiliki cinta yang tak pernah lekang oleh waktu.

Yang Tersisa di Putih Abu-Abu

seragamku ><
Andai aku bisa memutar waktu, mengembalikan waktu sesuai dengan keinginanku, andai aku punya mesin waktu kayak punya doraemon, aku cuma ingin mengulang tiga tahun itu. Tiga tahun dimana kata orang masa-masanya ABG paling ranum, masa-masa dimana tahapan coba-coba sangat menggila, tahapan dimana gejolak pemberontak itu ada. Tahapan dimana cinta monyet itu juga masih ada. Ah!!!! masa itu, putih abu-abu!

Langen Tayub Grobogan

Di kotaku ini ada sebuah kesenian, penikmat kesenian ini biasanya kaum adam. Didominasi bapak-bapak tapi tidak jarang pula aku menjumpai anak muda juga menikmati kesenian ini. Meskipun hanya hitungan jari sih anak mudanya. Bahkan kalau ada kesenian ini, para kaum adam rela pulang pagi loh. Kesenian ini juga dibilang langka karena biasanya ada diacara hajatan nikahan atau sunatan bahkan tradisi sedekah bumi. 

Ujian Praktek Masak

Kiddos.. rasanya baru kemaren kalian kelas satu, eh gak taunya kalian udah jadi ABG yang bentar lagi masuk SMP kan yah.. Rasanya juga kalian lagi dimasa-masa paling stress mendunia. Kenapa? Banyak bener latihan ujian yang harus kalian tempuh demi perjuangan 3 hari. Setelah enam tahun kalian diisi oleh gurumu, tiba waktuya deh ya yang dikoar-koarkan sama mendiknas. Ujian nasional. Takut nilaimu jelek? Takut gak lulus? Ah.. seandainya ibu bisa bantu kalian ngomong ke pak menteri ya kiddos, mungkin ibu bakal minta kalau UN ditiadakan. Seandaninya.

Sang Patriot dari Jember : Letkol Mochammad Sroedji


foto dokumen pribadi :)


Data Buku :
Judul Buku      :  Sang Patriot, Sebuah Epos Kepahlawanan
Penulis           :  Irma Devita
Penerbit         :  Inti Dinamika Publisher
Cetakan ke     :  I, Februari 2014
Tebal Buku     :  xii + 268 halaman
ISBN              :  978-602-14969-0-9
                                                                                  

My First Journey: Aku, Temanku, dan Sepeda Baruku

Ini ceritaku dengan seorang sahabatku dari kecil. Namanya Ita, sedari kecil kita sering menghabiskan waktu bersama entah itu bermain, belajar, dan mengaji di madrasah sore. Bahkan kita sering disebut anak kembar. Kemana-mana berdua, baju hamper sama, sepeda sama, rambut juga sama-sama panjang, yang membedakan aku kurang pinter dan temanku Ita selalu jadi juara kelas. Hahaha..

Latihan Yuk! di Aplikasi Anak Cerdas


Dunia anak adalah dunia bermain dan belajar. Apalagi sekarang kemajuan IT memanjakan anak-anak dengan gadget keren macam tablet. Bukan hal yang aneh ketika anak jaman sekarang begitu lihai memainkan jemarinya dilayar tablet. Bisa dikatakan mereka asyik bermain game, bahkan tak jarang kalau anak sudah nyantol dengan tablet pastilah gak mau jauh-jauh. Efeknya sih mungkin anak akan malas membuka buku untuk belajar. Karena lebih asyik pakai ipad tentunya.  Ya gak?

A Place to Remember





bokeh di gerobag wedang ronde

Aku kembali menyelami lembaran memori di otak yang sudah ku tutup, dan aku membukanya. Waktu itu, kita dan teman-teman sedang bersama merayakan hari kelahiranku. Sebuah kado terindah yang benar-benar manis itu memang sengaja bapak ibu berikan ditambah dengan kesediaanmu menghabiskan waktu bersamaku, hari itu di ulang tahunku.


