23 Maret 2016

Dibalik Serunya Pesta Siaga


1 2 3 LOMPAT
  

Dibalik Serunya Pesta Siaga - Bulan Februari jadi bulan yang sibuk. Agenda kegiatan sekolah menumpuk di meja kantor. Serentetan tugas dan lomba jadi makanan tambahan saya dan teman-teman selain kewajiban mengajar anak-anak. Adapun seperti lomba LCC, OSN, lomba seni, lomba olah raga, dan juga pesta siaga yang semuanya wajib untuk diikuti. 




Adalah pesta siaga yang selama sebulan kemarin saya uprek dengan rekan guru. Tugas yang berjibun mulai dari kerohanian sampai fisik, kami bekali anak-anak dengan latihan setiap hari.  Jangan ditanya bagaimana kacaunya membagi waktu antara ngajar dan latihan. Tapi  beruntungnya kita dalam satu tim saling bergantian, jadi kelas tetap tidak keteteran dan latihan pun berlanjut. Latihan indoor maupun outdoor kami lakukan tiap hari. Baris-berbaris, lempar bola kecil, soda manda, gerak lagu, yel-yel, bermain peran, dan memasang atribut kepramukaanjadi makanan kami setiap hari di sekolah. 

latihan indoor


latihan outdoor

Diajang pesta siaga inilah kekreatifan guru dalam melatih dan kekreatifan serta ketangkasan fisik anak diadu, alhamdulillah selama latihan berlangsung anak-anak merasa senang. Tak jarang sih saya melihat wajah kelelahan, tertekan, keringat dimana-mana. Bukan hanya mereka, gurunya pun juga. Menemukan ide yang berbeda, mencari gerak dalam tiap lagu, membuat syair yel-yel, mengulang setiap gerak lagu dan yel-yel barung, sekeras apa teriakan kami ketika sedang asyik menghafal ada teman dalam regu yang salah dan diulang lagi dari awal. Kebayang kan bagaimana keringat membasahi baju dan badan, dan efeknya setiap pulang sekolah Intan nangis kalau saya gendong. Jujur, bau keringat bikin intan gak nyaman. Hahaha....

kedai rohani

kata berantai

 Dan perlombaanpun dilaksanakan, kerja keras mereka selama latihan saatnya untuk ditampilkan. Saya senang ketika mereka terlihat seru dan asyik mengikuti kegiatan pesta siaga. Dari pagi sampai sore rela mereka berlelah dan bertanding dalam setiap kedai. Sebagai guru pendamping rasanya juga senang meskipun pada akhirnya mereka masih belum bisa membawa juara favorit. Tetapi yang paling membahagiakan bagi saya adalah setiap detil latihan yang sudah kami lakukan bersama bisa dieksekusi dengan apik oleh mereka. Namanya anak-anak pasti akan ada saat dimana mereka bercanda dan cengengesan. Padahal hari itu matahari sangat terik, panas, banyak debu, belum lagi keringat dimana-mana. Duh kebayang banget keringat mereka pasti akan menjadi aroma yang khas. Jangankan mereka, sayapun juga. Keringat dan panas jadi teman saya dalam mendampingi anak saat pesta siaga. Tanpa disadari sebenarnya sekarang ini kuman berevolusi dengan sangat cepat, makanya banyak sekali muncul berbagai macam penyakit baru. sisi baiknya adalah dengan seringnya latihan pesta siaga badan jadi sehat karena sering gerak meskipun kulit hitam karena sering kena sinar matahari. Hahaha… 

Beruntungnya dengan keadaan saya yang bau matahari dan keringat selama beberapa hari kemarin dan dihantui dengan kuman yang menempel di tubuh saya, papa selalu mengingatkan untuk segera mandi ketika pulang sekolah. Selain untuk kebersihan saya sendiri, ini juga demi Intan agar selalu nyaman ketika bersama saya. Saya memakai Lifebuoy Clini-Shield10 agar kuman-kuman terusir cantik dari tubuh saya. Dengan pemakaian cukup satu tetes ternyata bisa memberikan perlindungan secara menyeluruh. Untuk keluarga kita harus bisa memberikan perlindungan yang terbaik, bukan? 

