Edited by Chela. Powered by Blogger.

Mengasuh Inner Child Bersama Ruang Pulih

 

Saya sedang menikmati kesedihan dan kehilangan. Kehilangan yang benar-benar terasa sangat menyakitkan. Ibu berpulang keharibaan ilahi setelah berjuang selama kurang lebih 1 bulan di rumah sakit. Tetapi di hari ketiga ibu koma, ibu hadir dalam mimpiku dan mengatakan bahwa beliau sehat, sembuh dan sudah tidak sakit lagi. Sungguh, scenario Tuhan yang digariskan kepada saya memang sangat menyakitkan. Namun, ini adalah yang terbaik bagi ibu.

Inspirasi bluMusical Membuatku Berani Wujudkan Mimpi Sekolah S2

Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mengupayakan untuk mewujudkan mimpi. Saat ini saya memiliki keinginan untuk melanjutkan studi di jenjang S2. “Halah, guru honorer kok nggaya banget mau S2. Buat apa?” komentar seperti itu yang sering mampir di telinga. Sementara bapak dan almarhum ibu yang paling mendukung untuk bersekolah lagi.  Bahkan suami juga sangat mendukung dan syukur-syukur bisa melanjutkan studi bersama.

Ibuk, Aku Kangen

Assalamualaikum, buk. 

Sudah 40 hari ya, buk. Rasanyaaaaa... Berat banget menghadapi kenyataan ini, buk. Tadi sore kita datang nengok ibu. Lengkap! Bapak, aku, papa, Intan, Mas Teguh, Mbak Ning, Daffa, Fida. Kecuali Keisha sama Tiara. Keishanya ngaji, buk. Kalau Tiara masih belum boleh, katanya kalau sawanen. 



Semangat MengASIhi di Tengah Pandemi

Menyusui itu adalah momen yang penuh dengan perjuangan. Saya masih ingat betul saat resmi menjadi seorang ibu, belum juga hilang suntikan bius pasca melahirkan Intan, saya harus merasakan perut nyeri saat Intan menyusu untuk pertama kali. Mengupayakan bayi saya dapat mengenyot puting dengan benar meski yang ternyata ketika praktek tak semudah teori. Lalu ada saat dimana harus merasakan demam dan payudara membengkak. Orang Jawa mengatakan nawoni, sementara istilah medis dikatakan mastitis.



Self Care dengan Aktif Bergerak, Yuk!!

 

Juni lalu keluarga besar saya dihantam badai covid-19. Kami benar-benar tidak menyangka pada akhirnya akan terkena “giliran” merasakan si virus ini. Meski hasil swab antigen saya negative, mendampingi bapak isolasi mandiri sangatlah tidak mudah. Fisik dan pikiran harus bercabang, serasa amoeba yang bisa membelah diri. Ya ngurus bayi berusia 4 bulan, mendampingi bapak dan menyiapkan semua keperluannya selama isoman, belum lagi harus memantau kabar ibu dan mbak yang harus isolasi di rumah sakit.