Etika Tangan Kanan


ngambil di google

Entah apa yang terjadi saat ini, apakah ini pengaruh globalisasi? Mungkin saya lagi kena virus nasionalis, eh bukan! Karena merasa janggal dan kurang pantas saja sih. Ini soal etika, dimana biasanya keluargalah yang menjadi guru utama dan paling utama mengenai sebuah etika. Selain itu peran masyarakat juga mempengaruhi etika seseorang. 

Saya ingat betul pesan bapak ibu dan pembiasaan sedari kecil. Kita biasa mengenalnya dengan etika tangan kanan. Dari dulu sudah terpatri bahwa tangan kanan lebih baik dari pada tangan kiri. Tangan kanan jauh lebih bersih dari tangan kiri,  intinya yang bagus-bagus untuk tangan kanan dan tangan kiri itu kebagian yang jelek-jelek. Kasian yah si tangan kiri.

Indonesia Hebat Melalui Peran Guru



berkibar di perahu nelayan. 
Saya selalu merinding setiap upacara di hari senin melihat bendera merah putih dikibarkan dengan iringan paduan suara khas anak-anak dan lagu Indonesia Raya. Melihat mereka berseragam putih merah lengkap dengan dasi dan topi. Berdiri tegak walau matahari menyengat (yang seharusnya sebagai cambuk yang mengingatkan kita tentang kecintaan kita kepada ibu pertiwi, tanah air kita yaitu Indonesia), memberi hormat meski saya yakin diantara mereka belum memahami apa arti dari penghormatan itu, mendengarkan pembacaan pembukaan UUD 1945 yang di dalamnya mengandung 4 tujuan bangsa Indonesia, menirukan pembacaan pancasila secara serempak, dan mendengarkan amanah dari Pembina upacara. Itulah fenomena setiap hari senin saat saya menjadi seorang siswa dan kini menjadi seorang guru. 

Mbah Wignyo

mbah Wignyo
Namanya mbah Wignyo, lelaki lanjut usia yang masih segar bugar ini berusia sekitar 75 tahun. Setiap hari beliau datang ke sekolah menemani cucu semata wayangnya yang bernama Ilhan. Ilhan belum genap 6 tahun, dan masih ingat betul di awal tahun ajaran baru kemarin mbah Wignyo datang menemui ibu kepala sekolah dan memohon ijin agar cucunya bisa ikut di kelas 1. 

Perempuanku yang Menua

kaos ibu [bukan] kaos kampanye :v
Bu,
Aku suka sentimen deh kalau disuruh cerita tentang ibu. Bukan aku nggak sayang atau gimana sama ibu, tapi aku tuh bingung harus dengan kalimat yang bagaimana aku menceritakan tentang ibu. Aku nggak pandai berpujangga atau bikin puisi romantis buat ibu. Tapi, aku tuh mending nunjukin langsung ke ibu kalau aku itu aselinya sayang banget sama ibu.

Candiolo

senja tadi sore
Ini tentang sebuah sore, senja dan obrolan ringan dengan temanku. Sebenarnya berburu senja kali ini ajakan iseng, tapi entah kenapa karena kita sama-sama larut dalam senja dan obrolan nostalgia rasanya senja sore ini begitu indah. Matahari senja tertutup mendung dengan menyisakan goresan oranye dan kelabu. Lensa mataku menangkap dengan jelas, dan tak lupa lensa kameraku membidik langit senja mendung sore tadi. 

Buku dan Kenangan

Hujan deras sore tadi membuatku metal alias mellow total. Setelah tadi terjebak dalam derasnya hujan ditemani segelas jus banana coffe dan cerita ngalor ngidul temanku, seolah-olah virus kembali ke masa lalu menghantui diriku malam ini. Ah, kali aja aku lagi masa-masa kangen ya. Jadi bawaannya ya gitu, mengurung diri di kamar, dengerin lagu sok romantis, sambil ngebayangin mas Van Persie ada di depanku. Ahhhh..apaan coba.. Nggak jelas!!

