Edited by Chela. Powered by Blogger.

The Royal Wedding

Masih sangat segar diingatan kita kalau melihat kedua foto FENOMENAL itu. Ya... Prince William and Kate yang kemarin pada tanggal 29 April 2011 melangsungkan pernikahan. Ditayangkan live di 3 stasiun televisi membuat mata saya tak mau sedikitpun melewatkan detik demi detik pernikahan yang saya bisa katakan fenomenal di abad ini.

Pernikahan kedua insan manusia yang saling mencinta ini sudah dinantikan oleh seluruh masyarakat Inggris bahkan masyarakat di dunia. Dengan mengenakan gaun putih gading Kate terlihat sangat anggun dengan rias wajah yang sangat simple (menurut saya) dan pangeran William dengan seragam merah terlihat sangat tampan. Ini membuat saya berandai-andai "pengen juga nanti dapet pangeran tampan kayak William" he..he.. Yang membuat saya terkagum-kagum adalah keromantisan dari pasangan tersebut. Maklum, kisah cinta sudah diukir selama 10 tahun and finally mereka resmi menjadi pasangan suami istri.

Saya melihat The Royal Wedding untuk keluarga kerajaan Inggris adalah salah satu tradisi yang sangat unik. Dari sudut pandang saya, disitulah keluarga kerajaan menunjukkan keterbukaannya terhadap masyarakat Inggris, dan jika melihat antusiasme masyarakat sangatlah besar. Dampak lain yang timbul adalah dengan meningkatnya keekonomian masyarakat dengan menjual pernak-pernik about William and Kate. Selain itu saya melihat seluruh masyarakat Inggris tumpah ruah untuk menyaksikan dan turut merasakan kebahagiaan kedua mempelai. Yang patut ditiru adalah dari ribuan bahkan jutaan orang yang tumpah ruah di jalan mereka semua bisa menjaga kerukunan dan ketertiban. Nggak ada kerusuhan dan kalau bahasa jawanya "uyuk-uyukkan".

Komentar saya The Royal Wedding sangat memukau apalagi Pangeran William dan Kate..Pasangan sangat romantis...Jadi iri saya :D. Selamat berbahagia ya.... happy Wedding Prince William and Kate.

PENDADARAN

Halo sahabat blogger...sepertinya saya cukup lama mencampakan blog manisku ini. Maklumlah, SKRIPSI membuat saya cukup gila :D.

Setelah beberapa bulan berkutat dengan statistika dan bimbingan, finally hari selasa tangga 12 April 2011 saya sudah mengikuti ujian pendadaran. Seperti telur saja yah didadar :D. Becanda loh, maksudnya tuh ujian itu dimana saya harus mempertanggungjawabkan hasil penelitian saya. Sekitar 120 mahasiswa S1 PGSD mengikuti ujian skripsi, dan masih ada beberapa teman saya yang DENGAN terpaksa mengikuti SKRIPSI LANJUT. Karena beberapa hal juga sih itu, termasuk faktor 'dipersulit' oleh pembimbing.

Jadwal ujian tertera mulai 12 - 15 april 2011. Dan saya pun mendapat giliran hari pertama. Sumpah, kali ini ujian cukup membuat saya tak bisa tidur nyenyak. Grogi tiada tara, dan keringat dingin mengucur dimana-mana. Maaf saya lebay ha....ha...ha... Selama 1 jam saya dibabat habis oleh penguji saya, namun yang cukup membuat saya agak tenang dimana penguji saya tidak mengotak-atik hasil perhitungan statistika saya. Tepatnya BAB IV hanya dibahas mengenai uraian dari hasil penelitian. Fyuhhh... Revisi cukup banyak, namun saya harus OPTIMIS saya pasti lulus. Pengumuman kelulusan direncanakan tanggal 20 April 2011. Tepatnya besok pagi, saya cukup deg deg serrrr menunggu hasilnya.

Beberapa hal yang saya dapat dari masa-masa SKRIPSI cukup banyak dan 'cukup' bermanfaat, seperti :
  1. berat badan turun drastis >>> tak usah diet :D
  2. malam menjadi siang dan siang ku gantikan jadi malam >>> lembur.....lembur.....dan lembur
  3. statistika semakin matang >>> perhitungan SPSS dan ini itu yang berbau statistika jadi semakin mudheng :D
  4. pengalaman me-loby beberapa SD untuk tempat penelitian >>> ijin melaksanakan penelitian saya rasa cukup sulit
  5. hubungan dengan dosen semakin dekat >>> maklum saya termasuk "Demen" bimbingan
  6. tongpes >>> kantong kempes karena keperluan beli kertas, tinta printer dan sebagainya sehingga cukup memaksa saya untuk mengurangi 'uang saku' bermain. *cukup merana
Yah seperti itulah INDAHNYA masa-masa mengerjakan skripsi yang kata banyak orang "menakutkan". Tapi buatku iya juga sih...hohohohoho. Tapi, itulah perjuangan. Butuh pengorbanan yang semula belum pernah kita lakuin jadi mau gak mau harus dilakuin. Maka dari itu teman-teman blogger doakan saya lulus yah. Sebentar lagi S.Pd akan ku jemput.

