Edited by Chela. Powered by Blogger.

Bidadari ke Air Terjun Putri

“ Apa mau coba ke air terjun putri sekalian? Nanti kita mampir beli strawberry. Masuk ke air terjunnya nggak jauh. Begitu Jeep parkir nanti bisa langsung main air!”

 

Sebuah penawaran dari Mas Kembar disaat kami masih belum puas untuk trabas di dalam hutan. Lebih tepatnya masih sayang aja gitu uang 325 ribu cuma sebentar aja jalan-jalan di sekitaran Gunung Lawu. Karena uang hasil iuran masih sisa, ya sudah kami memutuskan untuk menambah 100 ribu dan jadilah kami dibawa sampai ke air terjun.


Ya kapan lagi gitu bisa naik mobil terbuka sambil menikmati sejuknya udara di Gunung Lawu. Serasa di pol-polke healingnya. Jeep melaju dengan kecepatan



sedang menuju ke air terjun. Melewati hamparan sawah dan beberapa petani yang membalas lambaian tangan saya. Iya, turis local satu ini memang suka sok kenal sok dekat!

 

“Lah.. aku tadi mbatin lho kok ada air terjun. Ternyata kita belok ke sini!” ucapan Mbak Lita mengiringi jeep masuk ke sekitaran air terjun.  Setelah parkir, kami memang langsung mendekat ke air terjun kecil. Ya, meskipun kecil tetapi menurut saya memang pemandangannya bagus, asri, seger daaaaaaannnnn cocok buat pacaran.

 

Rombongan kita datang eh ternyata ada dua sejoli dimabuk asmara yang sudah di situ lalu pergi. Hahaha… Maafin yha!

 

Let’s see beberapa gambar yang terekam dari kamera handphone saya.

 

 

 




Gimana, sudah cukup? Atau mau lagi? Nih, dikasih tambah!!!!

 






 

Well, kalau perkara tiket masuk kayaknya memang masih sangat murah ya. Cuma yang saya lihat ketika Mas Kembar memberikan beberapa lembar uang ke si ibu penjaga, sekitar 50 ribu deh. Itu jeep bisa parkir dengan area yang sangat dekat dengan air terjun. Sayangnya untuk penjelasan berapa tiket masuk per orang memang belum ada informasi resmi yang saya dapatkan. Sepertinya memang air terjun kecil itu belum sepenuhnya siap untuk menjadi objek wisata. 

 

Kalau mau main air bisa kok di situ, tapi jangan sampai yang beneran basah kuyup karena saya belum menemukan tempat untuk bilas dan ganti baju. Lokasinya ini berada di sekitar Lawu Park, jadi kalau kalian sedang menuju ke Lawu Park bisa melihat sisi kanan jalan nanti terlihat papan petunjuknya.

 

Nah, enaknya dengan Mas Kembar nih ya, kita minta untuk mampir ke salah satu penjual strawberry juga diturutin. Sabar banget menunggu para ibu-ibu rempong ini membeli strawberry. Selain rasanya yang manis dan jauh berbeda dengan straberry yang di beli di Purwodadi, straberrynya tuh gedhe-gedhe! Pokoknya kalau nanti ke sekitaran Tawangmangu, nggak mau bingung cari oleh-oleh lain selain strawberry!


Sudah ya ceritanya seorang bidadari ke air terjun bidadari. Next kemana lagi ya?

 

No comments

Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)