23 November 2015

Jalan Sehat HUT PGRI ke 70

Jalan sehat dimulai
Dalam rangka hari ulang tahun PGRI yang ke 70 dan menyambut hari guru nasional nanti tanggal 25 November, kemarin hari sabtu diadakan yang namanya jalan sehat. Peserta yang mengikuti jalan sehat ini adalah seluruh guru dari PAUD –SMA ditambah instansi dinas pendidikan. Kebayang kan bagaimana ramainya alun-alun, udah kayak demo guru honorer kemarin itu deh. Karena ini semacam hajatan buat para guru jadinya sayang banget kalau dilewatkan. Secara kan hiburan tersendiri, karena untuk ada acara seperti ini juga jarang banget apalagi buat yang non PNS. Guru juga manusia jadi ada kalanya bosen dan hiburan bagi para guru ya acara diluar sekolah itu.


Jalan sehat ini memang seperti acara jalan sehat pada umumnya. Undangan yang sempat molor ini akhirnya start jam setengah 8 pagi dan dibuka oleh Pak Icek selaku wakil bupati Kab. Grobogan. Rutenya pun juga nggak jauh-jauh banget lah tapi lumayan bikin kaki njarem plus pegel-pegel. Ditambah lagi banyak doorprize yang sudah disediakan oleh panitia, dan sarapan gratis dengan menu nasi pecel khas orang Purwodadi. Sensasi kemruyukan inilah yang bikin seporsi nasi pecel masih kurang kenyang buat saya.  

Biar tambah ramai seperti biasa ada solo organt plus penyanyi yang aduhai cantiknya. Seperti biasa selain ajang bertemu guru seantero kabupaten, ada juga nih yang PD menyumbangkan suaranya meskipun antara nada dan suara gak sinkron. Nadanya dimana suaranya dimana, tapi heran saya kok ya PD abis. Hahaha… Hiburan ini diselang-seling dengan pembagian doorprize yang mana kupon saya ini gak pernah kesebut nomornya. Padahal hadiah utama berupa kulkas dan TV LED jadi incaran saya. Memang belum rejeki kali ya. Ada juga sambutan dari pak Icek Baskoro yang akan maju di pilkada tanggal 9 Desember nanti. Ah pak, kampanye ya? xixixixixi

Ada yang beda nih, dimana ada penampilan khusus dari anak-anak difabel penyandang tuna rungu yang bisa menari tarian merak. Mereka adalah siswa dari SLB PGRI yang baru berdiri di Purwodadi. Sekolah yang menangani siswa tuna rungu, tuna grahita, dan autis ini memiliki 10 siswa dan 20 pengajar. Jujur saja melihat anak-anak tuna rungu bisa menari tarian merak bikin saya merinding, saya acungkan jempol untuk pengajarnya yang selama 4-5 bulan mengajari mereka menari. Hebatnya lagi tiap gerakan sekalipun tingkat keluwesannya masih jauh dari sempurna itu pas banget dengan irama musiknya. Dari penampilan mereka inilah mampu menyedot perhatian para peserta jalan sehat. Karena penasaran bagaimana cara mereka belajar menari, ternyata di depan panggung pentas berdiri seorang ibu guru dengan memberikan kode atau aba-aba berupa gerakan tangan kepada para penari merak itu. Disini ada haru dan syukur yang bikin saya gak bisa bilang apa-apa selain Tuhan maha adil, dan dibalik keterbatasan mereka ada kelebihan yang bisa mereka tunjukkan untuk orang lain. Dan jujur sekali nih menohok saya sebagai guru, menangani murid yang normal saja masih suka ngeluh gimana kalau dapat murid yang berkebutuhan khusus. Salut buat gurunya deh.

Selamat ulang tahun yang ke 70 Persatuan Guru Republik Indonesia, semoga guru-guru di Indonesia semakin Berjaya dan sejahtera baik PNS maupun non PNS. Dan saya sendiri memiliki harapan bahwa guru jangan hanya berorientasi untuk mengejar tunjangan sertifikasi, tetapi melayani para generasi penerus bangsa adalah PR besar bagi perubahan di Indonesia. Yuk ah semangat!!!! Semoga berkah selalu menyertai kita para guru muda maupun senior di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)