Edited by Chela. Powered by Blogger.
Showing posts with label semarang. Show all posts

Lunpia Cik Me Me: Citarasa Kuliner Kota Semarang



Sepanjang belajar tentang keragaman Indonesia salah satunya makanan khas daerah, aku kenalnya Semarang itu sebagai kota Lunpia. Dimana oleh-oleh yang kebanyakan orang cari yaitu lunpia. Penasaran juga sih dengan lunpia asli Semarang, karena selama ini aku makan lunpia KW aja sih. Gimana nggak KW, hawong aku belinya disini, di Purwodadi dengan judul "Lunpia Asli Semarang". Wkwkwkwk.

Keseruan di Acara BCA Blogger Gathering Semarang

duo MC kondang Semarang


Dapat kesempatan gabung di event blogger itu rasanya seneng banget. Ini kali kedua saya bisa datang di event yang memang diadakan di Semarang. Semua berkat restu suami yang kasih ijin buat ikutan. Alhamdulillah nambah relasi itung-itung sekalian main juga sih.  Event kali ini adalah BCA Blogger Gathering Semarang, tadinya saya daftar untuk area Jogja. Sempet cancel juga karena ibu masuk RS. Gak taunya emang rejeki kali ya, ternyata diadakan juga di Semarang. 

KOPDAR Gubernuran dan Lawang Sewu

Malam minggu di Semarang [lagi]. Niatannya memang mau jalan-jalan saja sama mamas, dia sih janjiin buat shoping gitu. Ndelalah kok pas banget temen ngeblog yang sudah saya anggap adik sendiri datangnya dari Banjarnegara ini ngajakin ke Semarang. Tak lain tak bukan ya nduk Idah ceris. Ya sudah lah sekalian saja shoping + kopdar gitu. Sepanjang perjalanan diguyur hujan, jadi membutuhkan waktu dijalan lumayan lama sih. Sampai di Semarang memang udah kesorean banget dan waktu smsan sama Idah dia sedang di Masjid Agung Jawa Tengah dan saya sudah berada di kawasan simpang lima.

Pandangan Pertama Kehidupan di Dalam Rahim

Sabtu, 26 Oktober 2012  

Pukul 17.00 waktu kota Semarang, saya bersama mbak dan suami beserta kedua anaknya memasuki sebuah rumah sakit ibu dan anak di sekitar Pandanaran. Memang saat itu jadwal mbak untuk periksa. Berawal dari sebuah kehamilan yang tidak ia duga, Allah mempercayakan mbak untuk mengandung anak ke tiga. Senang tiada tara mendengar mbak saya hamil, itu berarti saya akan punya keponakan lagi. Dan sore itu saya menyempatkan diri untuk mengantar mbak bertemu pak dokter ganteng spesialis kandungan. *tetep ya genit*