Edited by Chela. Powered by Blogger.

Kepanasan di Tebing Breksi Jogja

Kepanasan di tebing Breksi Jogja ~Sudut kota Jogjakarta memang memiliki tempat tersendiri di hati saya. Jogja yang memorabel, Jogja yang pernah kulalui dengan rangkaian kenangan manis bahkan getir, Jogja yang selalu istimewa, dan Jogja yang seolah magnetnya memiliki daya tarik terkuat untuk didatangi lagi dan lagi.


Benar memang ketika saya terpukau dengan salah satu video klipnya mas Afgan Syahreza. Sudut pengambilan gambarnya berlatarkan Kota Jogja dan ada sebuah objek yang menarik banget. Pahatan batuan dengan ukiran naga serta Werkudara sempat in frame dan penasaran, tempat apa sih itu? Serius ada di Jogja tempatnya. 

Lama saya larut dalam rasa penasaran. Gayung bersambut ketika rombongan dabin mengadakan piknik dengan tujuan Tebing Breksi. What, Tebing Breksi? buru-buru saya googling dan baca beberapa blog para travel blogger. Ternyata memang beneran ada di Jogja. Yea, i'm so excited karena ini akan menjadi pengalaman pertama saya mengunjungi Tebing Breksi. Hanya saja saya ke Tebing Breksi tidak bersama partner hidup saya. 

baca : 6 Alasan memilih suami sebagai partner traveling

Sepanjang jalanan menuju lokasi tak hentinya saya terus tersenyum. Beberapa teman di kursi belakang justru merasa bosan karena sudah beberapa kali mengunjungi lokasi wisata ini. Ah.. saya mah nggak peduli! Dan benar saja, membaca papan petunjuk jalan saja saya semakin excited. Breksi, sebentar lagi kita bertemu!


... Sempat Hopeless 
Ketika sampai di lokasi saya sempat merasa kecewa karena objek akan dialihkan ke tempat lain. Panitia beralasan bahwa lokasi menuju Tebing Breksi memang tidak bisa dilalui oleh bus besar. Kami harus menaiki mobil yang memang disediakan untuk mengangkut penumpang.

Lama panitia berunding dan saya sempat hopeless, gitu. 30 menit menanti dengan was-was di dalam bus, akhirnya "OK, Kita tetap ke Tebing Breksi!". Dalam batin saya berteriak YES dengan lantang. Akhirnya bus memasuki area parkir dan kami menanti antrean untuk naik ke mobil yang memang sudah siap mengangkut wisatawan menuju lokasi. 


Sepanjang jalan saya banyak bertanya dengan bapak drivernya. Bahwa ternyata memang dulunya Tebing Breksi ini adalah bekas penambangan batu breksi yang menjadi mata pencaharian penduduk sekitar.  Lokasi tebing ini berada di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Jogjakarta. Dilansir dari situs garasijogja.com, pada tahun 2015 Sri Sultan hamengku Buwono X telah menandatangani prasast yang menyebutkan bahwa Taman Tebing Breksi adalah salah satu lokasi cagar budaya. 


Salah satu sudut tebing yang epic


Siapa sangka yang tadinya berupa bekas galian kini sudah bertransformasi  menjadi tujuan wisata. Jam operasionalnya mulai jam 05.00 sampai 18.00. Namun berdasarkan cerita beberapa teman yang mengunjungi Tebing Breksi, datang sebelum jam 05.00 bisa menyaksikan sunrise, begitupun sore kita bisa menikmati sunset. 

Tengah Hari mencari Naga Besar dan Werkudara Di Tebing Breksi

Saya memang penasaran dengan pahatan ular naga dan tokoh pewayangan idola saya yaitu werkudara. Iya, semua berawal dari video klipnya Afgan itu. Kalau penasaran coba lihat deh ini. 


Sesampainya di sana memang matahari sedang terik-teriknya karena jam 12.00 tepat kami bersama rombongan sampai di Tebing Breksi. Hanya bermodal kacamata saja, saya lupa membawa payung ataupun topi. Excited memang, tapi nggak tahan panas akhirnya lebih banyak ngadem ketimbang eksplore lokasi. 