Aku, KEB, dan Srikandi Blogger 2014

KEB dan Srikandi Blogger 2014
Awalnya iseng dan ngandalin jimat "asal nyemplung deh buat rame-ramein acaranya". Kompor-kompor sih dari teh Nchi sama teh Chi, udah gitu cit cat sama mak Icoel. Nah, semakin terkompori akhirnya ikutan aja kirim tentang diriku di ajang Srikandi Blogger 2014. Ajang penghargaan yang menurutku bergengsi banget lah ya, KEB nih pencetusnya. Keren kan!! setelah tahun kemarin mama Alaika yang menyabet mahkota Srikandi Blogger 2013. Mama, aku masih ingat pertemuan singkat kita di Solo waktu ituh *peluk mama Alaika*. 

#MyDreamVacation : Dari Berjemur sampai Uji Nyali

Aku sering bilang ke murid-muridku "Bermimpilah nak, setinggi apapun mimpimu. Dan jangan pernah takut buat bermimpi karena mimpi itu gratis". Ya gratis, orang kalau tidur aja suka mimpi ya, hahaha. Bicara soal mimpi, aku juga punya mimpi yang banyak banget. Mulai dari mimpi pengen jadi dosen, kepala dinas pendidikan, sampai mimpi pengen jadi menteri pendidikan nasional. Belum lagi mimpi yang dari kecil udah ada di otakku. Aku pengen keliling Indoesia. Indonesia saja? sepertinya cukup  Indonesia dulu, kalau Allah ngasih kesempatan  buat langsung keliling dunia aku nggak nolak. Alhamdulillah deh...

288 Tahun Kabupaten Grobogan

3 Maret 2014, tepat berumur 288 Kabupaten Grobogan. Mungkin masih merasa awam dengan Grobogan. Tapi sebuah kabupaten yang dikelilingan pegunungan kapur ini memiliki sejarah dan kekayaan lokal lainnya. Memang aku sendiri masih belum paham mengenai kotaku sendiri. Ya setauku di kotaku terkenal dengan swikee kodok, selai pisang, nasi pecel Gambrengan, sayur becek khas orang punya hajatan, tempe kripik, Waduk Kedung Ombo, Bledug Kuwu, Api Abadi Mrapen, Sendang Keongan, Air terjun Widuri, Bukit Menawan, Sendang Coyo, sampai Bukit Pandang Jati Pohon. Itu semua yang ada di daerahku, apalagi kalau bukan Grobogan.

Teguran Sayang

Anak-anakku sekarang menjadi malaikat kecil dan penurut. Jujur, itu sangat membosankan. Akhir-akhir ini nggak ada urat nadi di leher yang kelihatan saat memarahi kenakalan mereka. Hahaha... Mungkin karena bu gurunya cengeng kali ya. Ada murid nakal dan nggak bisa diatur sampe-sampe berlinangan air mata *lebay* buat nasehatin. Kehabisan kata-kata and prinsipku no bullying in the classroom. Cukup senyum dengan jargon "Duh gusti paringono sabaaaarrrrr".

Ketemu Mak Ida Nur Laila

Hidup di kota kecil, maju sih enggak mundur juga enggak. Pokoknya Purwodadi gitu-gitu ajah. Nggak ada mol gedhe, nggak ada gedung bioskop macam XXI, nggak ada pantai ataupun laut tapi adanya pegunungan kapur. Istimewa kan ya.. hahaha... Ada swikee, ada pecel gambrengan, ada garang asem, ada ayam goreng Noroyono, ada simpang lima, alun-alun. Dan yang paling penting di Purwodadi itu ada saya!! the one and only, makhluk Tuhan yang manis dan gingsul tumbuh dan berkembang di kota kecil bernama Purwodadi. 

