Edited by Chela. Powered by Blogger.

Siap Darling Di Kompleks Candi Gedongsongo

Siap Darling Di Kompleks Candi Gedongsongo Melakukan perubahan terhadap lingkungan itu memang tidak bisa dilakukan sendirian dan hanya dalam sekali waktu. Harus terus berlanjut dimana dalam pelaksanaannya tetap menyisipkan wawasan baru yang secara tidak langsung bisa semacam mem-brain wash kita untuk lebih peduli dengan lingkungan.







Seperti saya nih, untuk ketiga kalinya ikut serta di kegiatan Candi Darling yang digagas oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Bagaimana tidak, kegiatan Siap Darling ini mau tidak mau ikut menggerakkan saya untuk bisa lebih peduli dengan lingkungan bersama anak-anak di sekolah. Bukan cuma itu, di rumahpun juga ada perubahan yang saya rasa cukup ke arah baik *ciye muji diri sendiri* dimana saya bisa lebih bijak menggunakan sampah.






Tapi, berbeda dengan para 250 milenial yang tanggal 5 Maret 2020 lalu mengikuti aksi Siap Darling di kompleks Candi Gedongsongo. Kabut tebal yang menyambut saya dan para darling squad tidak menyurutkan semangat mereka untuk melakukan penanaman 868 pohon dan semak berbunga yang disebar di beberapa titik di kompleks Candi Gedongsongo. Jenis tanaman yang ditanam seperti Bambu Jepang, Hujan Mas, Pucuk Merah, Tabebuia Rosea, Pinus, Puspa, dan Akar wangi. 



Aksi ini dilakukan bersama dengan Kementrian Pendidikan dan Budaya Indonesia melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, dengan komitmen untuk menghijaukan kompleks candi Gedongsongo yang memiliki keunikan tersendiri. Candi yang terlatak di Kabupaten Semarang ini memang memiliki 9 candi dengan letak yang tersebar di lereng Gunung Ungaran. Bahkan lokasi candi ini masih aktif untuk tempat ibadah juga, loh. Oiya, ada sumber mata air panas yang mengandung gas belerang dan letaknya berdekatan di Candi Gedong IV. Butuh waktu satu setengah jam untuk tracking menuju candi tersebut. 


by: siapdarling

Malam sebelumnya yakni tanggal 4 Maret 2020, 50 darling squad mengikuti Green Camp di kawasan Candi Gedongsongo juga. Rangkaian kegiatan seperti Darling Race, Workshop Pengolahan sampah dan diakhiri dengan Focus Discussion Group.

by: siapdarling

Siap Darling dapat menjadi medium bagi para generasi milenial yang memiliki semangat besar untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan lewat tindakan konkret dan menyenangkan.
FX Supanji (Vice President Director Djarum Foundation) 

Sepaham dengan Pak Paji yang memang menjadi idola para Darling Squad, milenial sekarang ini memang harus lebih peduli dengan lingkungan dan juga peninggalan sejarah. Menyasar candi-candi yang ada di Indonesia karena memang candi adalah satu dari warisan sejarah Indonesia sehingga bisa menumbuhkan rasa memiliki. Tidak hanya sekedar berkunjung, melainkan juga turut menjaganya.
Ibu Mutiara 

Bapak FX Supanji

Ya benar sih, berada diantara mereka memang energinya positif banget. Semangat mudanya membara sehingga sepanjang melakukan aksi di kompleks Candi Gedongsongo, Bu Chela sempat lupa kalau akutuh nggak seumuran lagi sama mereka. Hahaha. BTW Darling Squad ini berasal dari berbagai universitas di Indonesia loh, seperti Undip, UNS, UNI Wali Songo, Unnes dan ada yang dari luar Jawa juga.

Talkshow Seru bertema: What We Can Do?
talkshow What We Can Do?
By: siap darling

Dalam rangkaian acara Candi Darling memang selalu ada talksow dengan narasumber yang sangat hebat tentunya. Talkshow kali ini memang bisa dikatakan lebih seru karena selain moderatornya yang enak banget bawainnya, yang disampaikan oleh narasumber itu juga hal-hal baru yang selama ini tuh aku belum pernah dengar. 


Ibu Dewi Asmara yang mewakili Bp. Sukronedi, S.Si., M.A selaku kepala BPCB Jawa Tengah, menyambut positif upaya Djarum Foundation dalam melestarikan situs sejarah. Bu Dewi juga menyebutkan bahwa jangan hanya di kompleks Gedongsongo saja, karena ada banyak sekali candi yang tersebar Kabupaten Semarang. Ada Candi Ngempon, Candi Umbul, Candirejo, Candi Dukuh, dll. Beliau juga mengharapkan kepada milenial yang tergabung dalam Darling Squad untuk memviralkan situs warisan cagar budaya Indonesia. 


Melalui Pak Hasan dari dinas Kehutanan Jawa Tengah, ternyata untuk memulihkan ekosistem kita butuh menanam 26 pohon. Dalam setiap upaya penghijauan, kita dihimbau untuk tidak sekedar menanam pohon saja. Harus melalui riset terlebih dahulu supaya tanaman yang di tanam harus memiliki fungsi terhadap sekitarnya. Seperti halnya pohon pinus, yang bisa melindungi manusia dari gas belerang yang sangat menyengat. Pohon pinus ini menyerap gas belerang yang bisa memicu pelapukan bebatuan candi. Sehingga sangat cocok di tanam di komplek Candi Gedongsongo. 


Hebat juga ya, ternyata leluhur kita zaman dulu juga sudah berupaya untuk menyeimbangkan ekosistem dan kearifan alam yang mana candi dan lingkungan merupakan satu eksositem yang tidak dapat dipisahkan. Itulah gengs, kenapa sekarang Bu Chela juga koar-koar ke anak-anak untuk peduli lingkungan. 


