Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Warung Kopi Mbah Dongkol



 
pict source
Percaya gak sih kalau kopi itu “magnet” dari berbagai kalangan masyarakat. Mau orang berdasi sampai petani kalau udah di warung kopi itu bakalan melebur. Segelas kopi, cemilan, permainan macam karambol, sampai obrolan remeh temeh dari curhatan sampai mengkritisi Negara ada di situ. Awalnya saya gak percaya, sampai suatu ketika sahabat gendut saya itu selalu menyebutkan tongkrongan kopi legendaris di Purwodadi. 


Oke, mbrot. Ajak saya ke warung kopi itu!
Kamu yakin? Mayoritas cowok semua, lho?
Halah…… ayoh!! Gak seru kalau gak dicoba!

Dan benar saja, Adhiet gembrot ngajak saya ke warung kopi yang dikenal dengan sebutan Warung Kopi Mbah Dongkol. Bertempat di desa Rejosari inilah warung kopi ini jadi primadona bagi para pemuda sampai orang tua untuk menghabiskan waktu sambil ngopi. Jujur aja saya awalnya ragu untuk masuk, tapi di dalam sudah ada teman saya si empunya Kopi Nawangsari dan lagi asyik ngopi. Gile.. saya cewek sendiri. hahaha...
 
pic source
Lokasi warung kopi ini adalah rumahan biasa namun ada satu sisi yang disetting sebagai tempat meracik kopi. Uniknya kita bisa meracik sendiri kopi sesuai dengan takaran kita. Mau kopi galak (banyak kopi daripada gula) atau kopi kalem juga bisa. Tersedia air panas beserta kopi dan gulanya. Yang membuat unik dari warung kopi ini adalah biji kopinya ini olahan sendiri dengan cara tradisional. Biji kopi dijemur kemudian disangrai setelah itu ditumbuk. Aromanya berasa banget kopi asli. 


Untuk segelas kopi ukuran kecil ini dibandrol dengan harga duaribu rupiah saja. Kemungkinan sekarang sudah naik, mengingat saya ke Mbah Dongkol itu sebelum menikah. Hahaha… tapi harganya jauh lebih murah dibanding kalian ngopi di café-café. Tapi ada pilihan lain jika kurang cocok dengan kopi hitam. Disediakan juga pilihan menu yang bisa dipesan sambil menemani kita ngobrol ngalor ngidul di warung kopi Mbah Dongkol. 

Gak hanya di Purwodadi aja yang punya warung kopi dengan cita rasa khas hasil tumbuk sendiri. Lampung itu juga terkenal dengan kopinya, sama seperti teman blog saya Melly Feyadin yang suka juga dengan kopi. Gadis yang saya kenal di event Blogger Nusantara ini sekarang tinggal di Bogor. Sebenarnya saya penasaran dengan kopi asli dari Lampung, nah kapan-kapan boleh donk minta dioleh-olehin kopi Lampung dari Mbak Melly.

Buat yang penasaran silahkan aja datang ke Warung Kopi mbah Dongkol di Jl. Raya Purwodadi Blora KM 3, Ds. Rejosari 02/02 58152, Kec. Grobogan, Jawa Tengah. Tongkrongan ini recommended lah buat pecinta kopi di area Purwodadi, dan kapan lagi bisa singgah di warung kopi yang legendaris. Atau buat yang penasaran sama kopi Lampung, silahkan kontak-kontak mbak Melly. Siapa tahu bisa dapet kopi sekarung dari mbak Melly. Hahaha…

18 komentar

  1. pokonyaaaa kalo ke purwodadi..
    wajib kopdar disiniii yaaa bu guruu..

    hayuu ngopi, ada wifi nya ga disana?

    BalasHapus
  2. Namanya itu lho Mbah Dongkol xixi. Bikin y atau minum y ga sambil dongkol kan yaaa...

    BalasHapus
  3. kayanya pengin mampir :)
    tapi saya pesen teh soalnya ga ngopi hehehee
    ulasan yang menarik mbak salam sehat dan semangat amin

    BalasHapus
  4. Selain kopi yang spesial apa lagi? Soale aku n suami ga begitu suka kopi item

    BalasHapus
  5. salam kenal bu guru ^__^

    iya memang begitulah kopi, berasa besar magnetnya..., sy saja sehari bisa 3 kali ngopi.

    BalasHapus
  6. aku jarang minum kopi, tapi kalau minum kopi di kedai yang sederhana sepertinya menikmatinya banget ya Che

    BalasHapus
  7. Aku nggak suka kopi Mbak tapi suka aromanya. Kalau pas ke Purwodadi mbok aku diajak ke sini. Tak ngicipi kopi sing murmer gitu lho.

    BalasHapus
  8. nah lo aku penasaran mbak hehe.... mbak kuwi iklan sing peringatan membunuhmu kopinya apa apanya hehe pizzz.,... wah kalo yg legendaris begini kayaknya saya butuh sponshor' sepuh ini hehe...

    BalasHapus
  9. suamiku pecinta kopi hitam Mba, sepertinya warung kopi Mbah Dongkol ini tempat minum kopi yang pas untuknya :)

    BalasHapus
  10. Wih rong ewu tok, murah yooo

    BalasHapus
  11. yg minum gak sampe dongkol kan Chel

    BalasHapus
  12. kalo warung sederhana gitu biasanya malah enak dan sedep yaaa :D

    BalasHapus
  13. warkop memang sederhana ya, soalnya yang istimewa itu kebersamaannya, hehehe

    BalasHapus
  14. kalau lihat warung kopi kayak gitu malah pengen ngopi nih : )

    BalasHapus
  15. asyik kayaknya tempatnya...seru dan murmer yaaa

    BalasHapus
  16. Tongkronganku waktu SMA ini mbk, hahaha
    Sekarang udah jarang lagi ngopi di mbah Dongkol.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)