10 Mei 2014

Sang Patriot dari Jember : Letkol Mochammad Sroedji


foto dokumen pribadi :)


Data Buku :
Judul Buku      :  Sang Patriot, Sebuah Epos Kepahlawanan
Penulis           :  Irma Devita
Penerbit         :  Inti Dinamika Publisher
Cetakan ke     :  I, Februari 2014
Tebal Buku     :  xii + 268 halaman
ISBN              :  978-602-14969-0-9
                                                                                  
      
Epos kepahlawanan, dipikiranku langsung kepikiran tentang sejarah. Dan biasanya bagiku sejarah itu membosankan bikin ngantuk dan jenuh. Begitu melihat sampulnya rasa penasaran sudah mendominasi pikiranku. Novel apa sih ini kok based on true story. Dan begitu aku membaca lembar demi lembar ternyata ceritanya seru. Cerita  disajikan secara apik dan tentu saya terbebas dari kejenuhan.

Sang Patriot, Sebuah Epos Kepahlawanan. Karangan dari mbak Irma Devita, merupakan karyanya yang kedelapan diantara buku-bukunya yang bertema hukum dan menariknya lagi novel ini diceritakan berdasarkan kisah nyata. Dimana Letkol Mochammad Sroedji adalah kakek dari mbak Irma Devita. Gimana nggak bangga coba, kakeknya adalah pejuang daerah!! Jadi bagi yang belum mengenal siapa pahlawan dari Jember ini, melalui novel ini diceritakan dengan lengkap mengenai siapa letkol Sroedji dan perjalanan kehidupannya, cintanya bahkan perjuangannya untuk bangsanya.

Dalam novel ini, diceritakan dengan lengkap mengenai masa kecil Sroedji, impiannya untuk bersekolah, menemukan tambatan hatinya yang bernama Rukmini, kehidupan rumah tangga dengan keempat anaknya, bahkan masa-masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Sroedji, selain dicintai istri dan keempat anaknya, dengan pembawaan yang tenang dan bijaksana sosoknya juga disegani oleh anak buahnya. Semangatnya yang membara memacu dirinya untuk bergerak melawan penjajah.

“Sekarang Bu… sekarang saatnya aku membangkitkan diri, membela tumpah darah,” kata Sroedji berapi-api.

Tak hanya dari sisi perjuangan saja, mbak Irma juga menceritakan kisah cinta dan pengorbanan Rukmini selama mendampingi Sroedji. Seorang istri yang rela mengubur mimpinya untuk melanjutkan ke sekolah tinggi hukum dengan gelar Meester in de Rechten. Terlihat bagaimana kesetiaan Rukmini terhadap suaminya, memberikan dukungan terhadap keinginan Sroedji sekalipun hatinya berat melepas sang suami.

“Pak, ikuti kata hatimu. Sudah jadi tekadmu menjadi pembela tanah air. Jangan khawatirkan Cuk, Pom atau aku. Kami tidak pernah sendirian. Allah selalu beserta kita, Pak. Aku ikhlas,” ujar Rukmini mantab meski di relung hatinya sempat menyelinap perasaan sedih.

Berperan sebagai Komandan Brigade Damarwulan, sosok yang tegas, disiplin dan berani ini mampu menjadi penyemangat anak buahnya.

“Mengapa kalian harus takut mati dalam pertempuran? Kalian hanya diminta memilih satu diantara dua kebaikan… bertempur lalu menang, atau mati sebagai syuhada yang oleh Allah dijanjikan surga. Ingat! Satu pilihan di antara dua kebaikan. Jadi kalian jangan takut mati demi harga diri bangsa dan negara yang kita cintai ini.” Tak henti Sroedji menyemangati anak buahnya, “kalian tidak usah takut! Allah senantiasa berada di pihak yang benar.”

Novel ini benar-benar menghadirkan suasana yang sangat berbeda. Imajinasi yang ikut melayang berdasarkan alur cerita mampu membawaku merasakan emosi, ketegangan, keharuan, bangga, pengorbanan, nelangsa, dan kekejaman yang tersaji dalam cerita. Benar-benar jauh dari rasa bosan sekalipun saya membutuhkan jeda beberapa saat untuk memahaminya. Bahkan novel ini sangat recommended bagi anak muda jaman sekarang yang sedikit mengetahui tentang sejarah.

Meskipun ada beberapa istilah asing di dalam cerita, rasanya sangat lengkap ketika di akhir cerita disajikan daftar istilah. Sempat angkat satu alis di awal-awal halaman karena menemukan istilah asing yang belum aku pahami. Terdapat juga istilah daerah dan dialek khas Jember yang disajikan namun tidak mengurangi seru dan asyiknya membaca novel ini. Jadi tunggu apa lagi, belajar menghargai perjuangan dan pengorbanan baca aja Sang Patriot, Sebuah Epos Kepahlawanan.







14 komentar:

  1. Novel ini memang mengasyikkan untuk dibaca....serasa terhanyut dalam alur ceritanya yang mengalir....
    selamat berlomba..semoga menjadi yang terbaik'...
    keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  2. Bagus reviewnya Nduk
    Semoga berjaya dalam lomba
    Salam sayang selalu dari Surabaya

    BalasHapus
  3. Iya, ceritanya asyik diikuti ya, mba. Apalagi pas bagian ketemu di pasar itu :D

    BalasHapus
  4. Aku baru sekali ini membaca novel perjuangan spt ini... awalnya kukira membosankan tapi ternyata asyik juga :)
    Gutlak utk kontesnya :)

    BalasHapus
  5. novel ini mengjak kita untuk lebih menghargai sejarah,

    salam,
    Sukses,..

    BalasHapus
  6. Dialek jemberan dan suroboyoan hampir mirip. Yang kelihatan jemberannya adalah 'beh'...

    [arep ditinggal, eee... malah ana cegatan. ampuuun....]

    BalasHapus
  7. Good luck ya Cheila, aku gak ikutan kontesnya

    BalasHapus
  8. wah harus beli novel nya nih

    BalasHapus
  9. Good luck ya cheila...
    Sang Patriot ini menjadi salah satu buku favoriteku :0

    BalasHapus
  10. reviewnya ok. sempetin mampir ke sini juga ya http://goo.gl/Y3tLE3 dan http://goo.gl/VlYgLE makasih. salam :D

    BalasHapus
  11. Tidak ikutan lombanya soalnya belum punya novelnya mbak. Sukses untuk Give awaynya.
    Ngomong-ngomong kunjungan perdana nih mbak, salam kenal yah, kalau berkenan, mampir juga di blogku yah :)

    BalasHapus
  12. Terima kasih untuk review keren dan partisipasinya ya cheila. :)

    BalasHapus
  13. Hai Cheil, makasih ya sudah turut menyemarakkan :)

    BalasHapus
  14. Resensi bagus mak...

    salam
    http://ceritajengyuni.blogspot.com/

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)