Edited by Chela. Powered by Blogger.

Tetap Lebaran Meski Tak ada THR

Tetap Lebaran Meski Tak ada THR ~ Buguru judulnya begitu banget sih? Xixixi iya sengaja karena melihat kekhawatiran bapak yang merasakan dampak dari pandemi covid-19. Menteri Keuangan sempat menyampaikan di media mengenai pemberian THR bagi ASN juga pensiunan. 


"Pemerintah ki piye, kok PNS  golongan 4 nggak dikei THR. Jane anggota DPR kui sing dipotong tunjangane, kok sasarane PNS wae! "

Begitulah yang menjadi keluhan bapak di suatu siang. Saya yang saat itu sedang dalam tidak memegang uang sama sekali merasa sedikit sensitif dengan apa yang menjadi keluhan bapak. 

Wajar sebenarnya jika bapak khawatir. Biasanya yang menjadi persiapan lebaran bagi bapak adalah menyiapkan amplop yang akan diberikan kepada anak cucu. Paham donk ya kalau tunjangan gaji 13 dan THR biasanya cair menjelang lebaran. Secara ASN dan pensiunan pasti merasa sangat bahagia. 

Sebagai Non ASN, semenjak bekerja dan menikah saya dan papa juga menerima THR dari kebijakan sekolah. Meski tidak seberapa, THR itu sangat bermanfaat sekali untuk menyenangkan hati keluarga. Sekaleng biskuit Khonguan, teh, sirup dan kopi menjadi hantaran wajib bagi orang tua dan mertua. Selembar uang sepuluh ribuan baru sudah bisa membahagiakan hati keponakan. 

THR adalah angin segar yang datangnya antara diharapkan dan sedikasihnya saja.. Hahaha. ~gurukecil~

Tetap Lebaran meski tak ada THR

Ramadan tahun 2020 ini memang terasa sangat beda. Suasana ramadan dari hari pertama sampai hari ke tujuh belaspun terasa sseper tiada yang hilang. 

Beberapa mushola tetap melaksanakan tarawih dengan jamaah yang lebih sedikit. Jamaah tarawih memakai masker, juga tadarus al-quran yang ada rasa was-was karena bergantian microfon. 




Purwodadi sudah zona merah covid-19, banyak warga yang memilih beribadah di rumah namun ada juga yang masih tetap beribadah di mushola ataupun masjid. 

Dampak dari covid itu sendiri juga terasa sekali dimana ancaman bagi bapak adalah tidak adanya THR. Meski begitu, ramadan ini mengajarkan sekali bahwa meski dalam keadaan sulit kita akan merayakan kemenangan umat islam. Meski dengan penuh kesederhanaan, ramadan bisa kita lalui dengan suka cita. 

Sempat geram karena bapak selalu mengulang keluhan mengenai THR itu. Sampai suatu hari saya menjawab kiranya begini "mau ada THR atau tidak, lebaran akan tetap ada. Yang terpenting adalah bukan nominal yang di terima melainkan kita semua sehat. Itu sudah sangat syukur alhamdulillah. Karena insyaallah Tuhan memberikan rejeki dari pintu lain".


Sumpah... Saya merasa sok dewasa banget! Hahaha


Ya, saya selalu begitu ketika melihat rekan ASN sibuk membicarakan THR dan gaji ke 13. Sementara teman honorer, ya begitulah. Tidak ada tunjangan yang bisa di harapkan dan dinanti. 

MAU ADA THR ATAU TIDAK,  SAYA JUGA TETAP AKAN LEBARAN!!! 🤣🤣🤣🤣

Meski tidak harus dengan baju baru, perhiasan baru, jilbab baru. Yang terpenting adalah hati yang baru dimana kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. 





Tak ada maksud iri, hanya saja lebih memilih untuk nrimo dan mensyukuri bahwasanya honorer itu tidak ngenes-ngenes amat. Tergantung dari bagaimana kita menyikapi ketimpangan yang ada. Karena saya selalu percaya bahwa rejeki Tuhan tidak terbatas, rejeki itu unlimited dan bagaimana cara kita menjemput rejeki itu. 

Alhamdulillah sekarang bapak jauh lebih tenang dan tidak lagi mempersoalkan mengenai THR golongan 4 itu. THR yang jauh lebih berharga adalah bisa berkumpul dengan anak cucu. Kebahagiaan itu yang tidak bisa digantikan dengan apapun. 

No comments

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)