Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Ini Pendapat Saya Tentang Himbauan Mengantar Anak di #HariPertamaSekolah



 
pic sources: Kemdikbud RI

Hari pertama masuk sekolah untuk tahun ajaran 2016/2017 kali ini disambut euforia yang sangat luar biasa oleh banyak kalangan. Orang tua, guru, bahkan muridnya sendiri juga tampak bahagia. Bagaimana tidak, ketika Bapak Anies Baswedan selaku mendikdas (sebelum reshuffle) menghimbau agar para orang tua mengantarkan anak di hari pertama sekolahnya. Lini masa di tanggal 18 Juli 2016 begitu rame dengan status, upload foto, bahkan banyak kontes-kontes foto dengan mengusung tema hari pertama masuk sekolah.


Kalau saya sih hari pertama masuk kerja donk pastinya. Anak-anak masuk sekolah bu guru juga masuk kerja. Setelah malam sebelumnya sibuk mempersiapkan untuk di hari pertama kerja, paginya saya terlambat 5 menit sampai di sekolah. Saya percaya, jauh-jauh hari anak-anak juga mempersiapan keperluan mereka di tahun ajaran baru. Dan luar biasa penuh area lapangan dengan parkiran motor tak beraturan dari para orang tua murid. Tidak seperti biasanya, tahun ini rasanya semakin banyak orang tua yang dating ke sekolah mengantarkan ananda di hari pertama masuk sekolah. Seneng? Pastinya! Sebagai guru saya melihat beberapa hal yang mungkin dalam kacamata saya ada banyak kemajuan terutama di lingkungan sekolah saya. 

Banyak sekali background keluarga di lingkungan sekolah saya, yang orang tuanya merantau, ibunya jadi TKI, bahkan yang hanya tinggal bersama neneknya juga ada. Jadi tidak heran jika saya menemui wajah baru para orang tua selain orang tua siswa kelas satu. Dari pengamatan saya tentu ada nilai positif keberadaan orang tua murid di sekolah kami. Diantaranya :

·         Lebih mengenal dekat dengan lingkungan sekolah
Seperti yang sudah saya katakan diatas, tidak semua anak tinggal bersama orang tuanya. Ketika orang tua ikut mengantarkan anaknya, mereka akan mengenal bagaimana lingkungan sekolah anaknya selama ini. Mengenal guru yang akan mendampingi selama setahun kedepan dan suasana baru sekolah karena kondisi sekolah kami pasca regrouping tahun kemarin.

·         Meningkatnya kepercayaan orang tua dengan sekolah
Terbilang sekolah saya banyak guru muda dan baru yang masih kinyis-kinyis *ehem*. Tapi beberapa kali saya terlibat obrolan dengan warga sekitar, ternyata tidak sedikit yang meragukan kemampuan para guru junior dibanding senior. Sungguh ini menyakitkan kaum muda *halagh*. Dengan adanya himbauan Mendikdas ini setidaknya jika masih ada orang tua yang meragukan para guru junior bias untuk berkonsultasi dengan kepala sekolah. Atau jauh lebih bagus ketika langsung dialog degan guru yang bersangkutan. Biasanya ketika dialog sudah terjadi, endingnya akan ada kalimat “saya titip anak saya ya buk, mohon dibimbing dengan baik. Mau diapain aja terserah ibu.” Hyah….

·         Bisa membuat perjanjian antara orang tua dan guru
Kemarin marak kasus guru yang dilaporkan bahkan dipenjarain sama murid sendiri. Gak menutup kemungkinan seperti itu terjadi di sekolah desa. Biasanya orang tua akan berpesan ke gurunya, bahkan saya mendapati curhatan guru lain yang udah diwanti-wanti agar anaknya jangan diapa-apain. Seperti jangan dimarahin ya bu anak saya, nanti kalau gak mau nulis bilang ke saya ya bu, atau kalau orang tuanya masuk dalam kategori pasrah banget akan bilang udah mau di jewer atau apa monggo aja bu . hahaha.. gak da hitam diatas putih bukan jadi masalah, yang penting diiyain aja orang tua udah bahagia.

