Edited by Chela. Powered by Blogger.

Pengalaman Keguguran Di Awal Kehamilan

Pengalaman Keguguran Di Awal Kehamilan ~ Bulan April lalu saya mendapati haid berhenti di tanggal biasa saya haid. Seperti rutinitas bulanan, saya selalu mencatat tanggal saat haid pertama datang. Karena sangat membantu saya menghitung masa subur dan kebetulan sejak Februari 2019 saya lepas KB IUD yang sudah tertanam di bibir rahim saya selama 3 tahun. 




Semenjak lepas KB, saya mendapati kegalauan disaat datang bulan. Saya ingin hamil lagi dan serasa kecewa gitu kalau lagi datang bulan. Namun, ada yang bilang jika pasangan tidak se-frekuensi bisa saja energinya berbeda. Saat itu saya sudah menginginkan dan siap hamil lagi, sementara bagi penyumbang benih anak masih belum siap. Hahaha. Ya sudah ada aja dramanya setiap bulan. 


Selama rentang waktu hampir satu tahun menanti kehamilan, beberapa kali saya mengajak papa untuk ke dokter kandungan guna mengikuti program hamil. Namun, lagi-lagi saya mendapati penolakan dari papa. Dengan alasan kami berdua sehat dan kehamilan pertama kami dapatkan dengan sangat cepat. Hanya berselang satu bulan dari pernikahan. Ya sudah, saya menunggu kesediaan papa untuk program hamil.


Tetapi, papa sudah agak melunak di awal tahun 2020 dimana tampak siap untuk kami merencanakan kehamilan. Benar saja, kami tunggu sampai bulan Maret dan ternyata di bulan April saya mengalami terlambat haid. Yang biasanya si bulan datang tanggal 3 tetapi saya tunggu sekitar 5 hari masih tetap saja belum nampak hilalnya. 


Saking excitednya, saya penasaran untuk melakukan tespack meski papa melarang dan meminta untuk menunggu sampai 2 minggu. Namanya juga penasaran yekan, saya membeli tespack seharga 2500 rupiah dan hasilnya mendapati dua garis merah tetapi SANGAT TIPIS. 


OK, mungkin karena masih terlalu awal untuk melakukan testpack. Dan saya ulang lagi dua hari kemudian dengan harapan dua garis itu sudah nampak agak jelas. Benar saja, dua garis itu nampak lebih jelas dari sebelumnya dan bahagia donk dengan adanya kehamilan saat itu. 

Namun... 

Berselang dua hari dari saat saya tespack terakhir, saya mendapati ada flek yang terasa keluar dari vagina. Yang saya ingat adalah hari itu sedang libur paskah, jadi tidak ada praktek dokter yang buka. Ditambah masa awal pandemi covid 19.

 

Karena curiga, saya bedrest dan mendapati flek terasa keluar lebih banyak layaknya orang haid. Dan sekitar jam 1 siang, perut terasa nyeri hebat dan diikuti seperti ada sesuatu yang menggumpal ikut keluar melalui vagina saya. Karena penasaran, saya langsung ke kamar mandi dan mendapati ada darah serta gumpalan pipih bercampur darah namun seperti kantong berwarna putih. 


Saat itu saya tidak menyadari apa yang keluar melalui vagina saya. Hanya saja setelahnya saya mengalami pendarahan seperti orang datang bulan dengan perut yang masih terasa agak nyeri. 


Cek up ke dokter dan mendapati rahim yang kosong

Dikarenakan sedang libur paskah, terpaksa saya harus menunggu dua hari kemudian untuk periksa ke dokter kandungan. Untuk dokter kandungan saat ini masih tetap di dokter yang sama yaitu Dokter Anita. 


Ketika di usg, dokter Anita menjelaskan bahwa kondisi dinding rahim saya sedang dalam kondisi tipis dan ada sedikit sisa yang menempel di rahim. Dokter juga belum berani memberikan diagnosa apakah saya beneran hamil lalu keguguran atau memang haid yang terlambat. 


Tetapi jika melihat hasil tespack saya dan garis dua, saya memang hamil. Saat itu nampak di layar usg usia janin 5 minggu 5 hari. Yang mana di usia itu memang belum nampak untuk kantong kehamilannya. 


