Edited by Chela. Powered by Blogger.

Pak Djenggot

Siapa yang tak kenal dengan KFC, Waralaba ayam goreng yang kepanjanganya adalah Kentucky Fried Chicken ini adalah salah satu produk ayam goreng paling terkenal di seluruh dunia. Outletnya berjumlah puluhan ribu bahkan jutaan yang semuanya tersebar di seluruh penjuru dunia. Hot black papper yang jadi favoritku ^^.

Tapi kenalkah kalian tentang siapa dibalik logo KFC itu? ada peribahasa tak kenal maka tak sayang, makanya yuks kita kenalan, capcyus cint Worship



Ia adalah Kolonel harland sanders, Penemu resep asli KFC. ia Lahir pada tanggal 9 September 1890 dan Mulai aktif dalam mewaralabakan (franchise) bisnis ayamnya pada usia 65 tahun. Saat ini, usahanya yang dikenal dengan Kentucky Fried Chicken atau KFC® telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam sistem makanan siap saji di dunia. Sosok Kolonel Sanders, pionir dalam restoran siap saji menjadi simbol dari semangat kewirausahaan.
Sebenarnya ia adalah seorang prajurit angkatan darat amerika, namun selepas pensiun, beliau tak empunyai uang sepeserpun untuk memangun usaha, dan yang ia punya hanyalah kemampuan memasak dan resep memasak ayam gorang yang tiada duanya, Ia kemudia menawarkan resepnya ke banyak restoran. Hingga akhirnya berkembang pesat sampai sekarang dengan nama KFC

Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika Utara. Bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia.


So, kalian tau kan siapa tokoh dibalik kelezatan ayam di KFC.. Jadi laper, yuks ke KFC Hungry.
(Sumber, vivanews.com)

Rindu Ortu

Soundrack hidupku minggu ini adalah lagunya dari band yang kondang markondang gondang. Ya, tak lain dan tak bukan adalah kancut….eits…the Changcuters dink yang bener. Dan judulnya adalah Rindu Orang Tua. Kenapah begituh? Pasti readers sudah mengira kalau saya sangat merindukan mereka. Mereka ituh siapa? Bapak dan ibu saya tentunya.

Terkesan agak manja, ya sudahlah memang saya manja. Hehehe…. Maklum anak bontot sedang jauh orang tua. Mana disini sendiri, tak ada saudara hanya teman sejawat yang menemani. Tak apalah, ini perjuangan demi masa depan cerah. Seperti yang ibu katakan kepada saya tempo kali kalau saya pulang ” Belajarlah, biar ibumu saja yang bodoh dan cukup lulusan SD, tapi anakku harus bisa jadi sarjana semua”. Mom, mulia sekali dirimu….. Tiap inget perkataan itu nangislah aku.

Telpon bapak pun sampai nangis-nangis dan kejailan bapak gak pernah ketinggalan. Sesekali saya menelpon ibu dirumah. Mendengar suaranya saja hatiku sudah tenang. Dan tiap kali ingat ibu, saya mengeluh sama abi “bi, aku kangen rumah, pengen ketemu ibu”. Rasanya diriku tidak bersemangat untuk ngapa-ngapain. Mengingat di Salatiga masih banyak kewajiban yang harus dipenuhi. Dan sayapun harus merelakan untuk tidak bertemu ibu dan bapak dalam waktu beberapa pekan.

Dan postingan ini merupakan luapan kerinduan saya dengan ibu dan bapak. Hanya bisa memandang foto dan sesekali mendengar suara mereka melalui telpon. Hiks…. Kangen :(

Perpustakaan, dimana pesonamu???




Mereka asyik menikmati gambar-gambar dalam buku. Yang mana bisa dikatakan mereka belum cukup memahami dengan buku yang mereka baca. Melihat gambar yang belum pernah mereka temukan dan dengan celetukan-celetukan khas anak-anak. Sesekali saling mengejek dan bercanda dengan teman mereka. Indahnya menemani mereka. Kalian tahu mereka dimana? Yah, perpustakaan. Tempat yang bisa dikatakan "dicuekin" karena mungkin pengap atau sempit tetapi berjuta ilmu dan pengetahuan baru tersimpan di perpustakaan.


