19 Juni 2014

Saya Ingin Berbicara Politik

Bukan pemandangan baru lagi ketika social media begitu hingar bingar soal pilpres. Seperti yang kita tahu, 9 Juli mendatang Indonesia akan menyelenggarakan yang katanya sih pesta demokrasi. Dengan kata lain bakal ada pemilihan presiden baru yang akan memimpin Indonesia selama 5 tahun kedepan. Sebagai warga negara yang baik tentu kita punya pilihan tersendiri mengenai capres, kebetulan ada 2 kandidat yang akan dipilih. Prabowo-Hatta Rajasa dan Joko Widodo- Jusuf Kalla.


Saya gak paham soal politik, bahkan saya males dengan yang namanya politik. Tapi begitu muncul 2 kandidat presiden, Alhamdulillah ada yang nyangkol di hati saya. Mungkin yang punya kontak bbm saya akan tau siapa yang saya pilih. Sesekali saya koar-koar pilihan saya dan perlu digaris bawahi disini, saya berusaha untuk tidak menjelek-jelekkan kandidat yang tidak saya pilih. Seperti yang ada di social media saat ini, timeline penuh dengan bahasan soal capres ini maupun itu. Jujur, saya bosan. Sungguh!

Saya bosan karena selama ini yang ada bukan untuk mengkampanyekan hal-hal positif dari masing-masing kandidat. Kalau saya menilai kok justru jatuhnya ke saling hina ya… Capres A yang beginilah, capres B yang begitulah. Kadang suka ngompor-ngompor juga sih, bermaksud iseng karena seru. Saya contohkan ketika debat capres putaran kedua tayang, saya bbm teman saya “eh… istrinya jagomu sekarang berjilbab loh” Niat saya adalah Cuma memberi tahu karena sebelumnya teman saya bbm dan mengatakan enggan untuk mengikuti debat capres , tapi respon yang saya dapat justru berbeda. Teman saya menjawab dengan argument yang isinya adalah salah besar jika saya memilih kandidat pilihan saya itu. Oke.. saya terima..

Lagi, saya memasang status “tegas dan ambisius itu berbeda loh”. Ada bbm masuk dengan jawaban “ambisius yang tertangkap”. Respon saya “ah…pandangan orang beda-beda”. Lain lagi ketika saya memasang logo dari salah satu capres, saya menerima bbm yang isinya begini “warna itu melambangkan berani dan ambisius, mau Indonesia dipimpin orang seperti itu?” dan respon saya cukup saya kasih emot smille. Saya berusaha kalem, karena bagi saya debat capres malam itu unik karena moderatornya. Halah…

Oke, sekarang saya ingin berargumen. Begini, boleh lah kita punya jago, boleh lah kita mengidamkan jagoan kita itu akan menang dalam laga 9 Juli mendatang. Tapi, coba deh kalian pikir. Apa iya kita saling menghujat kandidat A atau B? Apa iya kita harus membaca status yang mengagung-agungkan capres A atau B? Bagiku, beda itu hal wajar tapi yang tidak wajar adalah ketika TIDAK BISA menghargai perbedaan. Tuhan aja menciptakan manusia cowok cewek, isi otaknya beda, IQ nya aja juga beda-beda. Masa cuma karena beda pilih presiden trus jatuhnya ke saling hina, caci maki pol-polan? Hellow…kalau boleh bilang dibayar berapa kalian?

Saya tau kita pengennya punya pemimpin yang baik, bersih, merakyat, anti korupsi, dan semua yang baik-baik. Karena apa? Sebagai warga negara saya miris melihat tatanan negara kita ini, duh Gusti kenapa negaraku begini. Tapi kembali lagi, jangan sampai Persatuan Indonesia ini terpecah belah hanya karena kamu dukung Prabowo atau kamu dukung Jokowi. Ayolah, belajar untuk berdemokrasi dengan baik, berkomentarlah jangan sepedas sambal dan tabokan sandal, berpikir kritis boleh tapi jangan jatuhnya ke sok keminter kalau orang jawa bilang. Jangan hanya mengorek sisi buruknya, manusia itu seperti 2 sisi mata uang. Dibalik kebaikan pasti ada keburukan, begitu juga sebaliknya.  Yang baik saja menurutku gak ada, yang buruk tok juga menurutku gak ada. Semua tergantung dari bagaimana cara pandang kita, pola pikir kita.

