Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Balada Operator Sekolah



Kemajuan teknologi belakangan ini memang memberikan dampak yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia di berbagai bidang. Salah satunya adalah pendidikan yang selama beberapa tahun terakhir ini mengalami kemajuan. Sudah tau donk yah sekarang dikit-dikit berbasis online. Mau dari pembelajaran, ujian nasional, laporan BOS, sampai di pendataan tenaga guru dan karyawan semuanya harus online. Itu artinya ada tugas tambahan yang harus diterima oleh PTK yaitu sebagai operator sekolah.


#MondaySchool kali ini masih dalam rangka kolaborasi dengan Diajeng Witri nih, dan kami sepakat untuk minggu ini akan membahas mengenai Operator Sekolah. Bedanya adalah Diajeng masih mengampu sebagai operator sedangkan saya mantan operator sekolah. Jenjangnya pun juga beda, saya SD sedangkan diajeng SMP. 

 Baca juga postingan Diajeng Witri 



Oke langsung saja, jika postingan ini jatuhnya di curhat dan cenderung mengeluh ya…. Maaf deh mailaf *halagh*.

Sudah saya sebutkan diatas kan ya, kalau memang sekarang ini di jenjang baik PAUD sampai SMA semua pendataan tenaga pengajar harus online. Iya, awalnya memang ada aplikasi yang bernama Dapodik dan menurut saya disitulah awal mula munculnya para Operator Sekolah. Saya pun sempat kebagian jatah juga bertanggung jawab dengan urusan Dapodik serta Padamu Negeri (yang menangani masalah NUPTK = Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidik). Dan rasanya jadi operator sekolah itu… nano-nano buibu. 

Jadi gini ya sedikit cerita saja, operator sekolah kalau untuk jenjang SD itu adalah tugas tambahan untuk guru kelas yang ditunjuk. Biasanya memang guru yang sudah menyandang status PNS, tapi kenyataan di lapangan adalah mayoritas operator itu dijabat *halagh* oleh mereka guru honorer dan rata-rata perempuan. Suami saya juga operator dan beliau masih honorer. Alhamdulillah.  Senjata mereka untuk berperang adalah laptop, modem, charger laptop, dan kabel rol. Dan yang dipilih menjadi operator itu yang cukup mahir dalam pengoperasian laptop/komputer.

Nah, para operator ini nanti tugasnya bermacam-macam. Selain mengajar, mereka juga harus input data seperti input data siswa baru, update gaji berkala, sinkronisasi aplikasi dapodik dengan data terbaru, belum lagi mengisi aset, padamu negeri, laporan SPT tahunan para PTK dan sudah pasti karena tugasnya banyak waktu kerjanyapun juga bertambah apalagi jika sistem pusat mengalami gangguan. Kebayang belum bagaimana kerjanya? Nggak kenal waktu.

Memang sih sisi positif menjadi operator ini adalah peningkatan dalam pengoperasian laptop terlebih bagi yang awalnya gaptek. Bukan cuma itu, dengan menjadi operator bisa dibilang kita memang menjadi orang yang lebih dulu mengerti mengenai perkembangan data-data yang harus di online kan. Apalagi seorang operator memang harus siap kapan saja dipanggil oleh dinas baik UPTD ataupun dinas kabupaten. Sudah pasti operator sekolah akan bertemu banyak orang, bertambah relasi, dan nambah silaturahmi. Rejeki lainnya ya dapet duit. 

Namun, sisi negatifnya pun ada. Saya mengalami sendiri kelas sering saya tinggal sementara anak-anak harus dititipkan ke guru lain. Pelajaran menjadi lebih lambat karena sibuknya guru dalam menyelesaikan tugas online. Lelah dan capek apalagi ketika data yang sudah dikerjakan masih salah. Bahkan anak-anak jadi terkesan menyepelekan “diberi tugas paling juga nggak di nilai. Bu guru sibuk.” Saya pernah digituin sama murid T_T dan itu sungguh menyakitkan.

Kok mau jadi operator?

Ya habis gimana lagi, dalih guru senior atau guru lain yang ditunjuk  adalah “yang muda saja yang lebih mahir mengoperasikan laptop. Yang sudah tua ini capek”. Yang mendapat alasan seperti itu ngacung tinggi-tinggi yuk! Sebenarnya bukan masalah sih ditunjuk menjadi operator,  cuma beberapa kejadian yang saya alami bahkan curhatan para operator lain itu rata-rata sama. 

  Ada guru PNS mengapa harus honorer yang dipilih menjadi operator
  Jika alasannya capek, operator jauh lebih capek
   Jika dapodik masih belum valid biasanya yang disalahkan operator
            ↝  Jika tunjangan terlambat cair dan ada selisih, biasanya yang diuber-uber ya operato
↝  Ada oknum PTK yang pasrah tanpa peduli perkembangan datanya *Capedeeee*
Harus rela lembur di kantor dinas dan pulang dini hari seperti pengerjaan asset penghapusan minggu lalu.

Tidak mudah memang menjadi seorang operator sekolah, jika dipikir sih mereka itu mengerjakan dan mengupayakan  nasib orang lain sementara nasib sendiripun terkadang nggak diperdulikan. Kasihan sih. “rame ing gawe sepi ing pamrih” begitulah kiranya pepatah Jawa yang sangat pas bagi mereka. Memang akan ada honor tambahan tetapi semua kembali lagi ke masalah “rasa” baik dari kepala sekolah maupun PTK yang bersangkutan. (paham kan…).

            Saya sudah meletakkan tugas tambahan sebagai operator sekolah itu ke teman saya yang lainnya. Karena jujur ya, sangat menyita waktu dan sangat melelahkan. Saya sih kasihan bagi operator yang sedang hamil maupun program hamil apalagi jika harus lembur. Sering memang pekerjaan mereka dianggap sepele, tapi jika tanpa ada jasa operator, ibaratnya sekolah tanpa ada murid. Hampa. Makanya jangan main-main sama operator sekolah yah, karena nasib kalian biasanya ada di tangan mereka. Hahaha.  Selamat berjuang bagi para operator sekolah yah, percayalah segala sesuatu akan indah pada waktunya. Ciyeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee………….

5 komentar

  1. udah keluar aja... :))

    *nyumetKompor*

    BalasHapus
  2. aku sedihnya itu kalau ada PTK yang malah bergantung pada operator, aku emang enggak ngajar sich, tapi aku juga TU plus operator, parahnya itu malah PTK ngegantungin, masa entry nilai ke komputer ajah kagak mau... katanya itu tugas ops/tu... sedih

    BalasHapus
    Balasan
    1. curhaaattt ini curhaaattt...hahahaha..umumnya sih begituuuuuu

      Hapus
  3. Sekarang saya baru tau mengenai hal ini...
    Tugas dan fungsi operator sekolah. Ini termasuk juga mengupdate data-data sekolah secara on line kan ya.
    Saya beberapa kali searching sekolah, terutama saat saya mengikuti program relawan Kelas Inspirasi. Sebelum datang ke sekolah saya selalu browsing dulu keberadaan dan data mengenai sekolah tersebut. Ada yang lengkap. Tapi ada juga yang tidak terupdate (jumlah siswa, jumlah rombel, data guru, data sekolah, kelas dsb)
    (eh termasuk data ini kan ya yang di up date operator?)

    Tetap semangat

    Salam saya Cheil

    sala

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)