Edited by Chela. Powered by Blogger.

Anak SD Juga Wajib Tahu Tentang Green Jobs

Anak SD Juga Wajib Tahu Tentang Green Jobs ~ “Anak-anak, coba sebutkan apa cita-cita kalian jika besar nanti?” sebuah pertanyaan terlontar ketika pelajaran tematik yang saat itu membahas tentang profesi. Seperti yang sudah saya duga, jawaban mereka tidak akan jauh dari profesi polisi, tentara, dokter, guru bahkan kyai. Begitu juga ketika saya menyebarkan link google form untuk pengisian data cita-cita dalam aplikasi dapodik. Isian cita-cita mereka sangat beragam bahkan saya mendapati anak yang bercita-cita sebagai tukang parkir pesawat hingga youtuber seperti Atta Halilintar.






Tidak ada yang salah memang memiliki cita-cita, apalagi anak SD. Sepuluh atau lima belas tahun yang akan datang juga pasti akan berubah. Seiring dengan perubahan lingkungan juga, kan. Dimana saat ini seruan untuk lebih peduli terhadap lingkungan makin digaungkan. Apalagi semenjak adanya pandemi corona dan penerapan era new normal. Otomatis semua berdampak juga pada jenis pilihan pekerjaan baru yang akan dihadapi oleh generasi penerus kita.



Bahkan jika kita mau melek fakta mengenai masalah lingkungan yang besar di Indonesia, ternyata negeri kita ini turut menyumbangkan sampah plastic yang mencemari laut dan berada dalam urutan kedua dunia. Selain itu, gunungan sampah yang ada di TPA Ngembak kebanyakan berasal dari sampah rumah tangga. Ini baru gunungan sampah di satu kabupaten saja. Bagaimana dengan yang lain? Miris bukan! *



Jika membahas tentang anak-anak dan lingkungan apalagi anak usia SD, mereka masih terbilang sangat gampang untuk “dipengaruhi” tentunya hal-hal positif. Lingkup sekolah saya ada di desa dengan background orang tua yang beragam serta kondisi lingkungan yang sangat dekat dengan tempat pembuangan sampah akhir. Mengedukasi mereka untuk mengurangi sampah pun juga sangat mudah karena mereka juga ikut andil dalam proses pemilahan sampah di TPA Ngembak untuk membantu orangtuanya. Selain memilah sampah dalam gunungan sampah, mereka akan mendapatkan bonus berupa cuan yang bisa menambah uang jajan.

Kondisi TPA Ngembak







Mereka Harus Tahu Tentang Green Jobs dari Sekarang


Mengapa harus sekarang? Karena mereka adalah #EnergiMuda calon penerus bangsa dan tren pekerjaan global kedepannya akan mengalami perubahan. Terdapat beberapa pendorong perubahan seperti perkembangan teknologi sampai demografi dan social ekonomi. Bahkan beberapa pekerjaan yang saat ini ada akan mengalami penurunan hingga tergantikan dengan pekerjaan baru.



Apalagi dalam program pembangunan Indonesia, terdapat kebijakan low carbon dengan 3 point utama. Diantaranya adalah berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK menjadi 26% - 41% pada tahun 2025, menargetkan untuk mencapai 23% bagian energi terbarukan dalam energi primer campur pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050, dan adanya pembangunan berkelanjutan sesuai dengan ketentuan SDG No. 7 tentang akses energi modern. Untuk itulah Green Jobs harus diedukasikan kepada seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali untuk siswa di jenjang SD.


Green Jobs adalah pekerjaan yang berkontribusi untuk melestarikan atau memulihkan lingkungan, baik di sektor tradisional seperti manufaktur dan konstruksi, atau di sektor hijau baru yang muncul seperti energi terbarukan dan efisiensi energi.

Adapun Green Jobs memiliki peranan penting untuk lingkungan, yaitu:

1. Melindungi dan mengembalikan ekosistem

2. Mengurangi efek rumah kaca dan gas emisi

3. Mengurangi sampah dan polusi

4. Mendukung adaptasi dari efek perubahan iklim

5. Memperbaiki pemakaian energi dan efisiensi bahan baku.


Nah, dari gambar ini bisa dilihat contoh dari Green Jobs. Bersyukurnya adalah untuk daur ulang sampah sudah sering dijumpai anak-anak di sekitaran TPA dimana ada pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Sayangnya untuk daur ulang sampah plastic belum tersedia.





Bukan tanpa alasan mengapa wilayah Asia Tenggara ini menyerukan untuk beralih ke Green Jobs. Karena berpotensi menerima dampak dari perubahan iklim ekstrem tahun 2050 khususnya Indonesia.




Sayangnya, pemerintah selama pandemi memberikan bantuan yang sifatnya “memanjakan” rakyat. Dalam artian, bantuan kepada rakyat jauh lebih baik jika sifatnya mengedukasi dan mempersiapkan skill rakyatnya untuk menghadapi tantangan kedepan. Bukan sekedar subsidi pangan maupun bantuan tunai yang realitanya di lapangan jadi rebutan.


Dengan adanya campaign dan edukasi massif mengenai green jobs ini, saya yakin bahwa Indonesia pasti akan mampu untuk lebih memberdayakan sumber daya alam beserta sumber daya manusianya. Negeri ini memang terkenal dengan kekayaan alam yang melimpah, bahkan energy terbarukan saat ini juga sudah banyak bermunculan, tinggal bagaimana kesiapan pemerintah dalam mempersiapkan pemulihan ekonomi setelah pandemi ini.


