24 September 2015

Tarak

gambar from google
Saya pikir setelah melahirkan mitos-mitos dan pantangan yang dipercayai orang tua jaman dulu akan berakhir. Ternyata oh ternyata justru berlanjut dan cenderung kalau saya melogika hampir tidak masuk akal. Tapi, demi menghormati apa yang sudah banyak beredar di masyarakat jadi ya saya cuma iyain aja sih. Biar seneng kan kita dapat pahala.


Salah satunya adalah soal tarak. Ada yang tau gak apa itu tarak? Nasi sisa yang dijemur? Itu namanya karak. Hahaha... Kalau tarak itu adalah satu tindakan atau pantangan bagi kita yang punya luka untuk tidak mengkonsumsi makanan yang amis-amis. Jadi tarak itu kita gak makan daging bahkan telur. Istilah gampangnya sih nyirik protein hewani tapi tetap mengkonsumsi protein nabati. Apalagi banyak itu para ibu-ibu yang negur "habis operasi kok ga nyirik babar blas maemnya?" Saya sih cuma senyum aja. Padahal kalau lihat makanan enak kayak sosis bakar yang lagi ngehits sih rasanya.... Nyummi banget kan.

Padahal kalau balik ke pelajaran IPA SD, salah satu zat yang dibutuhkan tubuh untuk menggantikan sel tubuh yang rusak adalah protein. Jadi luka jahitan bekas SC juga tetap butuh asupan protein dan justru dari segi kedokteran sangat menyarankan untuk memperbanyak mengkonsumsi protein hewani terutama. Bahkan pas masih di rumah sakit kemaren jatah makan baik pagi, siang, sore tidak lepas dari lauk yang berprotein tinggi.

Begitupun saran dari mbak dan beberapa teman yang dulunya juga SC, paling tidak sehari mengkonsumsi telur. Kalaupun bosan bisa diganti dengan menu lain dan tetap yang tinggi protein. Ya semuanya sih balik lagi demi kesehatan dan menyembuhkan luka jahitan. Gak mau kan lama-lama berurusan dengan perban dan obat-obatan. Belum lagi kalau ada masalah pada luka bekas jahitan. Seperti saya kemarin yang tanpa sepengetahuan saya keluar nanah di bekas jahitan. Untungnya sih gak sampai fatal tapi ya itu satu minggu gak mandi.

Kalau dari beberapa teman yang bbm saya menanyakan serem atau gak melahirkan secara SC ya semua tergantung masing-masing.  Sakit atau enggaknya, lama atau cepet sembuhnya tergantung dari kitanya. Kalau masih percaya dengan cara tarak bisa mempercepat sembuhnya luka ya silahkan. Tapi kalau memang gak ada pantangan ya tetap harus hati-hati. Tapi jauh lebih baik kalau konsultasi dulu dengan bidan atau dokter ya. Sebagai seorang ibu baru kita juga wajib memilih mana yang dirasa baik untuk diri kita dan juga untuk bayi.

Oke..semoga bermanfaat ya!!! Dan, jangan tarak!

5 komentar:

  1. Iya mba, banyak banget. Tapi saya nggak ikutin soalnya dulu jauh dari orangtua, nggak ada yang nyuruh.

    BalasHapus
  2. Halo mbak, baru tau nih saya...setelah operasi saya malah makan telor mulu :D

    BalasHapus
  3. Aku nggak sc, normal, tp tetep banyak mitos, spt jangan makan pedas , makan ikan apa yang katanya bisa bikin gatel dll..

    Saya mah makan semuanyaaaaaaa...

    BalasHapus
  4. Aku enggak pantangan sich, cuma ya jangan berlebihan juga, ahihii sosis bakar enak bingit, apalagi di rumah sosis

    BalasHapus
  5. gak sakit kok melahirkan cesar ya Chel :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)