Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

#CurhatanRasa Masakan Pertamaku

Sebelum menikah dulu saya memiliki sederet impian salah satunya jadi istri yang dicintai suami dan jadi koki hebat buat anak-anak. Lha yang jadi masalah adalah saya belum pinter masak bahkan masuk dalam kategori nggak bisa. Salah saya sendiri sih kurang akrab dengan dapur. Paling ke dapur kalau mau masak mie instan, goreng telur, atau rebus air. Kalaupun ibu masak paling cuma bantu potong-potong aja. Imbasnya adalah sebelum menikah saya minder untuk urusan memasak. Ditengah kegalauan persiapan pernikahan pernah saya ngomong ke calon suami saat itu "mas, maaf aku belum bisa masak", saya pikir si mas akan berubah pikiran dan mencari wanita lain yang pinter masak tapi jawabannya sih bikin nyes juga dihati. Singkat dan masih saya ingat sampai sekarang "nggak apa-apa, nanti kan pelan-pelan sambil belajar." ihir!!!!!!!!! akhirnya saya jadi di nikahin. hahaha....


Di usia pernikahan yang masih seumur jagung ini, penyesuaian dalam berbagai hal saya alami dengan suami. Termasuk dalam selera makanan. Saya beruntung selera makan suami nggak susah-susah amat, prinsip dia asal makan makan ditemenin istri itu sudah luar biasa. Justru sayalah yang memiliki selera makanan yang gampang-gampang susah. Apalagi saat ini saya hamil dan jujur saya termasuk dalam pilih-pilih makanan. Suami yang agak keras kalau saya harus banyak makan sayur-mayur. Oke, demi si jabang bayi saya harus nurut suami biar nggak dosa.

Trimester pertama kehamilan saya demen sekali jajan dan menunya itu-itu aja sih sebenarnya. Dalam hati mungkin suami bosen, tapi berbeda dengan saya yang justru lahap sekali makannya. Saking seringnya jajan, suami bilang kalau jangan boros-boros dan jauh lebih bagus kalau masak sendiri, selain irit juga terjamin kebersihannya. Benar juga memang, tapi kan saya nggak bisa masak. Mau mencoba masak pun rasanya canggung takut nggak enak.

Nyali saya ciut, tapi suami selalu bilang “kamu bisa, masakanmu pasti nanti enak”. Ibarat oase di tengah gurun Sahara perkataan suami ini. Sambil memupuk rasa kepercayaan diri dan mengumpulkan nyali, saya iseng nanya-nanya ke temen yang udah jago masak. Nanya soal resep dan perpaduan bumbu biar masakan jadi enak. Dari temenku itu dapet lah resep masakan yang nantinya mau saya eksekusi. Bahkan saya juga mendapatkan rekomendasi produk bumbu instan yang oke punya. Tau kan produk yang sudah ada sejak tahun 1942. Yup bener sekali Koepoe-Koepoe. Produk ini menyediakan berbagai macam bumbu instan yang Indonesia banget. Kita kan tau kalau negeri ini kaya dengan rempah-rempahnya, nah pas banget produk Koepoe-Koepoe ini juga menyediakan bumbu rempah-rempahnya. Yang aku pakai sih lada putih bubuk. Aroma bumbunya itu…hmm… khas banget.

************************************
Mah, masak donk sekali-kali” tiba-tiba suami bilang seperti itu. Seolah semakin tertantang akhirnya hari minggu kemarin saya ribet di dapur. Sebelumnya suami menemani saya pergi ke pasar buat belanja. Dan saat ditanya soal menu suami cuma bilang “masak aja yang mama suka asal tetap sayuran lho ya”. Oke tanpa pikir panjang saya memutuskan untuk memasak capcai sayur. Dan sebelum memasak saya sempatkan untuk menanyakan komposisi bumbu ke teman saya. Masi tetep belum PD tapi harus terlihat meyakinkan di depan suami.