Selain bisa melindungi diri dengan 10x perlindungan dari kuman, sabun anti kuman ini merupakan inovasi baru berupa sabun shower gel. Makanya saya bisa bilang pakai sabun ini sangat hemat, kan lumayan sisa anggaran belanja sabun tiap bulan bisa dialihkan untuk belanja cabe merah keriting. Apalagi setelah mandi papa selalu bilang kalau saya wangi, segar dan makin cantik. Uhuk! Nah, karena bentuknya yang tidak begitu besar, sabun ini bisa dibawa kemana-mana dan menjadi penghuni cantik di tas kerja saya. Mencegah kan jauh lebih baik daripada mengobati, jadi sebisa mungkin sekalipun sibuk kita tetap menerapkan pola hidup sehat. 



Lifebuoy clini-shield10

Saya beruntung dimana saat di sekolah saya dan anak-anak pesta siaga bisa menjadi satu tim yang solid bersama guru-guru lain. Udah gitu di rumah, papa memperhatikan dan memilihkan sabun keluarga yaitu Lifebuoy clini-shield10. Jadi saya gak takut dan gak ragu lagi beraktifitas di luar ruangan yang menuntut untuk berteman dengan keringat, debu dan matahari. Guru kan harus multitalent jadi apa aja siap hajar deh. Dan bagi saya kuman bukan jadi alasan untuk gak semangat beraktifitas, takut sakit ataupun menghambat kekreatifan saya sebagai guru. Yang penting dengan sedia sabun anti kuman ini saya dan keluarga selalu sehat, kuman takut mendekat, keluarga tenang, dan anak-anak ceria. Kita semua bahagia.

15 komentar:

  1. Iih..jadi ingat dulu pas ngajar di SD..*hiks jadi kangen masa-masa ituu :(

    BalasHapus
  2. untung ada lifebuoy clinishield 10 ya mak
    sip, guru siaga :)

    BalasHapus
  3. ingeeet jaman SD samapi SMP..aktif bangeeet di Pramuka akuu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku gak aktif pramuka tapi begitu jadi guru jadi pembina pramuka.hahahah

      Hapus
  4. aiih Intan lucunya nggak mau didekatin mama yang bau acem he..he..

    BalasHapus
  5. jadi inget masa pramuka SD dulu, jadi ketua regu mimpin keliling desa nyusuri sungai hehee Siaga

    BalasHapus
  6. Jadi inget jaman2 SD-SMP ikutan Pramuka, suka banget ngumpulin lencana2 yg diahit/ dipasang di baju. Makin banyak lencana makin keren hehehe

    BalasHapus
  7. Wah, ibu guru to, profesi yg mulia

    BalasHapus
  8. biar tetap hidenis dan bersih mandi pakai lifebouy ya chel

    BalasHapus
  9. Jadi inget masa sekolah deh, betapa senangnya melihat anak yang ceria :)
    untuk ibu guru nya mau donk di pimpin ama ibu dalam kegiatan pramuka hehehe :D

    BalasHapus
  10. Che, jadi inget waktu SD, aku sering sekali dipilih untuk mengikuti pesta siaga. Aku suka sekali menghafat TRISATYA PRAMUKA UUD 45 ngapalin nama menteri menteri,

    BalasHapus
  11. wuih ... tentunya ramai dan seru, dulu kita pelakunya sekarang gantian anak anak kita. tapi ngomomg - ngomong gambar yang di atas nggak tampil tuh.

    BalasHapus
  12. kalau ingat masa SD, bangga sekali jika terpilih menjadi tim inti pramuka.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)