Serta harapan terdekat saya sebagai seorang guru di jenjang sekolah dasar adalah pemerintah desa sekitar anak didik saya ini bisa ber#KolaborAksi dengan pemerintah kabupaten dan dinas terkait untuk bisa membuat tempat daur ulang sampah plastik. Selain berimbas baik untuk lingkungan, juga bisa menambah pemasukan dari hasil olahan limbah tersebut, kan. Setidaknya, memulai lebih dini untuk kebaikan bersama kedepannya.





Sumber pendukung : 
Materi sharing Komunitas ISB

16 comments

  1. Bener banget nih mbak, kayaknya sekarang anak SD pun wajib dikasih pengetahuan tentang green job agar kelak mereka tahu bahwa di masa depan nanti ada banyak job yang ramah lingkungan

    ReplyDelete
  2. SETUJU BANGEETTT aku bu guru.
    Edukasi sejak dini mutlak dilakukan.
    Anak SD juga berhak mendapatkan wawasan seputar green jobs, agar terpatri dalam kalbu mereka untuk menjalani pekerjaan yg ramah lingkungan dan bikin planet Bumi makin nyaman untuk dihuni

    ReplyDelete
  3. Setuju mbak...anak2 SD wajib tahu green jobs. Sisi positif dari pandemi ini anak2 tidak bersekolah offline sehingga mengurangi penggunaan kerja. Juga mereka tidak lagi jajan di kantin. Kadang jajan di kantin terlalu sering akan menimbulkan limbah sampah yang semakin banyak....namun siapa sih yang ingin pandemi ini berkepanjangan...semoga pandemi ini segera berakhir, hidup kembali normal...dan anak2 makin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap terlindungi dengan baik.

    ReplyDelete
  4. yah seperti profesi yg berada di ruang lingkup pemanfaatan lingkungan atau pelestarian lingkungan ya mbak? bbrp ulasan wara wiri soal green jobs, membuat aku jd tau ttg green jobs, nice info

    ReplyDelete
  5. aku belum pernah denger tentang green jobs, baru denger dari postingan mbak :) thanks for sharing ya mba

    ReplyDelete
  6. Sedari dini saya sudah menerapkan green jobs untuk anak usia dini saya mbak. Mulai dari menanam pohon, membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang bernilai.

    ReplyDelete
  7. Sepakat dengan bu guru, pemahaman tentang green jobs ini harus dikenalkan pada masa-masa sekolah. Pendidikan usia dini mengenalkan dengan cara bermain, SD sudah mulai praktek menanam dan merawat, SMP ditingkatkan lagi, sehigga menjaga lingkungan menjadi kebiasaan mereka. Apapun profesi mereka nantinya, keadaan bumi tetap terjaga dengan baik.

    ReplyDelete
  8. Menurut aku nih, bu guru. Anak SD malah harus sejak dini diberikan bekal mengenai profesi dan pelaksanaanya gimana.

    Dulu, saat aku SD sama sekali gak ngerti arahnya mau ke mana, dan enggak ngerti tu mau pekerjaan apa dan gimana pekerjaannya itu. Ngelihat anak TK sekarang sudah dikenalkan profesi dan turun melihat langsung profesi tersebut

    Nah untuk Green JOb, bisa disundingkan lebih dini nih, supaya anak SD sudah mampu memikirkan mau jadi apa besok dan apakah pekerjaannya termasuk ke dalam Green job yang tidak merusak lingkungan

    ReplyDelete
  9. Di masa kayak sekarang, di mana kerusakan bumi sudah mulai parah, semua orang harus sudah tahu apa itu Green Jobs ya. Termasuk anak-anak SD. Supaya bumi bisa kembali ceria dan bersahabat. Semoga dengan tahu, anak-anak SD pun nantinya bisa memilih pekerjaan yang masuk kriteria Green Jobs.

    ReplyDelete
  10. Bagus banget sih kalo green jobs ini diperkenalkan kepada anak sejak dini, jadi mereka juga jadi lebih peduli lingkungan dan ternyata cukup menjanjikan juga prospeknya green jobs ini

    ReplyDelete
  11. Sebaiknya dari usia anak-anak diberikan edukasi tentang green jobs ini. Dalam keseharian, mulai dibiasakan berperilaku ramah lingkungan, mulai dari yang terkecil. Plus belajar bercocok tanam agar nantinya lebih mudah mencintai kegiatan-kegiatan perekonomian yang terkait dengan pertanian ketika mereka dewasa.

    ReplyDelete
  12. Peluang usaha masa kini yang jarang diberitahukan oleh guru atau orangtua karena belum begitu populer yaah...
    Senangnya kalau banyak literasi mengenai peluang usaha 20 sampai 30 ke depan. Apalagi usahanya yang berkaitan dengan menjaga kelestarian alam begini.

    ReplyDelete
  13. Sewaktu masih belajar di sekolah alam, anak saya yang pertama rutin berkebun dengan teman-temannya. Sekarang sih membantu menyiram tanaman di lahan sepetak di rumah he he. Memang anak2 perlu dikenalkan dengan green jobs. Selain supaya belajar menghargai makanan dan bahan pangan, siapa tau berminat punya usaha seputar dunia pertanian.

    ReplyDelete
  14. Green jobs harus diedukasi menyeluruh nih bugurcil, di daerah terpencil juga kayak tempatku ini. Aku pun masih harus belajar banyak soal greenjobs ini nih.

    ReplyDelete
  15. Pas pandmei gini, otomatis sampah plastik di sekolah sangat berkurang ya, Mbak. Kalau pas nyapu halaman yang ada hanya sampah daun doang. Hihihihi.

    Yuk, yuk, kita sebagai guru memang punya tugas mulia untuk men-sounding anak-anak agar kelak punya profesi yang lebih Green Jobs. Mumpung masih dini.

    ReplyDelete
  16. Aku baru tau soal green jobs ini. Lapangan kerja yang bagus untuk masa depan lebih baik ya.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)