Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

5 Alasan Novel Sang Pemimpi Menginspirasiku

sumber :ahorikita.files.wordpress.com

5 Alasan Novel Sang Pemimpi Menginspirasiku ~ Dulu waktu hidupku terjerumus dalam jurang lingkungan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan alias FKIP, aku ngerasa hari-hari menjalani kuliah itu surem banget. Cita-citaku bukan jadi guru sebenarnya, tapi aku lebih seneng jadi bidan. Cukup bidan karena mengajukan sekolah kedokteran aku dapat penolakan dari bapak sama ibu. Dokternya pun memang lebih milih dokter hewan. Tapi apa daya, realitanya nyemplung deh di dunia pendidikan dan sampai sekarang. 
 

Nyalahin takdir rasanya nggak fair ya. Nyalahin ibu sama bapak, entahlah mungkin jalan hidup dan nasib ini juga berawal dari doa mereka. Bukan salahku juga sih milih jadi guru. Hahaha.. tapi memang ketika mencoba untuk bisa menerima dan menikmati ternyata ada sensasi sendiri tanpa harus melupakan mimpi jadi tenaga kesehatan itu. 
 
 

Iya, aku masih suka bermimpi dengan cita-citaku dulu. Karena apa? Ada korelasinya sih antara dunia pendidikan dan dunia kesehatan yang salah satunya adalah tentang pengabdian. Topiknya memang rada berat tapi ini sekaligus menjawab tantangan dari Mbak Vita dan Mbak Anita. Karena berkat buku inilah aku masih berani untuk bermimpi, sampai saat ini. 
 


Aku suka buku ini karena membuat aku sadar bahwa memang mimpi itu gratis. Takut buat bermimpi juga kenapa lha wong Andrea Hirata aja bilang “Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpimu itu.” Mengkhatamkan novel ini jujur ada gejolak di hati aku dan ketika aku mencoba merenungi apa yang sudah menjadi jalan hidupku rasanya kok malu sama Arai dan Ikal. 
 
 
itu karena,,,,,
 

👯 Pertama. Mereka berani bermimpi jauh dan bahkan sangat jauh. Mana ada anak dari buruh di PN Timah pada akhirnya bisa sampai ke Eropa? Semua karena mimpi mereka dan usaha yang mati-matian mereka lakukan. Aku? susah dikit aja ngeluh.😅

 
💪  Kedua. Hidup itu memang untuk berjuang. Ya, ada scene dimana mereka berjuang mati-matian demi melanjutkan sekolah. Jauh dari orang tua, hidup terpisah dari orang tua, sepulang dari sekolah mereka harus bekerja demi mendapat uang untuk biaya sekolah. Bekerja menjadi kuli angkut ikan nelayan juga dilakuin, lho.
 
 

😇  Ketiga. Tidak lupa untuk bersyukur. Aku salut dimana Andrea Hirata mengemas cerita dalam tetralogi Laskar Pelangi ini sangat apik. Apalagi kehidupan religious mampu dikemas dengan sederhana dan mengena banget. Apalagi ada nuansa kenalan khas anak dan remaja sich ya seperti bolos mengaji dan menjawab iman dengan kata “aamiin” yang panjang banget. ini pas Ikal sama Arai masih kecil deh.
 
 

👪  Keempat. Berusaha membanggakan orang tua. Kalau dalam film sih sosok ayah Ikal ini diperankan oleh Mathias Mucus. Dan seperti biasa para orang tua akan menghadiri hari special anaknya di sekolah yaitu saat pembagian rapor. Orang tua yang dipanggil lebih dulu menandakan prestasi anaknya bagus. Ada saat dimana ayah Ikal belakangan dipanggil dan hasil belajar Ikal menurun drastic. So touchy, ikal memeluk ayahnya dan meminta maaf karena kesalahannya. Tapi sang ayah masih dengan senyum bangga menerima hasil belajar Ikal. Sejak itu dia berjanji untuk membanggakan orang tuanya dengan prestasinya. 
 
 
 
💖   Kelima. Kisah cinta yang sederhana. Ini beda banget sama fenomena jaman sekarang ya. Belum mengenal bbm, whatsapp dan aneka social media lainnya. Dengan model surat menyurat gitu deh. Ini sederhana tetapi bisa menggugah perasaan banget apalagi ketika Arai menyanyikan lagu di depan rumahnya Zakiah Nurmala. Sederhana tapi ngena banget. Hahaha. 
 
 
 

Genre buku ini memang novel  tapi ada unsur edukasi  di dalamnya sih menurutku. Memang sih aku semacam dapat suntikan semangat bahwa memang apa yang kita impikan belum sepenuhnya langsung diberikan sama Tuhan. Setidaknya dengan jalan hidup yang aku jalani saat ini aku masih bisa menyalurkan rasa kemanusiaanku ketika ada anak yang sakit. Ya, nggak jadi bidan nggak papa sih. Jadi guru juga kudu bisa jadi perawat juga. Apalagi kalau hari Senin pas upacara banyak anak yang tumbang dan bahkan pingsan. Haha..



Mungkin ada rekomendasi lainnya dari buku yang bisa aku jadiin referensi bacaan. Kalau sekarang sih aku lagi suka banget sama novelnya Dilan. kalau kamu?

4 komentar

  1. Laskar pelangi dan sang pemimpi kaya sequelnya ya, dan dilan bentar lagi ada sinetronnya, sedang syuting di Bandung, belum pernah baxa novelnya tapinya 😄

    BalasHapus
  2. Aku sangat terinspirasi baca buku ini, dan bener sih butuh bermimpi dan berjuang ya utk meraih impian

    BalasHapus
  3. saya belum baca buku ini, sepertinya bagus, ntar minggu aku coba cek di gramedia.

    BalasHapus
  4. Keren ya jalan kisah di Sang Pemimpi. Klo aku kebanyakan mbaca novel thriller sih Che, susah menyerap inspirasinya hahahaa... kacau.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)