12 September 2016

Opening Desa Wisata Jati Pohon Indah

Dapet undangan dari Disporabudpar Kabupaten Grobogan buat mewakili Komunitas Bloger itu rasanya… norak gak ketulungan. Ups,, Purwodadi ada Komunitas Blogger? Sepertinya aku butuh colek-colek mas Arief Qtrink nih. Hahahaha.. awalnya sih kaget pas salah satu founder Komunitas Wisata Grobogan inbox aku di FB. Katanya mau kasih undangan di acara Peresmian Desa Wisata Jati Pohon. Aku yang semula pikir itu bercada ternyata bener pas mas Iyant Re nganterin surat undangan ke sekolah dan diijinin sama bu Kepsek. Mas, aku hutang budi banget sama njenengan. Hahaha.


Jadi begini, aku mau bahas wisata Grobogan dulu ya. Sebelumnya sih aku pernah bahas juga tentang surga-surga tersembunyi yang belakangan ini ramai di media social. Pokoknya sih Grobogan gak ndeso banget lah. Apalagi kemaren tanggal 3 September 2016 aku ada di deretan tamu undangan buat ngeliput acara Peresmian Desa Wisata Jati Pohon. Bertepatan juga sih sama puncak acara Sedekah Bumi, jadi bisa dibayangkan bagaimana ramainya saat itu ditambah antusiasme warga Jati Pohon yang sangat luar biasa. Salut! Keprokin donk!

Desa wisata Jati Pohon itu sebenarnya sudah menjadi wacana Disporabudpar selama 2 tahun kemaren. Nah di tahun 2016 ini barulah diresmikan oleh Disporabudpar. Sebenarnya ada banyak tempat Pariwisata di Grobogan, cuma yang dipilih oleh pihak Disporabudpar sebagai phioner Desa Wisata di Kabupaten Grobogan adalah Jati Pohon ini. 

Jati pohon dipilih karena memiliki lokasi yang berada di barisan Pegunungan Kendeng Utara. Bisa kalian bayangin kan bagaimana kondisi wilayah yang berada di lereng pegunungan, adem sejuk berasa bawaannya mau bobok terus. Apalagi buat manten baru mesti produktif. Hahaha. Sip! Selain itu untuk urusan pemandangan, Jati Pohon menawarkan panorama Kabupaten yang sangat indah, termasuk bagi kalian pecinta senja macam aku ini. Menikmati senja di bukit pandang dijamin bikin betah. 
homestay
Di sekitar bukit pandang juga disediakan homestay bagi para wisatawan. Mungkin bingung mau nginep dimana kalau pengen menikmati malam di Jati Pohon. Rumah warga sudah siap menerima kedatangan kalian hai para wisatawan dan terimalah keramaah para warga Jati Pohon. Udah gitu di sekitar bukit pandang juga terdapat mata air dan pemandian yang katanya airnya seger banget. Sumber mata air asli ini recommended bagi kalian pecinta ciblonan dan yang pasti aman dari kaporit. Kalaupun kesannya kotor memang itu karena ada lumut yang tumbuh di dinding kolam dan dibiarkan alami sebagai pertanda bahwa sumber mata air asli. Harga tiket masuk cuma 8000 rupiah doank. 
reog

rame di belakang
Nah pas opening kemarin memang aku datangnya telat pas acara arak-arakan sudah jalan hampir di rombongan paling akhir. Beruntung si papa ngasih ijin buat turun dulu dan nerobos kerumunan yang gak taunya jalan lumayan jauh juga, nanjak pula. Arak-arakan ini diikuti oleh beberapa gabungan dukuh yang ada di Jati Pohon. Sambutan warga sangat luar biasa, dan di lokasi bukit pandang yang memang sudah disetting sebagai finis dari arak-arakan terdapat beberapa karya dari warga salah satunya adalah gunungan. Gunungan yang disimbolkan sebagai syukur atas hasil bumi dari para petani ini memang berjejer di sisi barat (kalau gak salah arah). Nantinya gunungan ini akan dikeroyok para warga di puncak acara sedekah bumi. 
warok
Soal gunungan ini memang terlihat seperti gunungan pada umumnya. Hasil bumi warga sekitar ditambah beberapa aneka sayuran dan buah, tapi ada juga aneka makanan. Yang menarik dan membedakan gunungan di Jati Pohon dengan gunungan lainnya adalah ada satu sosok yang dikenal sebagai Warok Suromenggolo yang tugasnya menjaga gunungan supaya gak diserobot warga. Maklum, para warga sudah berkerumun dan gak sabar buat berebut. Sayangnya saat giliran gunungan resmi bisa direbut, kerumunan warga kurang greng karena sengaja diambilin sama para penjaga gunungan itu. Kalau mereka berebut sendiri kan lebih seru. Disini aku merasa sedikit kecewa. Huhuhu. 
peresmian desa wisata oleh disporabudpar,kepala desa, mas duta wisata grobogan

landmark JPI
So, Jati Pohon kini sudah bermetamorfosa. Mau menikmati panorama Kabupaten Grobogan ada di bukit pandang, menikmati sunset bisa, nginep dan bercengkrama sama keramahan warga juga sudah ada homestay, mau nikmatin segarnya mata air asli juga ada. Nah sekarang tinggal bagaimana kita ikut mensukseskan usaha dari para warga dan juga pihak dinas pariwisata. Gak cuma euphoria pas opening aja, tapi gimana kita bisa ikut jaga wisata local sekitar kita. Gak buang sampah sembarangan, gak sengaja berbuat mesum di tempat wisata, gak coret-coret fasilitas umum, dll. Disayang-sayang, dijaga layaknya pacar kan lebih bagus daripada cuma ngerusak aja. Xixixxi.

Serius deh, bisa melihat puncak acara apitan atau sedekah bumi itu luar biasa senengnya. Berharapnya sih aku bisa dapet undangan lagi kalau ada acara beginian di Kabupaten Grobogan. Selain nambah silaturahmi juga bisa jadi ajang pengetahuan bahwa banyak sekali kearifan lokal di Grobogan yang selama ini belum aku ketahui. Nah, selamat berwisata ke Grobogan, selamat menikmati keindahan Grobogan dan jangan lupa ajak saya ya ^_^.

7 komentar:

  1. waduh disummon... pantesan perasaanku agak gimana gitu.

    btw lokasinya di bawah pemandian itu ya? koq homestay-nya mirip rumah dinas perhutani yang dulu jadi basecamp-ku kalo kemah di jatipohon.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes mas..hahaha itu memang perumahan perhutanijadi homestay nomor 13. sebenarnya banyak sih cuma masih belum greng buat di foto.hahah...yg masuk buat di foto ya perumahan perhutani itu

      Hapus
  2. Wow.. keliatannya seruuu..
    magnet paling kenceng di indonesia memang budayanya, selalu penuh keunikan.

    salam kenal, mba

    BalasHapus
  3. Desa wisata kebudayaan indonesia memang oke ya kak, bnyak potensi wisata di negeri ini ternyata, apalgi negeri yang sangat subur, kudu dibudayakan semuanyah..

    BalasHapus
  4. Baru tau ada desa wisata jati pohon.. seru ya mba apalagi pas ada even2 gitu jadi bisa belajar budaya juga. kapan2 main kesana ah.

    BalasHapus
  5. Eh, ada mahasiswaku di sana mbak. Jadi mas Grobogan..huahaha..*gagal fokus

    BalasHapus
  6. kalau tiap desa punya sisi yang bisa diangkat wisatanya bagus banget untuk mengangkat perekonomian desa ya mba..

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)