Untuk Nama Yang Tak Disebut Semesta

senja dokumen pribadi



Masih ingat senja indah itu? Senja dimana kita nikmati bersama. Jingga, dan kamu mengatakan jingga itu indah. Subhanallah, luar biasa ciptaanNya. Mega berwarna keemasan bercampur jingga, semilir angin diatas bebatuan yang menjadi singgasana kita menikmati senja. Ah, ini sangat indah. Terlebih kamu ada disampingku. Hanya bisa berkata “Nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.”

Bukan Review Untuk Pungky

cantik, cerdas, dan JARANG mandi!!!

Pungki,,,,

Bahagia itu...

Subyektif banget, bahkan mungkin nggak ada standarnya.
Letaknya di hati, dekat dengan keihklasan dan ketulusan...








Menawannya Bukit Menawan

Menawan, sebuah desa yang bagiku sangat asing bin unik di telinga. Bukan Adhit namanya yang sangat bangga memamerkan desa kesayangannya, tempat teman gendutku ini dibesarkan sampe sebesar gajah *anggap aja bongsor badannya*. Dari cerita Adhit banyak hal yang dapat dinikmati di Menawan. Dan yang paling bikin penasaran katanya ada bukit. Pikiranku langsung melancong sampai ke Jember, dimana Mas Hakim dan Mbak Prit selalu bercerita kalau banyak gumuk disana. Apa iya sih di Purwodadi yang notabene dikelilingi pegunungan kapur ada gumuk?yakali.... Ah, Adhit benar-benar membuatku penasaran!!Puas loh?

Tentang Jerawat dan Sex

gambar diambil disini
Saya terlibat dengan percakapan yang membuat grogi dan bingung untuk menjelaskannya kepada mereka. Berawal dari Amel yang terlihat ada jerawat 1 biji di pipinya. Bagi teman-temannya jerawatan identik dengan memikirkan pacar. Nah, ini percakapan siang itu di kelas disela pelajaran bahasa Indonesia. Nggak nyambung ya sama pelajarannya...hihihihi. Biarlah!
***

Mengantar Peri-Peri Bersayap Pelangi

Perpustakaan kami kedatangan Peri-peri loh. Nah peri-perinya bersayap pelangi pula.  Waktu itu sepulang sekolah di kasur ada bingkisan cantik yang sudah diantar pak pos. Dan bingkisan itu sudah dibuka ibu rupanya. Tertulislah sebuah nama pengirimnya disitu Pungky Prayitno. Peri baik hati yang mendonasikan bukunya untuk perpustakaan panti asuhan Yatama. Alhamdulillah.

Road To Srikandi Blogger 2014


Teman-teman...ini sekilas tentang saya yang waktu itu naskah saya kirimkan di seleksi Srikandi Blogger 2014....

Siapa Cheila Si Guru Kecil???
bapak ibu dan saya ^_^
Perkenalkan, saya adalah Chela Ribut Firmawati, S.Pd yang terlahir di kota kecil Purwodadi, 29 September 1989. Terlahir dari keluarga biasa yang keseharian bapak dan ibu bekerja sebagai seorang petani, dan sekarang ini Bapak adalah seorang pensiunan pengawas sekolah TK/SD. Pendidikan saya lalui layaknya anak-anak pada umumnya, bersekolah di TK Trisula Perwari II hanya selama 9 bulan kemudian lulus dan masuk jenjang SD. Tingkatan SD saya bersekolah di SD Negeri 3 Purwodadi, lulus SD saya melanjutkan di SMP Negeri 1 Purwodadi, kemudian sekolah di SMA N 1 Toroh, dan pendidikan tertinggi saya lalui selama 3tahun 10 bulan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga dengan memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Begitu lulus saya sekarang mengabdikan diri sebagai seorang guru SD.

