23 Mei 2015

Menikmati Kehamilan Pertamaku


Jika ada pepatah yang mengatakan “Rencana manusia tak seindah rencana Tuhan dalam diri kita." Segudang rencana indah bisa kita susun dengan rapi tapi sekejap pula tiba-tiba bisa berubah bahkan bisa dikatakan batal. Karena sebagaimana makhluk ciptaanNya, kita ini adalah wayang, dan Tuhanlah sutradaranya.


Seperti halnya saya, tak pernah ada rencana sebelumnya diakhir tahun 2014 saya menikah. Jauh dari prediksi ketika pertengahan tahun mulai dari perkenalan, pendekatan, sampai pinangan saya lewati dengan penuh rasa takjub. Bahkan prosesi ijab Kabul terlaksana dengan penuh haru di tanggal 19 Desember 2014. Ya, saat itu saya resmi menjadi seorang istri.


Setelah menikah saya berencana untuk menikmati lebih dulu masa-masa pengantin baru dan hanya kami berdua. Ah..Tuhan lagi-lagi memberikan kejutan kepada saya yang mana kali ini benar-benar merubah hidup dan diri saya. Belum genap sebulan pernikahan kami, jadwal tanggal biasanya saya menstruasi kali ini mulus tanpa ada tanda-tanda menstruasi. Hamil ? Entahlah, saya tidak ingin gegabah dalam mengambil kesimpulan. Hanya saja tubuh mulai memperlihatkan tanda-tanda seperti orang masuk angin. Badan pegal, pusing, mual dan bahkan sesekali muntah.

Sampai suatu hari saya bersama suami memutuskan untuk mencoba testpack. Perasaan saya saat itu masih tenang saja, masa iya secepat ini saya hamil. Tapi lain halnya dengan suami, dia sangat berharap saya segera hamil. Prinsip saya rejeki tidak akan kemana termasuk salah satunya rejeki berupa anak. Pagi itu dengan rasa penasaran yang sangat luar biasa saya segera melakukan testpack. Perasaan dag dig dug nggak bisa dipungkiri sebenarnya, hingga pada akhirnya hasilnya menunjukkan garis merah sebanyak dua. Berkali-kali  saya baca penjelasan di bungkus tespack itu dan masih tidak percaya kalau hasilnya menunjukkan saya positif.

“Gimana, mah?”

“garis dua, pah… positif sih kalau penjelasan di bungkusnya ini.”

testpack pertama dan kedua
Setelah di cek oleh suami, pelukan bahkan ciuman dia berikan kepada saya. Sedangkan saya cukup diam dan nggak tahu harus berkata apa dan akhirnya saya nangis. Terharu, bingung, seneng, galau, dan bahkan tidak percaya bahwa saya hamil. Berkali-kali saya dengar suami mengucap syukur dan tampaknya dia sangat bahagia. Sangat bahagia. Keesokan harinya saya memutuskan untuk melakukan testpack lagi, namun kali ini saya memperlihatkan ke mbak saya yang jauh lebih paham soal kesehatan. Hasilnya pun sama “Dik, tanda garis dua itu artinya positif dan kamu hamil. Kalau masih belum percaya, coba nanti tunggu 1 minggu lagi trus ke dokter ya, coba di usg kalau ada kantung janin di rahim berarti kamu beneran hamil.”

Saya menyetujui usul mbak, dan kebetulan mbak yang memilihkan dokter spesialis kandungan kepada saya. Dokter cantik dan ramah inilah yang memeriksa saya dan berdasarkan hasil usg memang ada kantung kejanin di rahim saya. Barulah saya yakin bahwa saya hamil. Alhamdulillah…

saat usia 14 minggu. Lucunya!!
Hari demi hari saya lalui bersama, mulai dari trimester pertama yang mana tubuh saya harus menyesuaikan dengan adanya “benda asing” di rahim saya. Mual, pusing bahkan sesekali muntah terkadang harus saya alami. Saya bersyukur ketika moment morningsick tidak begitu mengganggu aktifitas mengajar saya di sekolah. Kadang sesekali saya merasa mual dan anak-anak menebak kalau saya hamil. Saya hanya tersenyum dan kejutan dari mereka ada salah seorang anak yang memberikan saya buah sirkaya sampai jambu biji. Katanya ini buat dedeknya bu guru. Duh…Saya terharu dengan perhatian mereka.