Kalau ketemu orang tua yang kritis bagaimana? Hemm.. sepengalaman saya sih hp akan ramai dengan sms yang isinya mulai dari aduan, pesan untuk ananda, sampai curhatan juga ada. Tapi justru saya menikmati karena itu artinya orang tua peduli dengan anaknya di sekolah.

·         Meningkatnya kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan terutama pendidikan dasar
I’m sorry to say lingkungan sekolah kami termasuk lingkungan yang cukup rendah tingkat kesadaran pendidikan. Bisa sekolah saja sudah bagus, bahkan tak sedikit orang tua yang cuek dengan pendidikan anaknya. Padahal mutiara-mutiara itu sebenarnya banyak, tapi dukungan orang tualah yang justru menghambat. Dengan adanya himbauan bapak Mendikdas dan bertambahnya kuantitas orang tua yang dating di hari pertama sekolah kemarin menunjukkan bahwa mereka mulai sadar dan peduli dengan pendidikan anaknya. Sebagai guru sih kami gak terlalu muluk-muluk orang tua harus andil banget sampai ke dalam lingkungan sekolah, tapi ketika mereka peduli, mendukung ananda, memfasilitasi meskipun penuh keterbatasan, bahkan mendukung sepenuhnya untuk meningkatkan minat dan bakat saya rasa sangat bagus. Bukan hanya bias nyinyir aja yang seperti selama ini sering kami dapatkan. Guru juga manusia tentu banyak juga kekurangannya. 
 
            Keempat hal diatas murni kacamata saya sebagai guru di daerah pedesaan. Yang jelas saya sangat berterimakasih ketika himbauan Mendikdas banyak dilaksanakan oleh para orang tua. Itu artinya mereka ikut membangun energi positif dan keceriaan sang anak yang biasanya hari pertama masuk sekolah diliputi rasa takut, malas, bahkan sampai ada yang mogok. Masa pengenalan sekolah akan menjadi satu hal yang menyenangkan dan berkesan apalagi jika mereka melihat senyum orang tua para pengantar di depan gerbang sekolah atau depan pintu kelas. 

            Oiya, selain himbauan Mendikdas memang sudah membudaya banget para orang tua ikut andil dalam mencarikan bangku terdepan di kelas. Siapa yang cepat dia yang dapat dan biasanya anak yang diantar orang tua lah yang “menang” dengan bangku yang udah di booking terlebih dahulu. Padahal nanti juga gurunya bakal ngacak tempat duduk mereka lagi. Hahaha… Serunya hari pertama masuk sekolah, meskipun Mendikdas sudah ganti saya berharap akan menjadi sebuah budaya baru mengantarkan anak sekolah di hari pertamanya.
Apa sih yang bikin kita bahagia di saat melihat mereka melambaikan tangan masuk gerbang sekolah? Yeps… senyum bahagia mereka berbalut seragam sekolah!

*IMHO.. jika tidak ada yang sependapat dengan saya, maaf ya. Yuk kita share di kolom komentar.*




3 komentar

  1. jadi semacam booster semangat buat anak2 dan buat sayanya juga sih.
    Mereka ternyata mengingatnya hingga di hari pertama tahun berikutnya lhoo

    BalasHapus
  2. antara guru dan wali murid memang diharapkan ada komunikasi, sekedar mengetahui perkembangan anak selama diajar oleh guru ybs. Selain tentunya ada buku penghubung antara ortu dan wali murid, diharapkan juga ada tatap muka, tidak usah terlalu sering, setiap pembagian rapot juga tdk apa2, kalo menurut saya :) dan saya sangat setuju anjuran pak anis bahwa antar anak di hari pertama masuk sekolahnya, supaya ortu/yg mewakili tau kondisi sekolah anaknya

    BalasHapus
  3. Di sini aku tiap hari antar anak-anak solah Cheila. Sambil jalan dari rumah, menikmati pagi. Kalau di Indonesia ngg tau deh bagaimana aturnya.. Solalnya maceeet

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)