Edited by Chela. Powered by Blogger.
Showing posts with label tangis. Show all posts

Guru kecil menangis

Guru kecil menangis, bersama dengan siswa SD Sidorejo Lor 1 Salatiga. Pagi itu 3 Desember 2010 adalah waktu dimana kegiatan PPL berakhir. Itu berarti saya harus meninggalkan anak didik saya yang selama 3 bulan ini saya bimbing. Sedih itu pasti, tapi karena keharusan jadi saya harus rela untuk meninggalkan mereka. Bukan berarti persahabatan saya dengan anak-anak berhenti sampai sini saja.

Dan kepergian kami diiringi dengan tangis mereka. Tangisan yang sangat tulus dan mereka tujukan untuk bapak ibu guru PPL. Disela isak tangisnya, bungkusan kecil mereka berikan kepada saya dan teman-teman "ini buat ibu guru". Pelukan mereka rangkulkan untuk saya dan isakan mereka masih tetap untuk ibu dan bapak guru PPL.



Kenangan dan pengalaman yang sangat indah. Saya tak menyesal menjalani PPL ini. Justru saya merasa sangat senang. Ingin rasanya segera menyelesaikan study dan kembali menemui mereka. Untuk membimbing mereka, menjadi seorang teman, ibu. Sampai saat ini saya sedih ketika mengingat kenangan saya bersama mereka.

Secarik puisi terindah Ayu berikan untuk bapak ibu guru PPL tercinta



Melangkah bersama untuk menjadikan pendidikan Indonesia menjadi yang lebih baik

hurry up!