22 April 2014

A Place to Remember





bokeh di gerobag wedang ronde

Aku kembali menyelami lembaran memori di otak yang sudah ku tutup, dan aku membukanya. Waktu itu, kita dan teman-teman sedang bersama merayakan hari kelahiranku. Sebuah kado terindah yang benar-benar manis itu memang sengaja bapak ibu berikan ditambah dengan kesediaanmu menghabiskan waktu bersamaku, hari itu di ulang tahunku.




Kita, berjalan menyusuri keramaian jalanan itu. Jalanan yang tak pernah sepi dari aktifitas manusia. Banyak pula yang dijajakan orang disana dan banyak pulang yang terpikat untuk membawanya sebagai buah tangan. Bahkan, tenda lesehan berjajar di sepanjang jalan itu. Satu tenda kita datangi dan disitulah kita masih bersama teman-teman mengobati cancing-cacing diperut yang sudah berteriak kelaparan.

Jemarimu menggenggam tanganku, langkah kaki yang seiring ditambah dengan syahdunya malam itu. Sengaja kita habiskan terpisah dari teman-teman karena aku berkata “aku ingin menikmati suasana ini berdua denganmu” dan kamu pun menjawab “akan kita ulangi lagi suasana ini setelah kita menikah”. Ah… rasanya aku seperti terbang menembus langit ke tujuh. Rayuan atau janji? Entah…

Aku dan kamu mungkin sepakat, bahwa kota ini memang pantas untuk dirindukan. Kotanya, suasananya, keramahan penduduknya, kulinernya, romantismenya, musisi jalanannya. Ah… mungkin saat itu aku terbuai dengan cintamu, sudah aku kunjungi tempat itu berkali-kali tapi tetap aku selalu rindu untuk datang dan datang lagi.

Suatu saat aku mengunjungi tempat itu lagi, sendiri? Ah tidak, aku bersama temanku. Kembali menyusuri dan membelah keramaian aktifitas manusia di tempat itu. Tanpa kamu. Tanpa genggaman tanganmu, tanpa langkah kakimu yang mengiringiku. Masih sangat jelas diingatan, bahwa kita pernah meninggalkan jejak kaki kita disini, melukis kenangan manis di tempat ini saat usiaku genap 24 tahun, dan diatas jejak kaki yang tertinggal disana itulah ada janji kita untuk kembali mengunjungi tempat ini suatu hari nanti. Dan waktu menjawab bahwa kita tidak akan lagi datang ke tempat ini bersama.

Tapi satu hal, tempat ini memang pantas dirindukan… keramaiannya, musisi jalanannya, tenda lesehannya, hiruk pikuknya, dan bermacam barang yang dijajakan pedagang. Tempat itu, mengingatkanku tentang kamu dan semua kenangan kita... 

Malioboro Jogjakarta.

pict from kak Eru

Postingan ini diikut sertakan dalam kontes
“A Place to Remember Give Away”




30 komentar:

  1. Cheila... gambar waktu di malboro keren banget deh. Apalagi yang cuma kamu doang yg berwarnanya. aku suka yogya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya makasih mak..aku juga suka jogja :)

      Hapus
  2. Seeeer... Romantise postinganmu :)

    BalasHapus
  3. Kenapa nggak bisa sama2 lagi ke Malioboro mak? :( Kemana pria yang mengajakmu jalan2 itu? *kepo sama ujung cerita, hehe

    BalasHapus
  4. Jogja memang ngangenin, mba. Jadi inget seseorang, hehe :D

    BalasHapus
  5. aahh jogja..memang tempat yang penuh kenangan..rasanya tak puas bila hanya sekali berkunjung....lalu bagaimana kisah selanjutnya dengan pemilik jemari yang menggenggam tanganmu.....,
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kisah selanjutnya??? ganti judul...hahaha

      Hapus
  6. Ah....patah hati kayaknya ! Rak mari-mari...

    BalasHapus
  7. Wuih... udah jadi aja postingannya. Cepet bangeeeeet. Sukses, bu guru. ^^

    BalasHapus
  8. Keren fotonyah....cieeeee.....saya jg kangen jogjah ;)

    BalasHapus
  9. huwaaa...sesama perindu jogja ternyata :)

    BalasHapus
  10. wah.. saya org jogja lo.. bikin sama makin cinta aja sama jogja, hehe

    BalasHapus
  11. iya,...kota gudeg selalu membuat rindu, juga untukku...

    BalasHapus
  12. Uhuuuuk2. ..
    Fotone Mamase endiii? Ben tambah romantis lho. . . :D
    Muvon. . .

    BalasHapus
  13. saya baru sekali ke Yogya. Pengen lagi kesanaaa....

    BalasHapus
  14. foto di Malioboro yang sebelah kiri itu bagus :)

    BalasHapus
  15. sepertinya mensugesti saia untuk kembali meng-ingat-ingat potongan-potongan hidup yang sudah lagi tak ku ingat.......
    ah, smoga sukses.....

    BalasHapus
  16. lampu kay agitu dulu sering aku pakai kalau mati listrik, sekarang jarnag yang pakai ya. eh maaf jadi OOT omennya cheila

    BalasHapus
  17. Ah lagi-lagi saya menemukan tulisan yang begitu kompleks penggambarannya,, pengen belajar nulis yang seperti ini.. apa seh mbak tipnya ? hehehehehe

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  19. Tulisannya bikin org pengen kesana lagi (jogja)

    cheil, yg poto hitam putih itu keren loh

    BalasHapus
  20. Kuharap itu janji yg ditepati, agar tak ada sepi di hatimu.

    BalasHapus
  21. Aku kangen jogja dan cewek2 nya chiel

    BalasHapus
  22. I think I know the story behind these photos xixixixi....

    Terima kasih sudah meramaikan GA A Place to Remember ini. Good luck.

    BalasHapus
  23. Dakuh juga punya kenangan di Malioborooo, hiiiiks...Cheilaaa

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)