Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Berteman Dengan Murid di Sosial Media?


Bukan perkara mudah loh untuk berdamai dengan pilihan hidupku.saat itu aku pikir ini hanya berjalan beberapa bulan saja.sebelumnya juga aku nggak pernah berfikir bahwa aku akan menjadi seorang guru SD.pekerjaan yg dianggap sepele,dipandang sebelah mata dan rendahan.mendapati komentar seperti itu aku setengah hati menjalani profesiku ini. Sampai pada suatu hari,dari murid2ku aku belajar banyak hal salah satunya ketulusan. Setiap harinya mereka menantiku,menerima luapan emosiku dikala mereka ramai,setelahnya mereka selalu memberikan senyum dan tawa termanis dan tulus dri hati mereka.mereka saja menerima keberadaanku di kelas dengan ikhlas,kenapa aq tidak menjalani profesiku dengan ikhlas?dan benar saja semakin kesini aku semakin mencintai profesiku ini.melalui mereka aku ingin menebar manfaat dan menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain.saya chela, saya seorang guru, i love what I do, i do what i love. @motoindonesia  #mototimetoshine  #differentshinesbetter
A post shared by Cheila Gurukecil (@guru_kecil) on



Temenan sama murid di social media? Hemm.. sebenarnya bukan hal yang baru sih. Dulu jaman masih ngajar di SD 3 Purwodadi, anak-anak sekalipun kelas 4 tuh udah paham facebook. Dan hampir setiap hari ada friend rikues dari murid di facebook aku. Lha kok tau kalau itu murid? Haha… kebetulan, aku hafal nama beberapa anak dan wajahnya. Hahaha.. 


Monday school datang lagi setelah sekian lama hiatus ya. Ini sih gegara Diajeng Witri baca update status di WA aku yang sempet sebel sama muridku. Bedanya sih aku kalangan siswa SD sementara Diajeng tingkat SMP. 

Baca juga versi Diajeng yach…

Kalau aku pribadi buat berteman sama murid di social media tuh mending NO yach. Mengingat beberapa kali aku ada kejadian kurang enak dan lebih ke nggak nyaman aja ada murid di friend list facebook aku. 

Aku concern ke facebook dan Whatsapp karena ini lebih umum dan gampang kalau untuk kalangan anak SD. Anak SD kota beda sama SD di desa. Mereka instagram aja belum pada punya. Hahaha.. 

So, here are alasan aku kenapa mending nggak berteman sama murid di social media.

👉 Anak-anak akan semacam kehilangan control dengan gurunya. 

👉 Jadi lebih terkesan nyepelein guru karena mereka merasa lebih dekat karena adanya interaksi di dunia maya

👉 Segala macam statusku akan diketahui anak-anak termasuk kalau lagi ngeluh soal kenakalan-kenakalan mereka

👉 Mereka jadi lebih manja sama gurunya dan bahkan bahasa tulis mereka seperti sedang fb-an atau WA sama temen sendiri. 

Boro-boro soal social media. Aku dimintai nomor hp aja suka nggak ngasih. Bukan karena sok seleb ya, tapi aku menghindari sms dari anak-anak yang seringnya nanyain PR atau pelajaran. Hellow!!!! Bukanya tadi udah di catat di sekolah? Suka KZL deh!!! Bahkan sms nya suka nggak lihat waktu. Lagi istirahat enak-enak hp bunyi. Hahah… makin KZL

Dari segi anak-anak aku prefer NO, tapi kalau sama orang tua aku sih YES. Apalagi jaman sekarang memang hp yang ada lampu senternya makin jarang ketimbang hp pintar. Dan memang rata-rata semua orang tua murid punya hp. Jadi aku memang sengaja di tahun ajaran ini meminta nomor hp para orang tua dan membuka komunikasi baik lewat sms atau WA.

Alasan aku sih begini ya…

👉 Aku mulai membuka komunikasi dengan orang tua murid mengingat tuntutan pemerintah untuk menerapkan pendidikan karakter

👉 Melibatkan orang tua dalam kegiatan pembelajaran karena pendidikan karakter itu tidak serta merta Cuma tugas guru

👉 Pelan-pelan mengedukasi para orang tua murid agar lebih peduli dengan progress anak-anak di sekolah

👉 Jika ada kenakalan anak-anak, seketika itu juga aku bisa memberi informasi ke orang tua demi meminimalisir aduan orang tua yang tidak terima anaknya kena hukuman. 
 
Intinya sih lebih memudahkan komunikasi antara guru dan orang tua murid ya. Bahkan ada tuh beberapa orang tua  murid di friendlist facebook aku. Awalnya canggung tapi lama-alam aku cuek aja. Hahaha…

Jadi kesimpulannya menyoal berteman dengan murid di social media aku bisa NO bisa juga YES. Tergantung dari bagaimana anak-anak aja kalau ngajak komunikasi. Kalau sekedar Tanya kabar aku ladenin, tapi kalau sampai nanyain PR ya aku cuekin. Haha..

Dibilang jahat sih nggak masalah, karena kembali lagi selain unggah-ungguh atau tata karma, nanyain PR di WA atau merajuk biar les nya nggak di liburin tuh rasanya kurang pas aja.
Menurut kalian gimana?

2 komentar

  1. kita kebalikan... hahaha

    aku YAY, soalnya ada beberapa kasus yang aku dapetin dari sosial media merekaaa..

    BalasHapus
  2. Ada kelebihan dan kekurangan juga kalo komunikasi lewat sosial media, yang penting muridnya bisa menjaga adab sama gurunya

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)