19 November 2015

Cara Mudah Belajar Aksara Jawa

Tergelitik juga nih bahas tentang bahasa jawa. Secara bahasa ibu bagi orang bersuku jawa ini memang memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi. Jika emang ada pepatah "wong jowo ora njawani" aduhh jangan sampai deh. Paling tidak tahu dan paham unggah-ungguh orang jawa saya rasa udah bagus.


Kemaren bulik Uniek menantang para sahabat membaca aksara jawa. Nah, apakah manteman tau kalau aksara jawa ini jadi momok bagi siswa selain matematika? Padahal untuk pengenalan aksara jawa aja udah dimulai dari kelas 2 semester 2. Tak sedikit yang sampai kelas 6 masih sebatas meniru dari buku pepak bahasa jawa. Tapi kalau waktu ulangan kan gak boleh buka buku, jadi mau gak mau anak harus hapal.

Dilema juga bagi guru kalau memang belum hafal aksara jawa, dan bahkan mengajar bahasa jawa itu juga susah termasuk ngajarin aksara jawa. Karena saya merasa kesulitan itulah saya sharing sama guru senior mengenai metode yang aneh tapi gampang diingat bagi anak-anak. Kali aja ini bermanfaat bagi orang tua maupun bapak ibu guru SD.

Jadi caranya anak menulis sambil mengucapkan plesetan-plesetan di setiap aksara jawanya. Sebelumnya guru mencontohkan di papan tulis untuk menuliskan keseluruhan aksara jawa. Lalu anak disuruh meniru (membeo) dan kemudian menuliskan di buku. Oke, untuk hapalan tiap aksaranya begini : 
Aksara jawa




Baris 1

Ha : yang depan satu yang belakang dua
Na : sambungannya dari tengah
Ca : yang depan bolong yang belakang cucuk
Ra : seperti huruf n  (kecil)
Ka : seperti na yang belakang tambah satu

Baris 2
Da : yang bawah bolong
Ta : bathuke nonong (jidatnya jenong)
Sa : walikane Da
Wa : seperti Ca tetapi tidak bolong
La : walikane Ha

Baris 3
Pa : munggah gunung ping loro (naik gunung dua kali)
Dha : seperti w kecil yang belakang cucuk
Ja : seperti R besar
Ya : Munggah gunung ping telu (naik gunung tiga kali)
Nya : nganggo sepatu sikile telu (Paki sepatu kakinya tiga)

Baris 4
Ma : seperti E besar
Ga : seperti Ra belakang tambah Satu
Ba : nganggo sepatu sikile loro (pakai sepatu kakinya dua)
Tha : seperti E kecil
Nga : nganggo sepatu sikile siji (pakai sepatu kakinya satu)

Berdasar pengalaman saya di kelas ternyata cara membeo kemudian mereka menulis dari tiap baris itu diulang sebanyak lima kali, ternyata berhasil juga membuat anak-anak hafal. Walaupun masih ada beberapa anak yang masih lirik-lirik buku pepak bahasa jawa. Setidaknya menulis aksara jawa bukan lagi jadi momok buat mereka, dan membaca atau menuliskan huruf biasa ke aksara atau sebaliknya bukan jadi perkara yang sulit sekarang. Yang paling penting adalah pembiasaan buat mereka jika sesuatu diajarkan secara berulang dan lebih bervariatif akan memberikan hasil yang memuaskan.
Oke, semoga cara ini bisa membantu bapak atau ibu guru atau orang tua yang anaknya mengalami kesulitan dalam pelajaran bahasa jawa. Semoga bermanfaat ya…



5 komentar:

  1. Mungkin cara hafalan ini bisa dimix dengan rekam visual anak2 secara mikro dulu Che, jadi combining 2 atau 3 huruf Jawa dulu ditulis secara bolak-balik. Lumayan membantu loh cara begini hihihiii... *pengalaman pribadi

    BalasHapus
  2. Hwaaaa teringat waktu smp dan sd klo ada plajaran ini

    BalasHapus
  3. saya suka ngajar nulis aksara jawa juga hehe

    BalasHapus
  4. Hahaa jadi inget masa sekolah dulu paling sulit
    Kalo pelajaran aksara jawa
    Anehnya orang jawa tapi paling sulit kalo belajar bahasa sendiri

    BalasHapus
  5. yang guru pasti belajar dan ngajarnya bahasa jawa yah hehehe

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)