Perwakilan anak muda dalam rangkaian talkshow ini hadir Mas Iqbal selaku founder Kertabumi Klinik Sampah. Yang dari frustasi lihat sampah di sekitarnya, kini mas Iqbal bersama kertabumi berhasi mengolah limbah plastik menjadi ubin. uuwuwuwuwu banget coba. Kalian harus niru mas Iqbal juga ya gengs, meski dalam perjalanannya Mas Iqbal juga menemui kerikil-kerikil namun tidak menggoyahkan semangatnya untuk peduli lingkungan. 


Nah, yang suka lihat webseries Prince Darling nih datang juga Lutfi Aulia. Pemeran Prince Darling ini juga mengaku tertarik dengan aksi darling dari Djarum Foundation. Melalui aktingnya bersama Rachel Amanda, dia bisa menyebarkan kepada lainnya untuk lebih mencintai dan peduli lingkungan. Wih.. anak muda hebat ya! 


Bikin perubahan itu nggak bisa sendirian! Nah, bagi kalian anak muda yang tertarik dengan kegiatan Candi Darling yuk ikutan. Menjadi bagian dari anak muda cinta lingkungan itu perlu,loh. Supaya 5 atau 10 tahun lagi kalau kalian pergi ke candi bisa bilang ke pacar, istri, atau anak dengan "eh yank... pohon itu yang nanem aku loh!". Kan so sweet! hahaha.  

Info selengkapnya kalian bisa cek di web siap darling ya, gengs! Salam dari Bu Chela yang masih sering koar-koar ke anak-anak untuk mengurangi sampah plastik kalau jajan di kantin! Karena Aku sudah siap darling, Kamu kapan?

18 comments

  1. Anak muda harus sering2 dilibatkan dalam acara edukatif begini ya. Biar selalu sadar lingkungan dan cagar budaya

    ReplyDelete
  2. wah, keren mba kegiatannya.
    semoga lingkungan candi semakin hijau dan asri ya mbaa..

    ReplyDelete
  3. Envy banget. Pengen ikutan acara-acara serupa ini. Selalu seru dan sesuai dengan panggilan jiwa saya yang lebih senang terjun ke alam seperti ini.

    ReplyDelete
  4. Program semacam ini kudu terus digencarkan.
    Karena kita kian peduli lingkungan.
    Lingkungan asri, kita juga makin bahagia ya kaaannn

    ReplyDelete
  5. Saya juga suka mengikuti kegiatan sosi dan ramah lingkungan seperti artikel dk atas. Jika banyak kegiatan seperti ini, dijamin deh bumi kita lestari

    ReplyDelete
  6. Kegiatan alam yang sangat menginspirasi. Kalau saja dekat saya kemarin mau daftar ikut. Sayang ga bisa ninggalin anak. Kalau bisa bawa anak mau rombongan sekalian hehehe

    ReplyDelete
  7. Salut aku tuh dengan programnya Djarum Foundation untuk lingkungan, ini lokasinya asri banget ya mbak.

    ReplyDelete
  8. Wah keren banget mas Iqbal ini awalnya frustasi lihat sampah dan akhirnya bisa berkreasi mengolah sampah. Aku juga kadang bingung dengan sampah mau diapakan mbak. Acara darling ini memang mengingatkanku lagi untuk lebih cinta lingkungan.

    ReplyDelete
  9. Candi keren i i memang barus selalu dijagaa ya Cheila. Terakhir ke sini tahun lalu dan asli sukaa

    ReplyDelete
  10. Go Green banget ya kegiatannya sangat bermanfat. apa lagi saat duduk di atas rumput sambil mendengarkan narasumber berbicara, seru

    ReplyDelete
  11. Dari awal aku mikir darling ini apa yaa kok ada hubungannya dengan lingkungan. Hooo siap darling, sadar lingkungan. Tul, gak?

    ReplyDelete
  12. Acaranya keren dan menginspirasi sekali, memang untuk peduli lingkungan kita harus melibatkan banyak milenial karena mereka nantinya akan meneruskan kepedulian kita terhadap lingkungan ini.

    ReplyDelete
  13. Bener kata pak Hasan tuh, menanam pohon harus disesuaikan dengan karakteristik alam di wilayah tersebut. Gara-gara ikut Siap Darling ini aku juga baru tau loh kalau pinus tuh bisa menyerap aroma belerang. Nenek moyang kita udah canggih ya dari dulu.

    ReplyDelete
  14. Aksi penghijauan kayak gini bagus banget mba. Untuk generasi millenial biar lebih sadar dan peduli lingkungan. Aku baru tau ternyata pinus itu bisa menyerap bau belerang. Banyak ilmu yang bisa didapat ya.

    ReplyDelete
  15. Aaakk...
    Aku juga pengen ikutan.
    Programnya asik banget niih dan bisa sekaligus memberikan kontribusi terbaik untuk alam. Semoga di rawat dengan baik hingga tumbuh pohon yang kuat dan lebat menghijaukan Gedong Songo.

    ReplyDelete
  16. Kegiatan semacam ini sangat bermanfaat ya Mbak. Semoga semakin banyak masyarakat yang mau melibatkan diri. Alam menjadi lebih sehat.

    ReplyDelete
  17. candi sebagai cagar budaya peninggalan nenek moyang kita ini harus dilestarikan. dengan adanya sadar lingkungan bagi anak muda dapat membuat Candi terlihat bagus dan keren. perawatan dan penghijauannya bikin suasana seger banget ya. orang yg berkunjung jadi betah ke Candi.

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah 250 milenial menanam pohon saya jadi optimis candi terjaga kelestarian nya. Bermanfaat banget pohon tersebut buat jaga candi ya Mbak

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)