Berbeda itu boleh, tapi tetap satu Indonesia. Mau salam 2 jari lah, mau pilih garuda merah lah pastikan 9 Juli nanti jangan sampai golput yah. Saya berharap hingar bingar di social media segera mereda, tapi asyik juga sih hajatan 5 tahun sekali. Hahaha..dasar! Mau presidennya Jokowi lah, Prabowo lah toh juga saya masih tetap cari duit sendiri, dan gak ada pengaruh juga soal jodohku.Ahahaha…. (kalau ini Cuma guyonan saja loh ya…)
jyahahahaha


Salam damai… Indonesia satu.. Indonesia Hebat!!!
salam...

31 komentar:

  1. Di era keterbukaan sekarang kita mesti jeli dlm memilah informasi sekaligus jg berhati2 dlm berekspresi. Pilpres ini cuma kebutuhan jangka pendek (cuma 5 tahun, kan?) maka tak perlu lah yg berlebihan begitu. Luasnya media adalah keleluasaan. Biasanya keleluasaan itu menguji kedewasaan, bahkan utk tokoh nasional sekelas Amin Rais atau Wimar Witoelar sekalipun. Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kritis nih...yang ada kan sekarang jatohnya ke fitnah

      Hapus
  2. aku menahan diri untuk ngomong tentang capres ini di FB, belom siap konsekwensinya hehe

    BalasHapus
  3. eeeaaaa....saya pilih no comment,kalo scroll ke bawah da infonya menarik,tebar jempol aja,,,kl wegah'i lanjut cari yg adem hehehe....salam 10 jariii *dadah dadah :D*

    BalasHapus
  4. aku malah nggak berani,,takut keceplosan ngomong juga,,mending aku diam,,,hehehe,,tapi ntar aku nggak golput loh,,,udah punya pilihan aku,,,

    BalasHapus
  5. Betul..no golput..nanti kertas suaranya malah dibeli. Siapapun presidennya..semoga ga ada korupsi, harga stabil, ibadah tenang..

    BalasHapus
  6. Pilih sesuai hati nurani. dan sebaiknya berdoa sebelum memilih agar ditunjukkan mana yang paling baik buat kita semua.. BTW salam kenal ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihih..sip..jadi di balik bilik pencoblosan harus berdoa dulu....
      salam kenal juga :)

      Hapus
  7. kirain di gambar "jodohku" itu udah ada nama seseorang ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha.masih dirahasiain sama Tuhan kaliikkk

      Hapus
  8. Keknya lagi ngebet cari jodoh nih....politiknya cuma pemanis...hahahahahaha..

    #yang itu gimana kelanjutanya ? kedip2

    BalasHapus
  9. Saya malah enggak memikirkan. Yg pnting punya pilihan, yes.

    Yg saya pikirkan, justrubtanda tanya merah itu. Kenapa masih tanda tanya? Harusnya kan tanda seru. Wkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. idah tolong yee....tanda serunya kan msh rahasiaaaaa

      Hapus
  10. Balasan
    1. mari sama2 kita tanyakan sama Allah di sepertiga malam :)

      Hapus
  11. aku gak golput tapi gak mau ngomong ah hehehe

    BalasHapus
  12. Aku nggak golput, soalnya udah punya pilihan, setelah debat capres hari minggu kemarin, hehe....

    BalasHapus
  13. kok belakang-belakangnya membahas tentang jodoh neng? memang sih tidak berpengaruh tentang rejeki namun hal itu sangat berpengaruh terhadap komoditas barang dan harga barang nantinya. Apalagi konspirasinya tentang kemakmuran aja yang di gembor gemborkan yang satu jualan kartu yang satu ban bocor hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha..kalau disangkut pautin sma jodoh itu sekedar guyona saja kok...

      Hapus
  14. bagi saya siapapun presidennya yang penting TERWUJUD. Tegas, empati, ramah, wara, untuk rakyat, jujur, utamakan kepentingan umum dan dihati. :D

    Salam kenal ya

    BalasHapus
  15. Aku udah punya pilihan tapi mikir dulu buat nyetatus. Ngeri dah kalau yang nyamber itu ngajak ribut. Kalau komenin punya orang sih iya, itu juga yg wajar ga latah ngebully atau gimana gitu hihihi. Kemaren ini dong, nyetatus isu umum. Padahal menurutku sih biasa aja, aslinya ga kepikiran berbau politik tapi tetep aja orang nyimpulin ke sana. hadeuuuh, jaman Pemilu gini orang cepet responsif and reaktif, ya.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)