"Minggu depan ke sini lagi dan di cek ya bu, sekalian saya evaluasi kondisi ibu. Untuk saat ini saya hanya memberikan vitamin berupa folat."


Seminggu kemudian... 

Saya kembali mendatangi klinik Dokter Anita dan saat di usg, bu dokter tidak mendapati kantong kehamilan. Kondisi rahim saya bersih, dinding rahim yang bagus, kondisi rahim juga bagus. Hanya saja memang tidak jadi hamil atau sudah gugur namun dalam kondisi bersih. Istilah medisnya adalah Abortus Komplet

Dokter Anita tidak mengambil tindakan kuretase dan hanya memberikan obat pembersih rahim. Saya sempat heran kalau saya keguguran mengapa tidak di kuret. Tetapi hasil USG menunjukkan kondisi dinding rahim bersih dan tidak ada gumpalan menempel. Namun, saya masih seperti orang haid yang akan selesai siklus haidnya. 


Selain itu, saya mengalami flek seperti orang nifas pasca kunjungan terakhir ke dokter. Jadi untuk ramadan tahun ini saya menjalani dengan masa nifas dan pada tanggal 12 Mei 2020 saya mengalami mens dengan kuantitas yang cukup banyak dan ada sedikit gumpalan. 


Dugaan saya mungkin siklus mens pertama pasca keguguran sudah kembali. Nah, saat itu saya sempat cerita ke sahabat saya Theresia Endah yang ternyata pernah mengalami kejadian serupa. Penjelasan Endah, saya mengalami Chemical Pregnancy. Saat itu dijelasin juga bingung, tapi intinya keguguran di awal gitu sih. hahahaha. Dan saya juga di-mention oleh mbak Upik tentang highlight dari seorang dokter kandungan di instagram. Postingan dari dr.Yassinbintang itu membahas tentang Early Pregnancy Loss.

by: invitra.com



The loss of a pregnancy during the first 13 weeks of pregnancy (the first trimester) is called early pregnancy lossmiscarriage, or spontaneous abortion

https://www.acog.org/patient-resources/faqs/pregnancy/early-pregnancy-loss ~


Bisa dibilang Early Pregancy Loss ini adalah keguguran dini dan biasanya terjadi pada sekitar 10% kehamilan yang diketahui. Sekitar setengah dari kasus keguguran dini disebabkan oleh kejadian acak di mana embrio menerima jumlah kromosom yang tidak normal Kromosom adalah struktur di dalam sel yang membawa gen . Kebanyakan sel memiliki 23 pasang kromosom dengan total 46 kromosom. Sperma dan sel telur masing-masing memiliki 23 kromosom. Selama pembuahan, ketika sel telur dan sperma bergabung, kedua set kromosom bersatu. Jika sel telur atau sperma memiliki jumlah kromosom yang tidak normal, embrio juga akan memiliki jumlah yang tidak normal. Perkembangan tidak akan terjadi secara normal, terkadang mengakibatkan  keguguran.



Jangan ditanya deh saat itu gimana sedihnya saya. Yang jelas bersyukur dikasih ujian untuk menerima kenyataan ini dengan ikhlas. Ditambah saat itu ada aja yang bilang kalau keguguran dan tidak kuret justru sangat beresiko. Huhuhuhu. Beruntung sekali, papa selalu ada bersama saya dan menerima semua air mata saat harus merelakan calon janin kami. 


Cerita tentang keguguran saya lanjut di postingan berikutnya ya..


sumber : 

https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/keguguran-awal-apa-penyebabnya-dan-bagaimana-mencegahnya/#gref

https://www.acog.org/patient-resources/faqs/pregnancy/early-pregnancy-loss

4 comments

  1. Dulu saya keguguran pas usia kandungan 8 minggu mbak. Langsung panggil bidan terus rujuk ke RS. Sama dokter malah disuruh Kuret biar benar2 Bersih. 4 bulan kemudian Hamil lagi.

    Semoga dimudahkan usahanya ya mbak... ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini saya tidak kuretase mbak..masih di usia 5 minggu

      Delete
  2. Semoga dikasih rejeki hamil lagi mbak, sy juga pernah keguguran, tp beda kasus.

    ReplyDelete
  3. Semangat ya Chel, Insya Allah nanti disegerakan isi lagi..peluk..

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)