Edited by Chela. Powered by Blogger.

Paman Gery Ke Purwodadi

Bunda Yanti *leader saya  di Bimbel Taman Pintar 199 heboh di facebook. Beliau bilang kalau Paman Gery mau datang untuk anak-anak Grobogan. Sebelumnya si Bunda ini sudah sering ngasih tau "dengarkan dongeng paman Gery ya jam 5 pagi di 96,1 fm dongengnya bagus-bagus lho". Usut punya usut saya mencari gelombang itu dan ternyata selalu kemresek dan saat itu saya hanya sering mendengar namanya Paman Gery tanpa tahu sebenarnya dia itu siapa. *maaf Paman

Omah Kopi Purwodadi

Kali ini saya sedang asik menikmati siang yang cukup panas di kotaku. Setelah tadi pagi saya upacara bersama pak bupati dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di halaman kantor Setda Kabupaten Grobogan. Seperti biasa hengpon berbunyi dan sebuah pesan singkat melalui Whatsapp saya terima. Oh dari mas Riza rupanya *pipi memerah.

Selamat Hari Guru Nasional

"Engkau sebagai pelita dalam kegelapan..
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan..
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa"

Begitulah kiranya syair yang pernah diajarkan oleh guru saya dimasa saya mengenyam bangku SD. Bapak saya seorang guru dari kecil saya sudah diajari menyanyi, menulis, dan berhitung. Dan dari bapaklah diwariskan keinginan menjadi seorang guru.

Guru itu seperti malaikat. Seperti lentera yang menerangi kita dengan ilmu. Gurulah orang tua kita disekolah. Dan muridlah yang menjadi jembatan seorang guru kelak di surga nanti :).

Selamat Hari Guru Nasional. Setidaknya mari kita berjuang mencerdaskan anak-anak bangsa. Jangan hanya semata untuk pemerintah, tetapi untuk bangsaku, bangsa kita Indonesia.

Terimakasih :)

Salam saya

-si guru kecil-

Mereka dan Kesibukannya


Kali ini saya tidak akan berpanjang lebar dengan barisan kalimat. Beberapa moment yang saya rasa ini sudah mulai "biasa" mereka lakukan di kelas maupun di luar kelas. Dan entah mengapa, saya sangat menyukai manakala mereka asik dengan dunia anaknya sambil sesekali saling beradu argumen dan memerintah satu sama lain.

Menulis Tegak Bersambung

Lagi dan lagi kali ini adalah postingan hasil diskusi dan eyel-eyelan sama mas Riza. Kegiatan dia tiap malam setelah magrib adalah menjadi mas guru untuk adeknya yang juga bernama Riza yang masih duduk di kelas 4 SD. Dia mengirim sebuah pesan singkat melalui whatsapp, memang kami sering ber WA ria sih..he..he..he..

Percakapan di monitor droidpun mulai berjalan...