Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Nikmatilah

Karna rencana sang Pencipta selalu LEBIH INDAH daripada keinginan kita...



Allah memang menyimpan dengan rapi apa yang menjadi kehendakNya. Dan manusialah yang menjadi pelaku dari semua skenario yang telah Dia tentukan. Sedari rahim ibu dimana Dia memberikan segala ketentuanNya, entah itu hidup, mati, jodoh, maupun rezeki. 

Banyak hal yang saya temui bahkan saya alami sendiri selama saya belajar "menjadi' dewasa (sampai saat ini saya masih tetap belajar). Entah itu bahagia, menyedihkan, mengecewakan, atau bahkan benar-benar menyakitkan sampai susah rasanya untuk move on. Dikatakan galau, memang iya. Tetapi semua itu adalah proses... Kalau kata teman ganteng saya 'Itu adalah proses pendewasaan, jadi nikmatilah".

Seperti beberapa cerita dibawah ini.. Maaf bukan untuk menggurui, tetapi saya ingin berbagi saja.


  • Menjadi guru wiyata bakti. Sebuah pilihan pengabdian "tanpa tanda jasa". Dengan "gaji" tak seberapa, tugas dan tanggungjawab yang banyak, namun kesejahteraan tak diperhatikan *katanya*. Bahkan banyak diantara teman-teman saya yang lebih memilih untuk meninggalkan pengabdiannya. Tetapi, bagi saya setiap pilihan memang ada konsekuensinya. Manis ataupun pahit konsekuensinya terima saja... Nikmatilah..
  • Kegagalan saya dan teman-teman diantaranya. Belum lolos dalam tes CPNS. Menjadi PNS mungkin impian dari beberapa diantara mereka (termasuk saya). Saat itu rasanya memang kecewa, kecewa sekali. Kami (saya dan teman-teman) sudah mempersiapkan diri dengan belajar. Tetapi ternyata hasilnya belum sesuai dengan harapan kita. Ya sudahlah diterima saja dan nikmati saja
  • Sore hari hp saya berbunyi dan mendapat sms baru dari nomor baru juga, "hai bund, apa kabar? lama ya kita jarang bertemu di bimbel. Kapan datang ke bimbel saya kangen" . Setelah berbalas sms ternyata teman saya meminta waktu untuk bertemu dan ingin sekali curhat dengan saya. Baru setelah ber-sms ria saya tahu bahwa saat ini sahabat saya sedang dalam proses perceraian dengan suaminya. *Sabar ya bund..*
  • Sebuah penantian jodoh. Galau ini galau, saya dan mungkin beberapa orang disana mungkin memiliki pemikiran "kapan ya berakhir masa-masa ini?" apalagi melihat teman-teman sudah banyak yang menikah dan bahkan ada yang sudah memiliki momongan. Maaf, bukannya iri. Tapi bukankah Allah menciptakan hambanya secara berpasang-pasangan? *Jomblo? nikmati saja*


Dari hal-hal yang saya temui dan saya alami diatas sepertinya memang sebuah proses dimana Allah menguji kesabaran dan ketabahan kita. Satu hal yang saya tekankan disini adalah, saya belajar dari teman ganteng saya  bahwa apapun yang terjadi "Nikmati saja..." dengan ikhlas. Karena memang apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Dijalani... Dinikmati... Disyukuri... dan percayalah pada akhirnya semua akan indah. Tentu dengan waktu yang tepat. Jadi apapun itu... Nikmatilah...



33 komentar

  1. Saya setuju dengan teman ganteng mu ...
    Nikmati saja ...

    Tapi tetap ... ikhtiar ...
    itu wajib ...

    ... menikmati ikhtiar ...
    ... ikhtiar menikmati ...

    Salam saya Cheil ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya om..sayapun begitu....menikmati namun tetap ikhtiar

      Hapus
  2. Hidup memang perjuangan yg tak henti-henti ya. Setiap episod memiliki kesusahannya sendiri-sendiri dan tiap-tiap orang memiliki pertempurannya sendiri-sendiri. Jadi, mari kita nikmati saja, karena kita tidak sendirian ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju,,,kita tak sendiri,,,masih ada Tuhan :)

      Hapus
  3. Semua sudah tertulis.
    Karena yang tertulis itu kita tidak mengetahui maka kita berkewajiban untuk berikhtiar dengan sungguh-sungguh disertai doa yang tak putus-putus.Apakah usaha dan doa kita akan berhasil segera,lama,ditunda atau diganti dengan yang lebih itu urusan Allah Swt. Hasilnya kita harus tawakal.

    Ketika saya diperintahkan untuk mengikuti test dalam penugasan Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB di Namibia saya justeru getol seholat tahajat agar saya tidak lulus dan tidak berangkat mengikuti operasi di negara yang jauh itu. Tetapi Tuhan tak mengabulkan doa saya. Saya lulus dan ikut bergabung dengan Kontingen Garuda dalam misi UNTAG. Hasilnya ? Luar biasa.
    Tuhan tahu apa yang terbaik bagi hambaNYA.

    Sabar dan syukur itulah sikap orang yang beriman,Nduk.

    Ingat, Allah Swt akan murka jika hambaNYA tak mau berdoa.
    Guru adalah opengabdian yang mulia. Teruskan.