Perempuan Dan Internet Untuk Pembelajaran

Guru adalah sebuah amanah yang mengandung pengabdian. Seberapa besar gaji yang di terima memang tak sebanding dengan sebuah kepuasan yang didapat ketika didasari dengan keikhlasan untuk berbagi dan mengabdi. Perempuan memang memiliki naluri untuk menjadi seorang pengajar dan pendidik, ibu contohnya. Sedari dalam perut ibu lah yang membisikan kelembutan dan kasih sayangnya kepada kita. Dan saya mengatakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia adalah perempuan.

Internet, bu guru, recorder, dan mereka ^_^

#2 Anak Muda Berbagi Ceria

Kamis, 23 Januari 2014. Seharian Purwodadi diguyur hujan. Berita banjir dimana-mana (Alhamdulillah Purwodadi bebas banjir), ke sekolahpun terlambat. Kami (saya, Duwik, Aulia, Roni dan Adhit) sepakat untuk survey lokasi untuk perpustakaan mini rencana AMBC. Menerjang gerimis kami segera memutuskan untuk berangkat tepat jam 12.00 waktu bagian Purwodadi. Sampai di lokasi, kita langsung babibu...casciscus masalah dekorasi. Setengah jam kami di lokasi dan akhirnya setelah mencatat bahan-bahan dekorasi kami berpencar untuk membeli bahan yang kami butuhkan. 

Anak Muda Berbagi Ceria

enarsis dan rembug dadakan
Menjelang magrib saya menerima sms dari teman SMP saya. sebuah kalimat bertuliskan "Cheila, Duwik... ba'da isya ada acara? butuh bantuan kalian nih..." Sebenarnya sms itu tidak hanya ditujukan kepada saya, tetapi untuk teman saya Duwik. Tanpa mikir panjang jemari saya mengetik kalimat balasan sms tersebut, sampai deal lah untuk berkumpul di rumah saya ba'da Isya.

Tepat ba'da isya, datanglah teman saya yang mengirim sms tadi. Dia bernama Roni dan ditemani Aulia. Saya dan Aulia memang masih bertanya-tanya ada apa sih Roni minta berkumpul di rumah saya ba'da isya. Dengan muka penuh tanya Roni masih menyimpan sebuah rahasia kecil untuk kami (saya dan Aulia). Sebelum penjelasan dari Roni mengucur deras dari bibirnya, sebuah martabak manis yang dibawakan Roni dan kopi hangat suguhan ibu terpampang di depan kita bertiga. Memang malam itu Purwodadi terasa begitu dingin.

Pendapatku Tentang YKS

Saya boleh berpendapat kan? 
Nggak bakal di demo kan kalau saya bahas ini?
Semoga aja aman deh, soalnya pernah di protes teman-teman sekelas pas punya pendapat yang beda. Bukannya kita berhak mengeluarkan pendapat seperti yang diatur dalam UUD 1945 pasal 28E ayat 3 "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat,berkumpul, dan mengeluarkan pendapat". Andai mereka sadar bahwa berbeda pendapat itu adalah hal yang wajar, asal nggak pake emosi. *tertunduklesu*

Nikmatilah

Karna rencana sang Pencipta selalu LEBIH INDAH daripada keinginan kita...



Allah memang menyimpan dengan rapi apa yang menjadi kehendakNya. Dan manusialah yang menjadi pelaku dari semua skenario yang telah Dia tentukan. Sedari rahim ibu dimana Dia memberikan segala ketentuanNya, entah itu hidup, mati, jodoh, maupun rezeki. 

Banyak hal yang saya temui bahkan saya alami sendiri selama saya belajar "menjadi' dewasa (sampai saat ini saya masih tetap belajar). Entah itu bahagia, menyedihkan, mengecewakan, atau bahkan benar-benar menyakitkan sampai susah rasanya untuk move on. Dikatakan galau, memang iya. Tetapi semua itu adalah proses... Kalau kata teman ganteng saya 'Itu adalah proses pendewasaan, jadi nikmatilah".