Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Berkebun Itu Asyik

berbagi tugas
Jadi ceritanya bu guru lagi kena disminore, makanya agak lemes dan gak semangat. Daripada semakin gak jelas ngajarnya makanya pembelajaran saya alihkan ke yang lain. Tujuannya sih biar guru sama murid sama-sama gak jenuh aja di dalam kelas. Meskipun keriuhan kami tadi siang itu bikin kelas lain agak terganggu. Hahaha.. maafkan kami pasukan kelas 4B yak..


Sekolah lagi getol-getolnya buat mewujudkan green school gitu. Makanya setiap anak dikasih polybag gratis dan disuruh menanam tanaman beraneka ragam tergantung kesepakatan kelas. Cerita soal polybag nanti saya ceritakan di postingan berikutnya yak. Nah hari ini tadi kita berteman dengan cangkul, sekop, kompos, bunga, pot dan bahkan cacing. Iyuwh banget kalau soal cacing tapi buat anak-anak ini jadi objek mainan yang favorit.
pemindahan media tanam
Taman kelas kami gersang, makanya anak-anak saya bagi untuk membawa benih atau tanaman bunga yang ada di rumah mereka. Sesuai kesepakatan hari senin minggu lalu, hari ini mereka membawa tanamannya. Dengan minta tolong pak Darto buat bikin lahan tanamnya, kami mempersiapkan semua bahan dan alat yang diperlukan. Copot sepatu, ambil sekop, atau sebatang kayu bikin anak-anak gak takut kotor. "Nanti cuci tangan ya bu kalau kotor" saya iyain aja biar mereka seneng.

Nyatanya bener, mereka dengan sedikit aja komando dari saya paham harus ngapain. Namanya anak-anak pasti ada debat kusir gak jelas gitu deh. Tapi yang saya suka jiwa kompromi dan kerja sama mereka itu solid. Sekalipun kelas kami dikenal banget dengan anak-anak yang pasif. Tapi untuk kegiatan luar kelas mereka oke juga. Ini adalah kali kedua saya ngajak mereka belajar di luar kelas.
menuangkan kompos

Anak laki-laki bagian menanam dan bahkan satu anak berperan dalam memberikan kompos ditiap lubang. Dua anak saling bekerjasama mengangkat karung kompos yang lumayan beratnya. Anak perempuan bagian menyiram bunga yang baru saja mereka tanam dan sebagian anak bertugas membersihkan tanah bekas lubang tanam tadi. Ada juga anak perempuan yang membersihkan teras kelas karena ada tanah yang berceceran. Kalau tugas bu guru ya bagian foto-foto keseruan mereka.

Dan satu langkah mewujudkan green school hari ini kita lakukan. Bunga yang kami tanam ini nantinya diharapkan bisa membuat taman kami menjadi asri, nampak hijau, indah dan pastinya banyak oksigen yang dihasilkan. Itung-itung mengurangi pemanasan global. Bukan cuma menanam saja, anak-anak saya beri tanggungjawab untuk memelihara tanaman mereka mulai dari menyiram, memupuk bahkan menjaga dan merawatnya. Tapi sayangnya tadi masih ada anak jahil yang merusak tanaman kami. Untung ada yang lapor jadi bu guru bisa segera menindak anak yang jahil tadi. 

Saya sih berharapnya anak-anak sadar dengan pentingnya menjaga lingkungan. Bukan cuma menanam tanaman saja sih, buang sampah di tempat sampah juga contoh sederhana mewujudkan green school.

Seru kan...semoga taman kami kedepan jadi lebih indah ya. Dan berkebun itu asyik juga ternyata, bisa belajar menanam tanaman bisa juga bermainnya. Pembelajaran jadi seru deh.


Bu guru juga gak mau ketinggalan eksis, hahaha.. Sampai ketemu di cerita green school kami berikutnya!

5 komentar

  1. Bu guru takut gak kalau megang cacing? :)

    BalasHapus
  2. Halo salam kenal bu guruu ^^
    ah senang yaa jadi ibu guru bertemu anak anak kecil setiap hari. Keluargaku sendiri juga keluarga guru, dan mereka awet muda !

    Salam Kenaaal

    BalasHapus
  3. Seneng kalau punya guru asyik gini. Pembelajaran menyenangkan dan tidak membosankan

    BalasHapus
  4. Anak2 kerjasamanya oke banget itu, ya. . .

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)