Ngadem yang tercandid

Dan ketika saya tiba di lokasi, ternyata memang banyak sekali pengunjung sehingga untuk foto saja kami harus antre. Jangan berharap untuk bisa punya foto bagus tanpa ada unsur kebocoran di beberapa titik. Terlebih di tebing dengan pahatan wayang wekudara dan Ular Naga. Full!! meski panas, wisatawan rela antree demi foto di spot foto yang memang favorit ini. Berkah dari kesabaran, akhirnya saya dan teman-teman bisa foto juga. hahaaha. 

Bukan hanya pahatan Naga dan Werkudara saja, kita bisa menuju ke lokasi atas tebing dengan menaiki anak tangga. Jangan salah, anak tangga saja bisa jadi spot foto yang ciamik lho. Bahkan, sisi bekas pahatan aja bisa jadi background yang kalau di poles dikit aja hasilnya bisa bikin uuugghhhh gitu. 


Rela antre demi foto di sini

Selesai menaiki anak tangga dan cukup ngos-ngosan, dari atas saya disuguhi panorama Jogja dan sekitarnya dengan hamparan yang sangat luas. Sejauh mata memandang akan terlihat Candi Prambanan, Gunung Merapi dan Landasan Pacu Bandara Adi Sucipto. Bukan hanya itu saja sih, disediakan beberapa spot foto kece yang bisa kamu gunakan untuk menambah koleksi feeds di instagram. Lagi, saya harus mengatakan memang tidak berfoto ria di atas tebing karena puanas banget. Keringat dimana-mana dan lepek banget. 


Jika ingin mengelilingi area Tebing Breksi, disediakan juga penyewaan ATV atau mobil jeep yang bisa menampung 4 atau 5 penumpang. Sayangnya untuk biaya sewa tidak sempat saya tanyakan ke mas nya sih. Karena kalau melihat area wisata ini cukup luas jadi kalau dengan jalan kaki lumayan bikin pegel juga sih. Hahaha.. 


Fasilitas Pendukung di Taman Tebing Breksi
Sebenarnya ini wisata yang memiki potensi bagus, hanya saja untuk fasilitasnya terbilang sederhana. Ada area parkir, tlatar pertunjukan, toilet, dan beberapa outlet yang menjual cinderamata gitu. Saat kunjungan saya kesana memang sudah ada food court dan beberapa penjaja minuman di sekitaran parkir. Berharapnya untuk kunjungan saya nanti sudah ada perkembangan lagi dalam hal fasilitas. 


Tapi kalau untuk berwisata kuliner atau penginapan, kita harus kembali ke area dekat Candi Prambanan. Karena memang lokasinya berada di sekitar pemukiman warga dan untuk tebingnya sendiri seperti berada di puncak, dan saya tidak menjumpai penginapan di sekitar tebing. 


Oiya hampir aja lupa, tak ada tarikan tiket masuk sih ketika say akesana. hanya dibebani biaya parkir bus dan beiaya sewa mobil suttle untuk menuju ke lokasi dan itu dibayarin oleh panitia. Jadi, saya nggak mengeluarkan kocek sama sekali alias gratis..tis...tissss....

Simak dulu juga nih keseruan kunjungan saya di Tebing Breksi bulan Juli 2018 lalu. Eits,,, jangan lupa subscribe ya gaes.



Familly Trip dan Second Honeymoon ke Jogja

Alhamdulillah papa sudah meyetujui dan siap untuk program hamil. Setelah lepas KB pada bulan Februari kemarin, papa minta jeda waktu 2 bulan untuk menyiapkan mental. Dan nggak tahu kenapa ketika permintaan saya untuk ke Jogja saat liburan sekolah nanti, papa ternyata menyetujui.

Karena famtrip, tentunya saya harus mempersiapkan semuanya dengan matang. Secara ada bocil juga yang harus ikut, dan mau tidak mau perintilan kecil yang harus dibawa sampai urusan booking hotel juga harus dicicil. Mengingat rencana kami nanti bertepatan dengan libur sekolah, otomatis suasanya liburan terasa dan bisa dipastikan ramainya akan seperti apa. 

