Edited by Chela. Diberdayakan oleh Blogger.

Pembelajaran Tematik : Membuat Hiasan Dinding dari Kertas

Sumber gambar by google

"Bu guru... Aku udah bawa kertas sama figura!" Teriak Mala ketika aku memasuki kelas pagi kemarin.

"Bu... Aku juga sudah bawa semuanya!" Teriak anak-anak lainnya dan disusul keriuhan kelas pagi itu.


Memang sehari sebelumnya aku mengajak anak-anak untuk membawa beberapa bahan yang harus disiapkan di rumah. Dan pembelajaran kala itu mencakup mapel Bahasa Indonesia dan SBK. Sebelumnya kami sudah beberapa kali melaksanakan pembelajaran tematik di kelas dengan alat peraga isolasi hitam atau lakban. Lha kok malah makin ketagihan. Haha... 


Nah, anak-anak menyiapkan alat dan bahannya dari rumah, seperti :

🌵 Kertas buffalow 2 warna
🌵 Gunting
🌵 Lem dan double tape
🌵 Spidol hitam
🌵 Figura

Tugas bu guru, mempersiapkan print out yang berisi tahapan proses pengerjaan. Jadi korelasinya adalah anak-anak akan membuat hiasan dinding dari kertas berdasarkan petunjuk dimana nantinya penilaian kinerja terbagi menjadi beberapa point. Yaitu :

✏️ Sejauh mana anak bisa memahami petunjuk pengerjaannya.

✏️Kemandirian anak dalam menyelesaikan tugas mulai dari persiapan, proses dan sampai tahap akhir.

✏️ Kemampuan anak dalam berkordinasi dengan temannya ketika mereka menemukan permasalahan dalam menyelesaikan tugas.

✏️ Saat proses pengerjaan, anak secara tidak langsung akan membaca setiap langkah dengan seksama. Jadi disini anak akan belajar materi membaca memindai.

✏️ Sejauh pengerjaan sampai akhir, anak juga harus memperhatikan kebersihan sekitar mengingat mereka harus menggunting dan menempel.

✏️ Kerapian pengerjaan yang terpenting dimana hasil akhirnya hiasan dinding anak-anak akan ditempel di kelas.

Dalam pembelajaran tematik ini memang bu guru lebih menekankan pada kinerja proyek secara mandiri. Selain itu bu guru cukup mendampingi dan menerima pertanyaan ketika mereka masih belum memahami petunjuknya. 

Memang di sekolah menggunakan dua kurikulum, tetapi grade kelas tigakurikulum KTSP muatan mapelnya tergabung dalam tematik.


Selama pembelajaran anak-anak memang menjadi lebih mandiri, berusaha menyelesaikan dengan penuh tanggung jawab. Ada kesulitan sih memang di step menganyam kertasnya, cuma sengaja bu guru nggak ngajarin anak-anak. Tujuannya ya biar mereka memecahkan sendiri permasalahannya. 

Dan sejauh pembelajaran mereka happy. Di tahap finishing, cuma Mala yang bawa figura. Jadi ya hasil hiasan dinding kepunyaan Mala yang terlihat lebih rapi. Nggak asal dipasang aja, bu guru membebaskan anak-anak mengkreasikan ikan kertas itu dengan aneka macam gambar tambahan dengan diwarnai menggunakan crayon.
Add caption


Kalau lihat hiasan dinding sekarang itu memang lebih beragam. Jadi kadang bu guru pengen ngajakin anak-anak buat bikin hiasan dinding. Seperti hiasan​ ​dinding​ ​di​ ​mataharimall​ yang satu ini.

Source: mataharimall.com

Bikin lattering dengan kalimat yang memotifasi sepertinya bagus juga kedepannya. Dengan material kertas dan figura kayu. Lumayan kan bisa sekalian dekor kelas dengan hasil karya anak-anak.

Nah, sejauh pembelajaran berlangsung mereka tuh happy. Disitu bu guru seneng bangat! Yay!!



Sampai ketemu di pembelajaran tematik berikutnya ya!

4 komentar

  1. bisa dicoba untuk komunitas anakku ah

    BalasHapus
  2. Wah bisa jd hiasan dinding yang cakep ya. Kupikir ikannya dari pita jepang loh. Mau bikin juga mumpung ada pigura

    BalasHapus
  3. Waktu SD aku krg kreatif, main kertas cuma nganyam aja. Skrg kok jd pengen bikin hiasan dinding juga

    BalasHapus
  4. Saya harus banyak belajar dari Mbak agar telaten bikin kayak gini... 😂

    Thanks for sharing

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)