Sesekali mereka memanggil dan bertanya "bu guru, ini gambar apa bu?" dan mereka mengimajinasikan seandainya mereka melihatnya langsung. Ketika mereka melihat gambar planet bumi, dan ada seorang siswa yang bertanya " Bu, Indonesia itu yang mana bu? ini yang warna biru apa bu?" dan teman yang lain berkata "itu kan air, soalnya bumi itu kan banyak airnya." Wow!!!!!! Excelent :D. Pintar sekali dia.


Tapi, tak banyak yang menyukai untuk datang ke tempat yang menyimpan berjuta-juta ilmu. Dengan alasan ini itu, sehingga perpustakaan tercampakan. Dimana pesonamu wahai perpustakaan? Bukankah kamu menyimpan rahasia-rahasia hebat yang sebagian dari mereka tidak diketahui??

Ayo para calon guru, TUMBUHKAN MINAT BACA!!!!!!! Mulai dari diri sendiri dan mari kita tularkan untuk anak didik kita. Karena mereka tunas bangsa yang mana dari NOL mereka menuntut ilmu pendidikan dasar di sekolah.

Students and the teacher

Melihat keceriaan mereka saat foto bersama :)

See... Senyum mereka, tawa mereka, tangis mereka menjadikan sesuatu yang sangat indah bila kita mau memahami betapa PENTING nya pendidikan dasar. Dan bagaimana mereka bersusah payah menarik perhatian dari SANG GURU dengan segala tingkah polah anak-anak.

mereka sedang menikmati asyiknya berkreasi di saat pelajaran SBK.


Asyikya mereka mencatat soal matematika namun memilih berglasutan di lantai tanpa menghiraukan baju seragam mereka akan kotor.


........Dan tak lupa juga sang maha guru ikut unjuk gigi.......

Potret Anak Bangsa



Keasyikan mereka saat bernyanyi bersama


Mereka, anak didik dari saya dan teman-teman yang tergabung dalam bimbingan belajar HMP PGSD UKSW. Melihat mereka rasanya sangat haru, bangga, sebel, ngangenin. Dan foto itu saya ambil waktu acara perpisahan bimbel kami. Karena masa bakti dari angkatan HMP 2009 sudah berakhir.

Tampak dari senyum mereka, jeritan mereka yang menginginkan sedikit perhatian dari tim pengajar, kenakalan mereka, keseriusan mereka menuntut ilmu. Betapa kayanya Indonesia dengan memiliki generasi penerus yang pintar, cerdas dan mereka mempunyai segenap cita-cita yang sangat indah. Mereka mempunyai mimpi. Dan saya percaya Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi mereka.



menari tarian Jaran Kore

Negeri yang kaya akan budaya dan sumber daya alam. Negeri yang terkenal dengan penduduk yang ramah, dan dengan generasi yang mau melestarikan kebudayaan. Dengan kemajuan IPTEKdan semakin berubahnya peradaban manusia. Masih adakah diantara kita yang "MALU" untuk melestarikan budaya negeri kita? Malu kalau kita dikatain "kuno, ndeso, gak up to date". Tidak dipungkiri manusia akan mati. Kalau kita masih mengandalkan maestro-maestro budaya, siapa yang akan meneruskan? Kalau bukan kita. Potret kecil anak Indonesia, dengan sigap mereka bersedia menampilkan keahlian mereka menari tarian Jaran Kore.



Tawa khas anak bangsa


Mereka tertawa, bercanda, dan sesekali saling mengejek. Khas anak-anak dengan tangis mewarnai mereka. Tapi tak lama senyum itu berkembang lagi. Indahnya mereka. Indahnya negeri dengan senyum anak Indonesia.

Indoesia, 65tahun usiamu. Terbebas dari penjajah, dan memperoleh kemerdekaan. Namun, banyak yang mengatakan Indonesia masih terjajah. Terjajah oleh kemiskinan, terjajah oleh mahalnya pendidikan sementara masih banyak diantara anak-anak yang ingin bersekolah, terjajah oleh teroris dan koruptor. Akankah seperti itu Indonesiaku ini?

Mari kita renungkan bersama, dengan kekayaan mimpi anak bangsa, kekayaan sumber daya alamnya, keramahan rakyatnya, dan keunikan budayanya. Jangan mau Indonesia terus terpuruk. Mari kita bangkit membangun negeri ini.


Note : Sekelumit potret anak negeri, menyambut kemerdekaan RI ke 65 tahun.