Saatnya masak capcai sayur, kesukaan saya dan suami.  Ini dia bahan dan bumbunya
  • Sayur-mayur. Saya pakai sawi putih, sawi hijau, brokoli, wortel, dan kol.
  • Telur puyuh
  • 4 siung bawang putih digeprek.
  • 2 siung bawang merah diiris.
  • 1 siung bawang Bombay diiris.
  • Minyak goreng sedikit untuk menumis
  • Garam
  • Gula
  • Kecap
  • Saus tiram
  • Lada putih bubuk dari Koepoe-Koepoe jangan lupa ya.
  • Air secukupnya




Sekarang cara memasaknya ya.
  • Panaskan minyak goreng dengan api kecil. Masukan bawang putih, bawang merah dan bawang Bombay. Tumis sampai harum. Kemudian masukkan telur puyuh.
  • Setelah bau harum tercium masukkan campuran sayuran yang sudah dipotong-potong.
  • Berikan saus tiram 2sdm, ½ sdm lada putih bubuk dari Koepoe-Koepoe, kecap sedikit, gula sedikit, garam sedikit. Jangan lupa diicip-icip sampai ketemu rasa yang pas. Hati-hati jangan sampai keasinan. Hahaha…
  • Tambahkan sedikit air dan tumis sampai sayuran menjadi layu.
  • Kemudian sajikan deh!

TARA!!!!!!!!!!!!!!! INI  DIA CAPCAI SAYUR ALA IBU HAMIL!!!!!
Semakin mantab dengan bumbu dari Koepoe-Koepoe
Capcai ini memang spesial buat suami karena dialah yang memberi tantangan kepada saya untuk memasak. Dan saya beruntung sekali karena ada Koepoe-Koepoe yang membantu saya untuk menyajikan masakan ini. Senang rasanya ketika ada senyum bahagia saat suami melihat masakan saya, dan yang lebih senang lagi ketika suami lahap makannya. 
"Gimana rasanya pah?" acungan jempol yang saya dapat dan "agak kurang asin dikit, mah". Jyaahahahaha.....terimakasih untuk kejujuranmu sayang!!!
abaikan daster dekil dan muka kucel kami :D
Selamat mencoba ya, pastikan ada produk Koepoe-Koepoe di dapur teman-teman. Sangat membantu sekali buat yang belum pinter masak kayak saya ini. Dan yang pasti, cita rasa yang dihasilkan dari masakan kita semakin ISTIMEWA!!!


20 komentar

  1. uhuiiiii...bumil pinter masak....sepertina enak nih..pengen incip2 juga masakan bumil..siapa tau ketularan hamil :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belom pinter,,ini masakan pemula banget.hehehe

      Hapus
  2. wuiiiiii, resep dari ibu mudaaaaaaaaaaaaaaaa

    BalasHapus
  3. Waaahhh....selamattt.... berhasil sukses masaknya... (*tapi aku gak bisa mengabaikan daster kucl itu wkwkwkkw)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah too kenapa daster dekil..hahahaha

      Hapus
  4. wkwkwk, kalo dah nikah pasti pintar masak,,,hehe kata nenek

    BalasHapus
  5. hehehe..ini baru permulaan,nanti pinter sendiri buulu..mau capcainyaaa^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jatohnya bukan capcai.tapi oseng2.wakakakaka

      Hapus
  6. Pasti Kakang Mas makin cintaaaa sama bumil yang satu inih! :)))

    BalasHapus
  7. Rajin masaaak ya..biar tambah di sayang suami hehehe...

    BalasHapus
  8. bumil rajin masak ya demi suami :)

    BalasHapus
  9. akhirnya aku bisa komen tapi harus format mobile. Tiap mau komen aku tambah ?m=1 di link postingan baru deh bisa komen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang udah ga susah lagi kan mbakkk klo komen?xixixixi

      Hapus
  10. Wah cocok buat bumil nih masakannya, capcay sayur sehat. Suami pasti tambah sayang ya :)

    BalasHapus
  11. sama mbak dulu awal nikah belom bisa masak, kalo sering-sering praktek lama-lama pinter deh :)

    BalasHapus
  12. Jadi lapar nih lihatnyaaaa, pasti enak ya dibuat dengan cinta sih :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)