    Semloga sehat dan sukses selalu,Nduk

    Salam sayang dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuhhh Pakdeeee :D
      Suami saya juga lagi niat banget jadi peacekeeper ke Lebanon, tapi saya gandoli.
      Semoga pilihannya menjadi yang terbaik untuknya :'D

      Hapus
    2. Pakdhe,,,,makasih banget advicenya yaa :)

      peluk sayang buat pakdhe

      @Mbak melodia..semoga itu pilihan terbaik ya :)

      Hapus
    3. Melodia Mandala.
      Hoeee jangan digandoli Jeng...
      Itu penugasan yang keren dan buanyak manfaatnya lho

      Hapus
  4. Alloh sayang padamu Chiela *peluk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bang gendut...seperti kamu menyayangi adikmu iniihhhhh

      Hapus
  5. Supeerr... Inspiring.. Salam buat teman gantengmu nduk... Semoga senantiasa diberi jawaban distiap do'a yang telah dihajatkan dan yang diinginkan... :) *Amin

    *SaHaTaGo (Salam Hangat Tanpa Gosong) Pojok Bumi Kali Bayem - Yogyakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin,,,sudah saya sampaikan pesannya lho bang :)

      katanya salam kembali :)

      Hapus
    2. numpang ngamen :::
      bole chudiaaaaa bole kanggenaaaa

      *mlipirrr

      Hapus
  6. Dijalani... Dinikmati... Disyukuri... dan percayalah pada akhirnya semua akan indah. Tentu dengan waktu yang tepat. Jadi apapun itu... Nikmatilah... <-- setuju banget say!

    Selama kita masih bernafas, maka proses pembelajaran memang akan terus kita petik selama kita masih berusaha untuk memetiknya secara baik dan bertanggung jawab. Apa yang terbaik menurut kita, belum tentu terbaik menurutNya. Memahami kalimat ini terkadang sulit, tapi benar adanya, ketika waktunya tiba. :)

    Salam sayang,
    Alaika

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak,,nikmati dan sabar tentunya..selain sabar juga solat....

      salam sayang mbak Alaika :)

      Hapus
  7. Peluk......
    Selamat menikmati ya.....
    mudah sukarnya itu tergantung persepsi kita. Yang penting jangan putus harapan ya.
    banyak temanku yang masih pengabdian sampai sekarang. tapi ia sanggup menjadi kepala keluarga dengan gaji ala kadarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup mami....
      gak boleh putus asa :)'

      peluuukk....

      Hapus
  8. Nikmati saja, itu juga yg selalu saya pegang sampai saat ini. Bukan tanpa alasan kalau saya ikut bilang, semua memang indah pada waktunya. Soal jodo misalnya, saya menikah disaat teman2 seangkatan anak2nya udah pada sekolah. Pengennya sih nikah umur 25-an gitu, tapi dikasihnya pas umur 30. Ternyata saya diberi waktu oleh Allah untuk mengurus dulu ibu yg sudah sakit.

    Trus saat harus kehilangan adiknya Fauzan, sempet kecewa. Tapi kalau kita bisa menikmati yang Allah kasih, mata hati makin terbuka untuk selalu bersyukur.

    Semangat ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat buk,,,
      iya belajar bersyukur :)

      Hapus
  9. Hidup adalah keberulangan. Apa yang terjadi pada kita pernah terjadi kok pada orang lain. Kamu nggak sendirian. :)

    BalasHapus
  10. Kita sudah bicara banyak ketika ketemu
    Jadi gak ada yang perlu saya tuliskan lagi untuk menghiburmu
    Sabar dan solat itu kuncinya
    Nikmati saja, pahit manisnya hidup akan membentuk dirimu kelak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak esti....makasih yaaa advicenya selama ketemuu di purwodadi :D

      Hapus
  11. jadi-jadi semoga segera berakhir masa-masa jomblo nya dan semoga diterima menjadi guru PNS pada seleksi yang akan datang. aamiiin

    http//jarwadi.me/
    http://jarwadi.blogdetik.com
    http:

    BalasHapus
  12. Semoga akan indah pada waktunya ya mak,,,

    BalasHapus
  13. Teman Gantengmu itu so sweet sekali Bu Guru..
    Betul kata dia bahwa apapun yang terjadi dijalani, dinikmati disyukuri karena syukur merupakan tingkatan iman paling tinggi. Saya bilang tinggi sebab menyangkut keyakinan. Ih kok jadi ceramah sih hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang orgnya sweet banget mbak yun..hehehehe....

      gpp saya siap mendengarkan ceramah :D

      Hapus
  14. Sakjane iso menikmati temenan ora sih, Mba. Hahahah
    Daripada menikmati, saya mending menyibukkan diri. Karena saya bukan tipikal orang yang bisa menikmati ketidak indahan hidup. Hahahahaa

    Dengan bersibuk, saya bisa dengan mudah melupakan ketidak indahan hiduup!. :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. menikmati sudah bisa..insyaallah bisa sih..

      ki juga menyibukkan diri aku...wahahahahaha...

      Hapus
  15. walah-walah hidup ini ndak indah to Idah sama dong ane juga lagi suntuk dan galau dirumah, ndak bisa menikmati suasana kayaknya ingin move on dari jogja ke kalimantan.......
    suruh ngelanjut kuliah ...
    kuliahnya malah ngebosenin jadi terpaksa mau keluar di suruh balek ke kampus lagi...
    malang nasibku yang tidak bisa menikmati hidup

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas opik malam minggu galau level dewa...hahaha

      kalo kata temen gantengku sih dinikmati saja mas

      Hapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)