Destinasi pasti yang akan saya kunjungi bersama papa dan Intan nantinya adalah Tebing Breksi. Karena saya pernah berjanji akan mengunjungi lagi dengan keluarga kecil saya. Terlebih Intan, daya tarik dia ada di burung hantu lucu yang bernama Cico.


Burung hantu nya bagus ya 😍


Karena sekitaran Tebing Breksi memang tidak ada hotel, saya sengaja mencari hotel dari sekarang dan papa menyarankan untuk mencari secara online. Melalui situs pegipegi.com, saya bisa memilih banyak sekali hotel yang sesuai dengan lokasi terdekat dengan pusat kota Jogja dan kisaran harga yang terjangkau. 

Ternyata enak juga lho kita memilih hotel di Jogja melalui pegipegi.com. Karena ...


  • Pilihan hotelnya banyak dan bervariasi





Yuhuuu, dengan adanya pilihan hotel yang beragam dan di beberapa lokasi serta pilihan harga sesuai dengan tipe hotelnya jadi sangat memudahkan saya. Terlebih dalam urusan anggaran penginapan. Pilihannya sih jatuh di hotel POP Sangaji Jogjakarta. Nggak mau jauh-jauh juga sih sama Malioboro. Tapi ada pilihan hotel lain juga sih, bahkan guest house dan homestay di Jogja juga ada. 


  • Informasi Hotel terbilang lengkap

Suka sebel kalau cari hotel ulasan informasinya nanggung. Nah di pegipegi ini bisa dibilang lengkap ya. Mau dari fasilitas yang disediakan, ulasan mengenai lokasi hotel, ulasan para customer yang memberikan ratting pelayanan holeh, serta didukung adanya foto baik kamar maupun sudut hotel lainnya. 


  • Mudahnya booking kamar sampai proses pembayaran

Ketika sudah cocok dengan pilihan hotel, kita bisa langsung klik kamar dan isi data diri kita sebagai tamu. Tapi tetapkan dulu tanggal check in dan pastikan kamar tersedia. Kemudahan lainnya ada di proses pembayaran yang menyediakan beberapa metode dari transfer ATM, Virtual Banking BCA, kartu kredit, bahkan ada cicilan juga loh. Pilih aja yang menurut kalian gampang prosesnya. Dengan begitu kamar siap kita tempati ketika liburan nantinya. 


Perkara booking hotel di Jogja sih beres ya karena adanya pegipegi.com. Selebihnya soal tujuan wisata selain Tebing Breksi dan Maliboro, kami memilih objek yang aman untuk anak-anak dan banyak unsur edukasinya seperti Taman Pintar atau Museum Dirgantara. Itung-itung meskipun judulnya Famtrip dan honeymoon, harus bisa nyenengin Intan juga lah ya. 

Nah, tanggal udah fix, hotel pun juga sudah dapat. Tinggal nyari tambahan uang saku aja sih ini. hahaha. Siap kepanasan lagi di Tebing Breksi tapi nggak mau juga kalau sampai kepala pusing dan nggak maksimal aja menikmati pemandangan alam dan melewatkan swafoto di spot foto yang instagramable. 

Nggak sabar nih menanti bulan Juli. Kalian sudah merencanakan liburan sekolah nanti belum? Atau mau ikut aku yang pernah kepanasan di Tebing Breksi Jogja, yukk!.

5 comments

  1. Bisa pakai bus besar, tapi kalau antrian panjang bus harus fit buat ngesot2 karena jalan yang berliku & naik turun licin. Tapi kalau parkiran sudah penuh, baru diharuskan pakai mobil sewaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak...jalannya berliku banget menuju ke tebingnya

      Delete
  2. wah bisa foto banyak ya, waktu aku ke sini lagi hujan jd gak bisa kemana2

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi sebenarnya ini juga kepanasan sekali buk

      Delete
  3. Awas mbak kena vatok burung hantu
    hahaha

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)