Edited by Chela. Powered by Blogger.
Showing posts with label budaya. Show all posts

288 Tahun Kabupaten Grobogan

3 Maret 2014, tepat berumur 288 Kabupaten Grobogan. Mungkin masih merasa awam dengan Grobogan. Tapi sebuah kabupaten yang dikelilingan pegunungan kapur ini memiliki sejarah dan kekayaan lokal lainnya. Memang aku sendiri masih belum paham mengenai kotaku sendiri. Ya setauku di kotaku terkenal dengan swikee kodok, selai pisang, nasi pecel Gambrengan, sayur becek khas orang punya hajatan, tempe kripik, Waduk Kedung Ombo, Bledug Kuwu, Api Abadi Mrapen, Sendang Keongan, Air terjun Widuri, Bukit Menawan, Sendang Coyo, sampai Bukit Pandang Jati Pohon. Itu semua yang ada di daerahku, apalagi kalau bukan Grobogan.

Sedekah Bumi

foto diambil dari www.google.com :)
Tak seperti biasanya hari ini sekolah pulang lebih awal, yaitu pukul 11.00 wib. Berbeda pula dengan hari-hari sebelumnya, dirumah banyak sekali mendapat kiriman daging sapi hasil pembantaian warga sekampung. Menu masakan ibu jug hari ini berbeda. Cukup spesial dan lumayan banyak. Begitu pulang dari sekolah saya langsung nyamperin ibu di dapur. "kenapa masak banyak gitu sih buk?" dan ibupun menjawab "hari ini ada sedekah bumi, nduk". 

Geguritan (Puisi Jawa)

PANGUDARASA SEPALA 

anggitanipun: Kusdijanto, S.Pd


Ya gene kahanan saiki

Akeh wong – wong kang ora peduli

Marang kawujudan sabenere

Ya apa klakon, bangsa kang mandiri iki dadi ringkih?

Ora, aku kudu wani!

Babagan kang tumuju marang kamulyan

Ayo – ayo – ayo kanca!

Gumregah ndepani kemajuan iki

Aku lan sliramu dadi pangarep

Mugo bisa mujudake gegayuhaning bangsa


*********

Ini hasil karya bapak yang rencananya akan saya tampilkan di perpisahan anak-anak kelas 6. Dengan mengangkat kebudayaan daerah (Jawa) semoga generasi muda sadar akan pentingnya melestarikan budaya yang bisa menjadi aset berharga bangsa. Kalau bukan KITA....siapa lagi? 

Yuk mari, kita bersama - sama NGURI URI KABUDAYAN JAWI :)





Salam