Semakin hari perut saya semakin membuncit. Trimester pertama selesai saya lewati dan saat ini saya menikmati indahnya masa-masa trimester kedua. Janin yang semakin berkembang dan saat ini saya sudah merasakan tendangan-tendangan mesra dari si jabang bayi. Tak lupa saya mencukupi haknya dengan memberikan asupan makanan yang bergizi. Secara tidak langsung baby merubah kebiasaan dan selera saya. Dulu saya kurang suka sayuran hijau dan wortel, jarang minum susu dan bahkan makan buahpun enggan. Tapi sekarang semua berubah, apa yang kurang saya sukai menjadi sesuatu yang saya butuhkan. Demi si jabang bayi! Saya mau dia tumbuh sehat, kuat, berkembang dengan baik jadi saya harus mengesampingkan ego saya. Menerapkan pola hidup sehat dan banyak minum air putih saya lakukan demi perkembangan si baby. Meskipun terkadang sekedar menuruti rasa kepingin ya nggak masalah. Tapi suami sangat protektif terhadap apa yang saya makan. No junkfood dan soda!!

Hamil bukan menjadi penghalang bagi saya untuk beraktifitas. Saya masih tetap mengajar dan kemarin di usia 17minggu saya ikut latihan menari selama seminggu bersama anak-anak. Saya berusaha mengajak si baby  berkomunikasi dengan bisikan mesra “ikut mamah ke sekolah yuk, jangan nakal ya sayang. Hari ini kita belajar biar pinter”. Bahkan sebelum berangkat kerja si papa tidak pernah lupa untuk mencium dan  berbisik juga “Dedek, papah kerja dulu. Kamu ikut mamah dan jangan nakal ya”. Dan setiap malam si papah  mengelus perut saya dan respon dari si baby ada kedutan di perut saya. Sepertinya anak ini nantinya deket sama papanya. Hihihihi… Ah Tuhan, ini nikmat yang sangat luar biasa. Alhamdulillah.
Saat ini saya masih menikmati kehamilan pertama saya dan HPL sekitar pertengahan bulan September. Tapi saya percaya bahwa anak adalah amanah yang sangat luar biasa, masalah rejeki Tuhan sudah mengaturnya. Kami sedang bersiap menjadi orang tua. Papa sedang berproses menjadi suami siaga dan seorang papa, dan saya berproses menjadi seorang mama. Bahkan dengan kehamilan ini hubungan saya dengan ibu menjadi jauh lebih dekat dan menyadarkan saya bahwa menjadi seorang ibu ternyata melalui ikhtiar yang sangat luar biasa. Doakan kami agar kami bisa segera bertemu di dunia dengan keadaan selamat, sehat, sempurna. Doakan kami semoga semuanya lancar dan tentunya selalu doakan yang baik-baik ya..

Makasih.. salam saya, suami, dan baby !!!

Cerita ini diikutsertakan dalam  Pregnancy Story Writing Competition




11 komentar:

  1. sehat-sehat ibu anak :*
    muaahhhhh salam sayang teko raffi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaaa....ketjup basah buat raffi yaaa

      Hapus
  2. wahh.. makgurcil..
    Inysa Allah we're ready for the most beautiful present in our live yahh
    kiss2 :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kiss kiss..

      Kita berjuang bersama ya mbak susiiii icuz :*

      Hapus
  3. mrinding mbak, bacanya... ikut seneng. Barakallah mba cheila :*

    BalasHapus
  4. aamiin
    sehat2 ya buguru....semoga dilancarkan dan dimudahkan ampai si baby lahir aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..makasih mbak a.hanna.a.hanna.sehat juga ya kehamilannya :*

      Hapus
  5. pas tahu positif senang pastinya ya cheila

    BalasHapus
  6. Duile fotonya mesra amat euuyy. Hepi banget pastii ya anak pertama. Salam buat suami ya Cheil. Hepi terus yaa, makan banyak, doa banyak, bersyukur banyak. Sehat2 utk kehamilan kita semua. AMIINN

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)