Salam sayang dari guru kecil :D

Bermain kertas dan Burung

Sahabat blogger..... Senang sekali bisa bermain lagi di blog kecil ini. Setelah menyelesaikan bab 4 dan 5, tinggal menunggu bimbingan skripsi dan sambil daftar pendadaran. Hem, rasanya kepala mau petjah dengan skripsi ini. Tapi ya dinikmati sajalah. Itung-itung membuat stres juga nih..hahahaha

Yak,lanjut saja ke topik saya kali ini. Iseng-iseng di kos, habis kehujanan ngendon di kamar. Liat laptop juga udah gak konsen. Walhasil........... cuma klak klik sana-sini. Dan secara gak sengaja saya melihat ada 1pack kertas lipat warna-warni. Sudah tau kertas lipat kan? masak belum tau sih..itu loh yang biasa dipakai anak TK sampai SD buat kerajinan melipat. Munculah ide untuk membuat hewan yang bisa terbang. Ilmu ini saya dapat dari guru saya waktu kelas 4 SD. Namanya pak Djoko. Galaknya minta ampun loh :D.

Bersama teman-teman, ada Daniel dan Dwi... Awalnya cuma saya yang asik bermain kertas lipat, eh gak taunya si Daniel minta diajarin. Dan tertular ke Dwi, kita bertiga asik deh buat burung.

Ini lagi konsentrasi..sssttt jangan diganggu


Asiknya saya melipat kertas lipat


And this is it.....Burung bikinan Daniel :D


Jadi kali ini saya hanya ingin berbagi kepada sahabat blogger. Cara saya melampiaskan ke BT an dan kejenuhan mikir ya bisa dengan bermain kertas lipat. Selain mengasah kekreatifan, bisa juga tuh burung-burung kertanya dibuat pajangan. Lumayan kan??????

#1 Salam Kangen

Lama sekali saya tidak update. Bukanya malas tetapi memang kewajiban menyelesaikan tugas kuliah segitu menyita pikiran dan tenaga saya. Imbasnya, blog inilah yang menjadi sasaran dicuekin *maafkan saya kawan-kawan blogger.

Disela-sela kesibukan saya menyelesaikan skripsi, setidaknya postingan ini bisa menjadi tempat mencurahkan kerinduan saya dengan dunia blog. So, nantikan kembalinya saya setelah pendadaran.....OCEYHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

SALAM KANGEN DARI GURU KECIL Cozy

Mengajarkan atau Dicontohkan?

Kalau kita berbicara tentang Indonesia, kebanyakan orang akan mengatakan Indonesia adalah negara yang besar. Kebanyakan para pejabat pemerintah juga mengatakan seperti itu. Tetapi kalau ditelaah lagi, sebenarnya Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang besar. Benar atau tidak? silahkan direnungkan sendiri.

Seperti yang kita ketahui, pendidikan di Indonesia terinspirasi dari tokoh lokal, yaitu Ki Hajar Dewantoro dengan semboyanya ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang mendukung). Dan jika kita melihat pendidikan di Indonesia, saya bisa mengatakan belum konsisten. Tuntutan pihak terkait mematok seperti "ini" namun, mereka belum meperhatikan fakta dilapangan (itu menurut pandangan saya). Contohnya siswa belajar susah payah mengejar nilai untuk Ujian Nasional, sementara masa tempuh sekolah seperti untuk SD 6 tahun dan hanya ditentukan kelulusannya dengan nilai UAN. Apa itu adil? Sistem pendidikan di Indonesia sejauh ini menerapkan teori Bloom bahwa hasil belajar siswa digolongkan dalam tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Penerapannya sisi kognitif lah yang mendapat sorotan paling penting. Sebagai contoh ketika orang tua memandang nilai adalah hal yang paling utama dalam mengukur kecerdasan anak. Saya juga merasakan seperti itu, orang tua saya sering memarahi ketika nilai saya jelek.

Hal yang sangat menggelitik imajinasi saya ketika kuliah tadi pagi adalah saat dosen saya mengatakan "Pendidikan itu bukan diajarkan, namun pendidikan itu dicontohkan". Sebagai ilustrasinya ketika seorang guru sering datang terlambat, lalu siswa datang terlambat dan guru itu memarahi. Dan saat siswa ditanya kenapa terlambat tak jarang siswa berani mengatakan "bu guru juga sering terlambat". Seorang guru membuang sampah disembarang tempat, keesokan hari guru itu melihat siswa membuang sampah di sembarang tempat. Ketika ditanya siswa itu bisa menjawab "pak guru juga buang sampah sembarangan". Lalu, bagaimana sikap kita sebagai seorang pengajar. Dalam hal ini bukan hanya guru, namun orang tua juga menjadi panutan.

Menjadi seorang pengajar adalah amanah yang menurut saya tidak mudah. Dimana kita harus memulai dari diri kita sendiri dan menjadi contoh bagi peserta didik. Saya setuju ketika dosen saya berpendapat seperti itu bahwa pendidikan bukan diajarkan, namun pendidikan itu dicontohkan. Dan pesan yang saya dapat menakala saya mengajukan pertanyaan kepada pak dosen "kita sebagai calon pengajar yang nantinya akan membawa dunia pendidikan Indonesia, menurut bapak harus bersikap bagaimana?" jawaban dari pak dosen adalah "kenali lebih dalam pelopor Indonesia, dan mulailah dari diri Anda masing-masing ketika anda akan terjun ke dunia pendidikan yang sebenarnya. Dan perhatikan bahwa ketiga aspek dalam teori Bloom harus berjalan beriringan, dimana kognitif harus diimbangi dengan afektif atau sikap moral dan ditunjang dengan life skill".

Mari kita renungkan, bagaimana seharusnya kita membawa perubahan dalam negeri ini!!!!